Antiobiotik Alami untuk Ayam Pedaging

0
antibiotik alami
Serbuk kunyit memiliki khasiat menghambat pertumbuhan bakteri. (Dok. Trubus)

Trubus.id—Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/Permentan/PK.350/5/2017 melarang penggunaan antibiotik yang terdiri atas antibakterium, antimikobakterium, dan antifungal. Peternak ayam pedaging memiliki pilihan antibiotik alami yang manjur.

Bahan alami yang teruji mensubstitusi antibiotic growth promoter (AGP) adalah lerak, cangkang kacang mete, meniran, daun cengkih, buah mahkota dewa, kunyit, dan jeruk nipis. Periset di BSIP Unggas dan Aneka Ternak, Dr. Tiurma Pasaribu dan rekan membuktikan, khasiat tepung lerak setara dengan obat koksidiosis bernama salinomisin.

Penyakit ayam itu akibat serangan patogen Eimeria tenella. Tiurma menggunakan tepung lerak berukuran partikel 75 μm berdosis 1,25 gram per kg bobot tubuh. Pemberian pada ayam broiler sejak berumur 7 hari.

Pilihan lain antibiotik alami adalah campuran minyak asap cangkang kacang mete (0,0625%), ekstrak cair daun meniran (0,0625%), dan ekstrak cair daun cengkih (0,313%).

Peternak dapat mencampurkannya dengan pakan harian untuk mencegah serangan Escherichia coli dan Salmonella sp., pada saluran pencernaan ayam broiler strain Ross.

Asap cair kacang mete, cengkih, dan meniran menurut Prof. Ir. Arnold Parlindungan Sinurat, Ph.D. menghambat pertumbuhan bakteri dan cendawan, serta imunomodulator atau penguat respons imunitas.

Arnold mengatakan, pengganti AGP alamiah tidak bisa ditemukan hanya dalam 1 bahan. Oleh karena itu, perlu kombinasi dari beberapa bahan seperti bahan nabati atau herbal, asam organik, probiotik, atau enzim.

Serbuk rimpang kunyit pilihan lain sebagai pengganti antibiotik. Periset di Universitas Diponegoro, Herry Praktikno, memberikan 400 mg serbuk kunyit per kg bobot tubuh per hari kepada ayam broiler berumur 1—4 pekan.

Dosis itu menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus meningkatkan bobot tubuh ayam. Bobot ayam rata-rata pada awal perlakuan 37 gram, setelah mengonsumsi ekstrak kunyit mencapai 810 gram.

Bandingkan dengan kelompok ayam tanpa konsumsi kunyit hanya 710 gram. Jika ayam berumur 4—7 pekan ia menaikkan dosis ekstrak kunyit 200 mg per kg bobot tubuh per hari.

Panasea untuk unggas lainnya yaitu jeruk nipis. Periset dari Universitas Diponegoro, Jamilah, Suthama, dan Mahfudz mencampurkan air perasan jeruk nipis sebanyak 13,8 ml/100 g pakan starter dan fininsher untuk ayam broiler.

Hasilnya kondisi usus dan imunitas tubuh lebih terjaga ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi jeruk nipis. Itu terbukti dengan melihat persentase
peningkatan bobot bursa fabricius atau organ limfoid khas pada ayam, penurunan limpa, dan penurunan rasio heterofil:limfosit (H/L).

Beragam antibiotik nabati berfungsi mengurangi mikroorganisme patogen dalam saluran pencernaan ternak, termasuk ayam pedaging, sehingga kecernaan terhadap pakan tinggi. Selain itu peternak juga mudah memperoleh bahan baku dan mengolahnya.