Wednesday, August 10, 2022

Antioksidan? Itu Perlu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kulit manggis kini semakin banyak digunakan sebagai bahan baku suplemen antioksidanAsupan suplemen antioksidan salah satu kunci tubuh sehat.

Musibah itu membawa berkah. Bertahun-tahun sebuah perusahaan produsen minyak zaitun di Madrid, Spanyol, membiarkan air sisa pengolahan buah olive menjadi minyak sebagai limbah. Dalam proses pengolahan buah olive menjadi minyak, pekerja menghancurkan buah lalu “memeras” biomassa itu hingga mengeluarkan cairan terdiri atas minyak dan air.

Mereka “memanen” minyaknya yang berkhasiat bagi kesehatan. Air sisa pengolahan dibiarkan begitu saja dalam kolam penampung. Pada suatu ketika kolam penampung limbah bocor sehingga air mengalir ke sungai dan menyebabkan kematian ikan-ikan. Musibah itu menyebabkan Genosa, perusahaan itu, harus meriset kandungan air limbah yang menyebabkan kematian ikan.

Eureka! Hasil riset mereka sungguh mencengangkan. Air limbah pengolahan minyak ternyata mengandung antioksidan lebih tinggi ketimbang minyak zaitun. Itu karena senyawa hydroxytyrosol-nya. Hasil pengukuran nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC)—satuan pengukur kapasitas antioksidan—di Laboratorium Brunswick di Massachusetts, Amerika Serikat, menunjukkan air perasan buah zaitun memiliki skor ORAC hingga 6.876.600 mikromolTE/100 g. Dengan nilai ORAC sebesar itu, maka aktivitas antioksidan 10 miligram hydoxytyrosol dari air perasan buah zaitun setara dengan 500 ml minyak zaitun. Senyawa itu di dalam air sungai mengikat oksigen dari udara dan air sehingga menyebabkan kematian pada ikan.

Minyak sehat

Temuan pada 2000 itu jelas mengejutkan. Selama ini zaitun Olea europaea sohor dengan minyaknya yang berfaedah untuk kesehatan. Menurut guru besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Elin Yulinah Uukandar, minyak zaitun mengandung fitosterol yang berperan mengusir kolesterol jahat dalam darah. Minyak zaitun juga mengandung omega 3 yang mencegah oksidasi low density lipoprotein (LDL) agar tidak mengendap di pembuluh darah.  Endapan LDL penyebab berbagai penyakit seperti jantung koroner, darah tinggi, dan stroke.

Yunani tercatat sebagai negara pengonsumsi minyak zaitun terbesar di dunia. Pada 2005 jumlah konsumsi minyak zaaitun di sana mencapai 27,3 kg/kapita/tahun. Tingginya konsumsi minyak zaitun itu berefek baik pada rendahnya risiko serangan jantung dan kanker di sana.

Apa yang menyebabkan minyak zaitun begitu berkhasiat? Dari berbagai penelitian menyebutkan keampuhan minyak zaitun itu berkat hydroxytyrosol, salah satu senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. Di dalam tubuh antioksidan berperan melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas. Menurut guru besar Biokimia Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof dr Purnomo Suryohudoyo SpBK, radikal bebas merupakan atom atau molekul (kumpulan atom) yang memiliki elektron tak berpasangan sehingga cenderung menarik elektron. Radikal bebas memiliki daya reaktif tinggi dan cenderung membentuk radikal baru sehingga terjadi rantai reaksi. Reaksi berantai itu baru berhenti jika radikal bebas dapat diredam dengan antioksidan.

Sumber radikal bebas dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun dari luar tubuh seperti paparan polusi udara. Salah satu contoh radikal bebas yang berbahaya adalah cemara timbal (Pb) yang merupakan hasil emisi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin. Menurut Environment Project Agency pembakaran bensin akan mengemisikan 0,09 gram timbal tiap 1 km. Jadi, bila di Jakarta ada 1-juta unit kendaraan bermotor yang melaju sejauh 15 km setiap harinya, maka akan menghasilkan emisi 1,35 ton timbal/hari.

Tubuh stres

Untuk menangkal radikal bebas seperti timbal, tubuh sebetulnya memiliki penangkal yakni berbagai antioksidan endogen. Salah satu contohnya adalah eritrosit yang dilengkapi antioksidan berupa enzim seperti copper-zink-superoxide dismutase (CuZn-SOD), glutation peroksidase (GSH-Px), katalase (Cat), dan glutation reduktase.

Namun, tingginya paparan radikal bebas membuat antioksidan endogen kewalahan. Menurut staf pengajar Bagian Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Drs Eko Suhartono MSi, ketidakseimbangan antara radikal bebas atau oksidan dengan antioksidan endogen menyebabkan tubuh mengalami stres oksidatif. Efek buruk stres oksidatif dapat membahayakan seluruh organ tubuh (lihat ilustrasi). Itulah sebabnya tubuh perlu asupan tambahan berupa suplemen penangkal radikal bebas (antioksidan eksogen) seperti minyak zaitun yang kaya hydroxytyrosol baik dalam minyak, maupun airnya seperti hasil riset di Spanyol.

Keistimewaan itulah yang mendorong PT Phytesiondo Biotek di Jakarta mengimpor ekstrak hydroxytyrosol dalam bentuk cair dari Negeri Matador. “Baru Indonesia yang mengimpor hydroxytyrosol dalam bentuk cair. Negara lain biasanya dalam bentuk serbuk untuk bahan kapsul,” ujar direktur utama PT Phytesindo Biotek, Thomas Widjaja. Itu karena Thomas meracik ekstrak air perasan buah zaitun itu sebagai bahan baku suplemen antioksidan dalam bentuk sirup.

Namun, hydroxytyrosol cair memiliki aroma kurang sedap dan berasa sangat pahit. Oleh sebab itu Thomas menambahkan bahan lain untuk mengurangi rasa pahit dan aromanya yang kurang sedap, sekaligus memperkuat khasiat. Ia mencampur hydroxytyrosol cair dengan jus buah acai beri, manggis, delima, tomat, dan blueberry. “Saya memilih kelima jenis buah itu karena juga sebagai sumber antioksidan dan dapat memperbaiki rasa hydroxytyrosol sehingga menjadi enak diminum,” ujar Thomas.

Acai beri saat ini tengah populer sebagai sumber antioksidan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Laboratorium Brunscwick nilai ORAC acai beri mencapai 102.700. Kulit manggis yang populer sejak 2012 juga dikenal sebagai sumber antioksidan tinggi. Menurut peneliti Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian di Serpong, Tangerang, Banten, Dr Ir Raffi Paramawati MSi, nilai ORAC manggis mencapai 17.000—20.000. Disamping sebagai sumber antioksidan, delima dan blueberry juga memberikan warna menarik pada tampilan sirup sehingga tampak menyegarkan. Sementara tomat mengandung likopen yang juga berperan sebagai antioksidan.

Faedah sirup yang mengandung hydroxytyrosol dari air perasan buah zaitun dan kelima buah kaya antioksidan dirasakan Euis Siti Maemunah di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada Mei 2013 dokter mendiagnosis ibu 58 tahun itu mengalami pembengkakan jantung sebelah kanan. Diagnosis itu bermula dari gejala mudah lelah yang kerap dialami Euis.

Euis menduga pembengkakan jantung itu akibat hipertensi alias tekanan darah tinggi yang ia alami sejak berusia 54 tahun. Sejak itu ia bergantung pada konsumsi obat penurun tekanan darah. Nenek satu cucu itu juga mesti rutin memeriksa tekanan darah setiap pekan. “Pernah suatu kali tekanan darah saya mencapai 180 mmHg,” katanya. Itu karena Euis absen mengonsumsi obat dokter. Tekanan darah normal 120 mmHg.

Seorang keponakan menganjurkan Euis untuk mengonsumsi sirup yang mengandung hydroxytyrosol dari buah zaitun, acai beri, buah manggis, delima, blueberry, dan tomat. Karena berharap sembuh ia pun mengonsumsi sirup itu dua kali sehari pada pagi dan malam sebelum tidur masing-masing satu sloki berisi 30 ml. Ia juga tetap mengonsumsi obat dokter dengan waktu konsumsi berbeda. Dua bulan berselang Euis kembali memeriksakan diri. Hasilnya, kondisi jantung Euis normal. “Tubuh kembali segar,” ujarnya. Yang menggembirakan tekanan darah ibu satu anak itu kini stabil di kisaran 130 mmHg.

Tren suplemen

Faedah mengonsumsi suplemen antioksidan tak hanya dirasakan Euis. Kini semakin banyak konsumen yang berharap kesehatannya terjaga dengan rutin mengonsumsi suplemen tinggi antioksidan. “Permintaan selalu meningkat, hampir 100% setiap bulan. Paling banyak untuk membantu pengobatan kanker,” ujar anggota staf promosi dan pemasaran PT Tirta Sarana Sukses, produsen sirup berbahan kulit manggis, buah apel, rosela, cuka anggur, dan gula aren di Surabaya, Jawa Timur, Aloysius Suryanto.

Permintaan yang terus meningkat juga dialami produsen herbal, PT Sidomuncul di Semarang, Jawa Tengah. “Pada Oktober 2013 penjualan herbal kulit manggis kami meningkat hingga 65%,” ujar manajer produk grup PT Sidomuncul, Maria Marosa. Menurutnya konsumen lebih banyak membeli untuk pengobatan seperti diabetes mellitus dan tumor. “Ada juga untuk antioksidan kulit yang bisa menghaluskan dan meremajakan kulit,” kata Maria.

PT Industri Jamu Borobudur di Kabupaten Semarang, yang memproduksi suplemen berbahan kulit manggis dalam bentuk kapsul, juga mengalami peningkatan permintaan. Menurut bagian pemasaran PT Industri Jamu Borobudur, Dennie Winardi, konsumen tak hanya membeli untuk membantu pengobatan. “Perbandingan jumlah konsumen 50% untuk membantu pengobatan, 50% lagi untuk menjaga kesehatan,” ujar Dennie.

Itulah sebabnya produk suplemen antioksidan tinggi semakin bertebaran di pasaran. Beberapa di antaranya memanfaatkan bahan baku sumber antioksidan dari dalam negeri. Contohnya            PT Sidomuncul di Semarang dan CV Bhakti Nusantara Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, yang memanfaatkan kulit manggis dan daun sirsak.

Sidomuncul mengekstrak kulit manggis dan daun sirsak, lalu mengolahnya menjadi kapsul. Sementara Bhakti Nusantara Indonesia menggabungkan kedua herbal itu menjadi sirup. Di Kota Bogor, Jawa Barat, PT Trias Sukses Dinamika mengombinasikan kulit manggis dengan mengkudu yang juga mengandung antioksidan tinggi.

Namun, dokter yang juga herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, mewanti-wanti agar konsumen berhati-hati dalam mengonsumsi antioksidan. “Antioksidan bersifat akumulatif dalam tubuh,” ujar dr Sidi. Jika jumlahnya menumpuk dan terlalu lama menumpuk dalam tubuh, antioksidan akan berubah menjadi prooksidan yang justru dapat memicu kanker. Untuk mengatasinya perlu antioksidan yang dosisnya jauh lebih banyak lagi.

Oleh karena itu sebaiknya konsumsi antioksidan selama gejala penyakit masih terasa. “Jika sudah membaik, hentikan konsumsi minimal 6 bulan. Setelah itu bisa konsumsi kembali,” ujar Sidi. Dengan begitu antioksidan tetap menjaga tubuh dari gempuran radikal bebas tanpa menimbulkan efek samping negatif. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari)

FOTO:

  1. Buah zaitun mengandung senyawa hydroxytyrosol yang mengandung antioksidan sangat tinggi
  2. Kulit manggis kini semakin banyak digunakan sebagai bahan baku suplemen antioksidan
  3. Thomas Widjaja, kadar antioksidan tertinggi buah zaitun justru datang dari air perasan buah yang selama ini menjadi limbah
  4. Euis Siti Maemunah, kondisi jantungnya membaik setelah dua bulan mengonsumsi sirup yang mengandung hydroxytyrosol dari buah zaitun
  5. Tingginya polusi kendaraan menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan tubuh sehingga menyebabkan penyakit degeneratif
  6. Berbagai produk suplemen antioksidan kini bertebaran di pasaran

 

BOX:

Waspada Radikal Bebas

Ketidakseimbangan antara antioksidan dalam tubuh dengan paparan radikal bebas yang berlebih menyebabkan organ tubuh mengalami stres oksidatif yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img