Tuesday, November 29, 2022

Pereda Radang Hati

Rekomendasi

Dr dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, “Pembengkakan terjadi karena hati mengalami radang.”Kulit manggis kaya antioksidan mengatasi pembengkakan hati dan asam lambung.

Selepas tengah malam sejak Oktober 2011 sungguh berat bagi Kasman SIP. Setiap pukul 02.00 ia terbangun karena nyeri di ulu hati dan berkeringat dingin. “Saya tidak tidur sampai pagi,” kata ayah 3 anak itu. Ia merasakan gangguan itu selama 2 bulan. Itu berawal dari pandangan Kasman yang mulai kabur serta perut kembung.

Kasman yang khawatir dengan kondisi itu memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam di rumahsakit di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dokter mendiagnosis warga Desa Karang Harum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, itu mengalami pembengkakan hati. Kadar asam lambung Kasman juga tinggi. Sayang, Kasman lupa angka persis kadar asam lambung. Kadar asam lambung normal berkisar 3—4.

Radang kronis

Dokter spesialis penyakit dalam Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, Dr dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, mengatakan pembengkakan hati terjadi karena hati mengalami radang. Peradangan terjadi akibat infeksi atau noninfeksi seperti keracunan obat berbahan parasetamol. Pembengkakan hati terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronis. Radang hati akut yang tidak segera ditangani menyebabkan kematian. Sementara radang hati kronis berpeluang berkembang menjadi sirosis atau kanker.

Kasman, alumnus Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi, Jawa Barat, itu menderita radang hati kronis sehingga dokter memberikan obat antiradang hati plus penurun asam  lambung. Demi meraih kesembuhan pria 35 tahun itu disiplin mengonsumsi obat dokter hingga 2 bulan. Sayang, kesembuhan ibarat jauh api dari panggang. Saat Kasman memeriksakan diri kepada 2 dokter lain di rumahsakit berbeda, hasil diagnosisnya sama: pembengkakan hati dan kadar asam lambung tinggi.

Sebab tak kunjung sembuh itu Kasman berupaya menjalani pengobatan herbal. Ia menemui dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir pada Maret 2012. Paulus meresepkan kombinasi herbal terdiri atas kulit manggis, rimpang temulawak, rimpang kunyit, temuireng, daun sukun, daun pegagan, lidah buaya, daun tespong, daun sambiloto, dan daun meniran. Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu memberikan ramuan dalam bentuk simplisia kering.

Kasman merebus ramuan herbal itu dalam dua gelas air hingga mendidih dan bersisa segelas. Ia lalu meminumnya sesudah makan. Frekuensi konsumsi tiga kali sehari masing-masing 1 gelas.  Selama 3 pekan rutin menyatakan mengonsumsi ramuan herbal itu, kondisi Kasman berangsur membaik. Ia sudah tidak lagi merasakan nyeri di ulu hati dan bisa tidur nyenyak. Meskipun begitu ia tetap mengonsumsi herbal itu hingga 3 bulan berikutnya untuk menjaga kesehatannya. “Saya juga mengonsumsi kapsul temulawak untuk menjaga kesehatan lever,” kata Kasman.

Antioksidan

Menurut Paulus kulit manggis Garcinia mangostana dalam ramuan itu berperan sebagai antioksidan. “Antioksidan memacu regenerasi sel lever untuk mengganti sel-sel rusak sekaligus mencegah kerusakan sel lever,” ujar dokter yang pernah praktik di Ethiopia dan Uganda itu. Kadar antioksidan kulit buah anggota famili Cluciaceae itu memang tinggi. Hasil penelitian Wiwin Supiyanti dan rekan dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang menunjukkan daya antioksidan kulit manggis 8,5 µg/ml berdasarkan parameter EC50.

Rimpang temulawak Curcuma xanthorriza berperan menetralisir racun di dalam tubuh, sedangkan sambiloto dan meniran meningkatkan sistem imun. Belum ada riset ilmiah yang mendukung peran kulit manggis mengatasi pembengkakan hati. Namun, hasil penelitian Lih Geeng Chen dan rekan dari National Chiayi University, Taiwan, menyebutkan kulit manggis berefek antiinflamasi. Riset yang termaktub dalam “Food and Chemical Technology”: itu menunjukkan alfamangostin dan betamangostin dalam kulit Garcinia mangostana menghambat aktivitas prostaglandin E2 (PGE2), faktor pemicu radang sehingga radang berkurang dan mengurangi nyeri.

Begitu juga peran kulit manggis dalam menurunkan asam lambung. Namun, hasil penelitian P Mahendran dan rekan dari University of Madras, India, membuktikan kerabat manggis, asam malabar Garcinia gummi-gutta berkhasiat mengatasi penyakit saluran pencernaan seperti mag. Pemberian 1 gram ekstrak buah asam malabar per kg bobot tubuh tikus selama 5 hari, 10 hari, dan 15 hari melindungi mukosa lambung dari indometasin, obat pereda nyeri.

Asam malabar menurunkan kadar asam dan meningkatkan imunitas lambung. Namun, menurut herbalis di Tangerang Selatan, Lukas Tersono Adi, rimpang kunyit lebih berperan dalam mengatasi penurunan asam lambung. “Kulit manggis bisa menyebabkan sakit pinggang bagi seseorang dengan metabolik ginjal kurang bagus,” kata Lukas. Oleh karena itu ia menyarankan penggunaan rimpang kunyit dan daun kumis kucing untuk mengatasi asam lambung. (Riefza Vebriansyah)

FOTO:

  1. Kulit manggis berkhasiat antioksidan kuat
  2. Dr dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, “Pembengkakan terjadi karena hati mengalami radang.”
  3. Daun meniran meningkatkan sistem imun tubuh yang terkena pembengkakan hati
Previous articleAntioksidan? Itu Perlu
Next articleMelejit 3 Kali Lipat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img