Saturday, August 13, 2022

Aral Beternak Gabus

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pasar gabus memang bagus. Namun, untuk membudidayakannya bukan berarti tanpa kendala. “Budidaya gabus itu gampang-gampang susah,” ujar Kepala Seksi Pengolahan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Norman Riyadi. Salah satu hambatan itu adalah sifat kanibal. Sifat itulah yang menyebabkan tingkat kematian gabus tinggi.

Kanibalisme dan penyakit bintik putih menjadi ancaman budidaya gabus.
Kanibalisme dan penyakit bintik putih menjadi ancaman budidaya gabus.

Untuk mencegah kanibalisme Norman menyarankan untuk menggunakan bibit berukuran seragam yang panjangnya 10—15 cm. Sayangnya untuk mencari penyedia bibit sebesar itu sulit. Sebagian besar penyedia bibit gabus menjual bibit berukuran 5—7 cm. Oleh sebab itu Norman menyarankan para peternak agar membuat kolam pendederan. Menurut pembibit gabus di Kabupaten Lumajang, Eko Rudi Feriawan, para peternak mendederkan bibit berukuran 4—5 cm di kolam pendederan dengan populasi 50—75 ekor per m² selama 2 bulan hingga bibit berukuran 10—12 cm. Selanjutnya ikan dipindah ke kolam pembesaran dengan populasi 20 ekor/m².

Ancaman kematian lainnya adalah serangan penyakit bintik putih atau white spot. Menurut Agus Rochdianto, penyuluh perikanan madya di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, penyebab penyakit yang juga dikenal dengan penyakit ich adalah Ichthyopthirius multifiliis, sejenis protozoa berbentuk oval yang diselimuti silia. Penyakit itu bersifat obligat parasitik dan sangat ganas karena bisa mematikan 100 persen populasi bibit dan ikan dalam hitungan jam.

Peternak gabus di Sleman, Yogyakarta, Albertus Budi Setiawan, mengatakan, “Jika saat siang sudah terlihat 20—30 ekor dalam satu kolam terserang penyakit, maka sore hari sudah harus diobati. Kalau tidak malam hari 60% ikan sudah tertular penyakit itu.” Untuk pertolongan pertama Budi menaburkan garam dengan dosis 200 g per m². Pengobatan itu dilakukan setiap hari sekali selama 3 hari atau lihat kondisi ikan. Jika tidak ada perubahan dan makin banyak ikan yang sakit, gunakan obat antiparasit dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Sifat gabus yang suka melompat juga menjadi penyebab kematian ikan predator itu. Itulah sebabnya pemakaian jaring pada budidaya sangat penting. Para peternak memasang jaring di sekeliling kolam hingga ketinggian 1 m. Seandainya berbagai kendala itu teratasi, gabus pun menjanjikan laba bagus. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari dan Ian Purnama Sari)

Previous articleKontes Cupang Lampung
Next articleAral Tanaman Air
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img