Friday, December 9, 2022

Aroma Teh Pikat Patin

Rekomendasi

“Memancing sudah menjadi hobi saya sejak kecil,” ujar Pratama D Persadha, S Sos, MM, pemilik AdhirajaAroma teh ampuh memikat patin.

Panitia lomba komunitas Fishy Forum (FF) belum lama meniup peluit tanda lomba dimulai. Dua puluh menit berselang, kegaduhan terlihat dari lapak nomor 4 di Kolam Pemancingan Adhiraja di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat itu.  Zhaphux Angga, pehobi dari Depok berhasil mengangkat seekor patin berbobot 6,95 kg. Kuncinya? Campuran sagu beraroma teh. “Esens teh dan buah memang andalan saya,” ujar ayah 4 anak yang merebut juara pertama pada lomba itu.

Ia meramu esens teh itu bersama umpan hasil racikan 1 jam sebelum lomba. Angga menjelaskan  pemberian esens penting untuk memikat ikan. “Setiap ikan berbeda ketertarikan pada bau umpan,” katanya. Bila patin menyukai aroma teh, bawal lebih menyukai aroma wangi kue. “Pehobi perlu mengetahui karakter aroma yang disukai ikan,” ujar pehobi yang sudah menggunakan esens sejak 2003 itu.

Racik

Esens yang digunakan dalam mancing sebenarnya food esensce atau pemberi aroma makanan. Tujuannya untuk menambah citarasa atau mengubah rasa dan aroma dari umpan dasar yang digunakan. Aroma itu terbagi menjadi dua berdasarkan kekuatan yang dihasilkan yakni: lembut dan keras. Esens beraroma kuat contohnya aroma nilam, usar, dan sereh, biasanya dilarang di beberapa kolam pemancingan karena dapat merusak kondisi kolam.

Menurut Satryo, panitia lomba mancing,  aroma susu, pandan, kue, keju, dan seafood lebih lembut sehingga menjadi pilihan pehobi di lomba mancing. “Aroma ini banyak dipakai pada lomba galatama,” kata pria yang akrab dipanggil Tongtji itu. Galatama lebih menitikberatkan pada tangkap dan lepas. Artinya ikan yang terpancing setelah terdata, akan dilepas kembali. Salah satu proses penting dalam meracik umpan adalah mengatur komposisi aroma. Berdasarkan pengalaman, Angga yang sohor dengan sapaan Zhaphux itu mencampurkan 3 sendok makan sagu, 1 gelas air, dan 3 sendok makan esens oplosan.

“Sagu mutlak dalam membuat umpan karena bersifat mengikat bahan lainnya yang dipakai sebagai campuran,” ujar pehobi mancing alumnus Universitas Gunadarma itu. Ia akan memasukkan seluruh bahan yang tercampur ke dalam plastik, lalu mengikat, dan meletakkan di atas air yang sedang didihkan dengan api kecil. Bersamaan dengan itu ia menekan-nekan pakan secara pelan supaya campuran umpan membentuk ongol-ongol.

Aroma bentuk pasta sering kali mengubah warna umpan dari semula bening menjadi warna dari pasta itu sendiri. “Sebetulnya perubahan warna itu tidak mempengaruhi ketertarikan ikan pada umpan,” ujar Angga. Keunggulan esens cair adalah beraroma lebih kuat saat umpan berada di dalam air. “Tidak ada patokan soal esens sebetulnya. Setiap pemancing punya takaran sendiri berdasarkan pengalaman,” kata pria yang menggemari mancing sejak SMP itu.

Banyak

Seberapa penting pemakaian esens untuk mancing? Ikan yang terbiasa dengan kondisi mancing perlu dirangsang dengan pemberian esens. Karena ikan meraba dan menyentuh umpan melalui penciumannya. Riset Hariady Rachman dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Insitut Pertanian  Bogor, pada 2008 memperlihatkan ikan sangat sensitif terhadap aroma yang akan merangsang organ olfaktoris—sel reseptor utama indra penciuman—sehingga tertarik.

Kuat atau tidaknya efek aroma ternyata dipengaruhi oleh arus air. Harap mafhum, arus air merupakan media transfer bau paling baik di air yang mempengaruhi kecepatan ikan menangkap aroma itu. Sejak 1980 umpan beraroma sudah ada, tapi variasi rasanya tidak sebanyak sekarang. Para pehobi mancing saat itu hanya mengenal aroma ubi dan jagung untuk memikat ikan. Saat ini di pasaran sudah beredar ratusan jenis aroma, mulai dari aroma buah, kue, seafood, dan rempah-rempah.

Diva Esens, produsen esens di Jakarta, bahkan mendapatkan piagam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) pada Februari 2013 sebagai penghasil aneka aroma mancing terbanyak hingga 200 jenis. “Seni memancing itu adalah meracik umpan memakai esens yang sesuai,” ujar Rio Susanto, manajer Diva Esensce. Bagaimana daya tahan esens? Rio Susanto menuturkan esens dapat bertahan hingga 6 bulan. “Hampir sama dengan esens untuk kue,” ujar Rio yang menyebutkan  saat ini pehobi terus bertambah. Angga salah satu yang sudah merasakan manfaat memakai aroma untuk mancing. (Rizky Fadhilah)

 

FOTO:

  1. “Memancing sudah menjadi hobi saya sejak kecil,” ujar Pratama D Persadha, S Sos, MM, pemilik Adhiraja
  2. Para pemenang di acara mancing bareng FF di kolam Adhiraja, Depok. Penggunaan esens salah satu kunci juara.
  3. Pemberian esens bertujuan untuk mengubah rasa dan aroma dari umpan dasar yang digunakan
Previous articleKali Ketiga Cointreu Jawara
Next articleKolam Hijau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img