Sunday, January 25, 2026

Atasi Aral Beternak Anas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Nur Khosim masygul karena 300 itik miliknya mati pada Januari 2019. Rinciannya 100 itik siap panen dan sisanya itik berumur 20 hari. Kerugian peternak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, itu lebih dari Rp3 juta. Jumlah itu kehilangan yang relatif besar bagi peternak skala kecil seperti Khosim. Sebelum meregang nyawa, itik Anas javanica malas makan.

Lalu unggas yang nenek moyangnya merupakan itik liar dari Amerika Utara itu mati pada keesokan hari. Menurut Khosim itik mati karena penyakit mata biru. Mata itik yang mati berwarna biru. Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang (Unisma), Ir. Sunaryo, M.Si., mengatakan, salah satu tantangan beternak itik di Malang dan sekitarnya yaitu virus mata biru terutama saat pergantian musim.

Selain DOD dan pakan bermutu, menjaga kebersihan kandang mendukung keberhasilan budidaya itik. (Dok. Trubus)

Peneliti itik di Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dr. Ir. Triana Susanti, M.Si., menuturkan ada penyakit rabun mata pada itik karena meminum air kotor. Warna matanya abu-abu, bukan biru. Akibat rabun itik tidak bisa melihat sehingga tidak bisa makan dan akhirnya mati. Triana menyarankan segera pisahkan itik penderita rabun mata atau pindahkan itik sehat ke tempat baru.

Sebetulnya, “Itik jarang sakit asalkan biosekuritas bagus,” kata penanggung jawab prgram nonruminansia di Balitnak itu. Biosekuritas yang dimaksud antara lain menggunakan air sumur bersih untuk minum itik. Air yang mengalir lebih baik. Kebersihan kandang juga mendukung biosekuriti. Pakan pun menjadi hambatan karena harganya yang cenderung naik saban tahun.

Solusinya menggunakan pakan berbasis bahan lokal seperti yang dilakukan Munasrib di Mojokerto, Jawa Timur (baca Siasat Hemat Pakan halaman 56—57). Tantangan lain beternak itik yakni pemasaran. Peternak itik di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Entong Gunawan, kesulitan menjual itik pada 2016. Saat itu Entong baru menambah populasi kandang menjadi 900 itik dari semula 160 ekor.

Tengkulak pun menentukan harga seenaknya. “Kini menjual itik lebih mudah karena banyak yang cari,” kata Entong yang beternak itik sejak 2016. Apalagi perusahaan penyedia day old duck (DOD) di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, PT Putra Perkasa Genetika membuka program kemitraan. Peternak mitra membeli DOD dan pakan, lantas menjual hasil panen ke perusahaan. Entong pun kini bergabung menjadi mitra perusahaan itu. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img