
Bawang lanang membantu penyembuhan asam lambung.
Pengusaha kuliner di Pondokaren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Ahmad Fauzi, kerap merasa mual, pegal, pusing, dan susah tidur hingga berhari-hari. Bobot tubuhnya pun menurun drastis, dari 85 kg menjadi 70 kg. Khawatir bertambah buruk, ia pun memeriksakan diri ke dokter di dua rumah sakit berbeda. Namun, hasil diagnosis dokter sama, Fauzi hanya mengalami kelelahan biasa.
Harap mafhum, setiap hari ia bekerja dari pagi hingga larut malam. Pada akhir 2012, ia kembali merasakan mual. Kali ini bertambah parah karena disertai gejala batuk dan tubuh menjadi lemas setiap hari. “Makan apa pun rasanya tidak enak, badan pegal, dan napas sesak,” ujar Fauzi. Oleh karena itu, ia pun harus menjalani perawatan di rumah sakit. Selama opname kondisi Fauzi semakin parah.
Asam lambung
Dokter lalu memberinya obat untuk jantung dan pengencer darah. Efek samping obat itu Fauzi merasakan rahangnya seperti lunak, serasa mau lepas. Efek lain, ia sulit buang air besar selama 4 hari. Dokter lalu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan melakukan endoskopi. Hasil pemeriksaan menunjukkan, Fauzi menderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Namun, karena mengalami kesalahan diagnosis dan alergi obat, Fauzi malah kapok untuk mengonsumsi obat dari dokter. Ia mendatangi terapis dan herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Agus Purwanto, sambil membawa hasil uji laboratorium. Menurut Agus gejala mual, sakit tenggorokan, serta air liur mengental dan berbusa yang dialami Fauzi memang merupakan gejala asam lambung.

Gejala lain nyeri pada ulu hati atau rasa seperti terbakar di dada akibat asam lambung naik ke esofagus. Asam lambung juga memmicu hipertensi. Oleh sebab itu tekanan darah Fauzi melonjak hingga 240/130 mmHg, normal 120/80 mmHg. Menurut Agus asam lambung bisa disebabkan minuman beralkohol, minuman berpengawet, makan tidak teratur, rokok, kopi, dan makanan pedas dan sangat asam.
Akibatnya tingkat keasaman di lambung meningkat hingga pH 2,5. Jika di lambung terdapat luka, maka akan terasa perih. Gejala lain seperti pusing, leher pegal, dan mudah marah adalah efek samping asam lambung yang memicu hipertensi. Oleh karena itu Agus menyarankan agar segera mengecek tekanan darah dan memeriksakan diri ke dokter jika kerap mengalami gejala tersebut.
Pemicu lain hipertensi adalah kadar gula darah tinggi, gangguan ginjal, dan stres. Oleh sebab itu, penderita asam lambung biasanya menjalani beberapa pengecekan, seperti tingkat kekentalan darah, kadar kolesterol, kondisi ginjal, dan kadar gula. Menurut dokter dan juga herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, dr. Prapti Utami, makanan adalah faktor utama timbulnya penyakit asam lambung.
Prapti Utami menuturkan, “Penderita asam lambung sebaiknya menghindari makanan terlalu asin, masam, berlemak, dan berminyak.” Selain itu penderita juga harus menghindari aktivitas yang memicu kelelahan fisik dan stres. Sebab, kondisi itu memicu naiknya asam lambung. “Faktor genetik juga berpengaruh,” kata dokter alumnus Universitas Diponegoro itu.
Bawang lanang

Untuk mengatasi keluhan Fauzi, Agus memberikan resep berupa ramuan herbal yang terdiri atas campuran 11 siung bawang lanang, 3 buah bawang bombay, dan 3 buah jeruk nipis. “Bawang lanang ialah bawang putih berumbi tunggal. Efek yang dihasilkan sama seperti bawang putih. Jika dikonsumsi sesuai dosis, tidak akan menimbulkan masalah pada lambung, kecuali penderita gastritis hati,” ujar ahli pengobatan Tiongkok, dr. Willie Japaris.
Untuk mengonsumsinya, masukkan seluruh bahan ke dalam blender, lalu tambahkan 100 ml air. Blender hingga halus, kemudian saring dan ramuan pun siap konsumsi. Agus alumnus Sekolah Akupuntur dan Moksibasi, Jakarta Selatan, itu mewajibkan Fauzi untuk meminum satu sendok makan ramuan 3 kali sehari satu jam sebelum makan. Tujuannya agar ramuan herbal lebih dulu diserap oleh tubuh.
Setiap kali selesai mengonsumsi herbal, minum minimal satu gelas air putih hangat. Setelah dua bulan mengonsumsi ramuan herbal bawang lanang itu, kondisi Fauzi menjadi lebih baik. Gejala mual, sakit tenggorokan, dan pusing berangsur hilang. Nafsu makannya kembali normal dan mampu bekerja seperti biasa. Meski kondisi tubuhnya sudah membaik, Fauzi tetap menjalani terapi akupuntur di Rumah Terapi Herbal milik Agus Purwanto.
Fauzi juga masih rutin mengonsumsi ramuan herbal dan menghentikan meminum obat sintetis kimia. Selain itu ia juga mengatur pola pikir dan pola makannya. Menurut Agus di antara ketiga herbal dalam ramuan itu, yang berperan membantu mengobati asam lambung adalah bawang lanang. Sejak remaja Agus mengenal bawang lanang mampu mengobati penyakit dan meningkatkan stamina tubuh.

Ia kerap menggunakan bawang itu untuk mengobati pasien lambung, hipertensi, kolesterol, dan ginjal. Namun, selain mengonsumsi herbal, pola makan, pola pikir, dan gaya hidup pasien juga harus diperhatikan. “Kejiwaan pasien sangat memengaruhi efek pengobatan dengan herbal. Pasien tidak boleh stres,” ujar Agus. Menurut Fauzi ada dua macam bawang lanang, yaitu lokal dan impor.
“Bawang lanang lokal lebih kecil, umbinya putih, dan kulit luarnya putih agak kemerahan,” katanya. Ada pun bawang lanang impor biasanya berasal dari Tiongkok, berukuran lebih besar dari lokal dan berkulit putih. Umbi bawang putih tunggal itu andalan untuk mengatasi naiknya asam lambung. (Marietta Ramadhani)
