Sunday, August 14, 2022

Atasi Hama Nomor Satu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Hama penggerek batang musuh utama tin, selain karat daun.

Kumbang tanduk panjang hama nomor satu tanaman tin.
Kumbang tanduk panjang hama nomor satu tanaman tin.

Kumbang tanduk panjang menghancurkan impian pekebun di Gerik, Perak, Malaysia, Mattopi Lala, untuk memetik buah tin. Sebanyak 100 pohon tin varietas BTM-6 di kebun Mattopi mati akibat serangan Batocera rufomaculata. Kumbang anggota famili Cerambycidae itu memakan bagian dalam batang tin lalu bersarang di dalamnya. Mattopi Lala mengatakan, salah membuka kebun tin di sekitar hutan lebat dan bersebelahan dengan kebun karet.

Kumbang mulai serangan dari batang lunak hingga batang keras.
Kumbang mulai serangan dari batang lunak hingga batang keras.

Apalagi ia menanamnya di tempat terbuka, tanpa penutup baik jaring atau greenhouse. ”Penggerek batang mungkin datang dari kebun karet itu. Silapnya saya tanam secara terbuka. Bila menanamnya secara tertutup menggunakan rumah plastik mungkin tidak apa,” ujar pria 61 tahun itu. Petani tin itu mencoba mengendalikan serangan kumbang dengan insektsida. Namun, upaya gagal.

Tak mempan insektisida
Mattopi menduga kumbang berkembang-biak di kebun karet yang banyak kayu lapuk. Makanya ia menyarankan, “Bila memilih lokasi untuk kebun tin sebaiknya tidak bersebelahan dengan ladang karet atau di tepi hutan lebat,” ujar Mattopi Lala. Tetangga Matopi yang menanam 20 pohon varietas BTM-6 juga bernasib sama. “Penggunaan insektisida tidak memberi hasil maksimal jika tidak digunakan sekerap mungkin. Namun, itu tidak elok,” ujar Matoppi.

Pemakain media tidak matang mengundang nematoda.
Pemakain media tidak matang mengundang nematoda.

Kebun di bukit itu sebenarnya untuk pembibitan masal. Namun, belum sempat berproduksi kumbang menyerangnya. “Masa itu saya kurang arif tentang penggerek batang sehingga banyak tanaman mati,” ujar Mattopi Lala. Menurut petani tin di Selangor, Malaysia, Fahmie Abu Bakar, kebun di pinggir hutan itu sangat rentan terserang hama yang datang dari hutan. Salah satu pioner tin di Malaysia itu mengatakan, hama itu masih bisa diatasi.

Upaya mengontrol hama dengan memasang jaring dan sering mengontrol tanaman. “Di kebun saya pun pernah ada hama penggerek batang. Namun, sejak saya memasang jaring, tanaman selamat dari serangannya,” kata pemilik grup bisnis Formeniaga di Seri Kembangan, Selangor itu. Ukuran hama penggerek batang itu besar, sehingga bila petani memasang jaring hama tidak dapat menembus masuk.

Menurut Fahmie bila pohon luka, harus segera ditutup dengan cat. Baik luka karena kena mesin pangkas rumput, terbakar sinar matahari, luka pangkas, atau luka cangkok. Menurut Fahmie kebun tin terkemuka di Spanyol, yaitu Monserrat Pons Boscana, pun melakukan hal serupa. Para petani di negeri Matador melumuri pangkal batang hingga setinggi 120 cm dengan pestisida.

Sanitasi kebun

Mattopi Lala rugi puluhan juta rupiah akibat 100-an pohon tin diserang kumbang.
Mattopi Lala rugi puluhan juta rupiah akibat 100-an pohon tin diserang kumbang.

Fahmie mengatakan, petani pun bisa memakai cat kayu untuk menutup luka. Bila serangga itu telanjur masuk, Fahmie menggunakan pestisida yang mengandung Bacillus thuringiensis spp kurastaki. Menurut kolektor tin Jakarta Selatan, Fauzi Efendi, hama penggerek batang juga termasuk hama penting tin di Indonesia. Menurut Fauzi bila petani tidak merawat kebun dengan baik, serangga itu bisa merusak 10—20% populasi.

Serangga itu masuk ke tanaman lewat luka setelah memotong cangkokan. Oleh karena itulah setelah memotong cangkokan, Fauzi segera menutup luka dengan obat penutup luka yang mengandung fungisida. Bila tidak ada luka serangga tropical fig borer itu masuk ke tanaman lewat batang muda atau cabang, atau akar tanaman yang terbuka karena tanahnya tergerus hujan atau air siraman.

Dari bagian lunak tanaman itu, larva yang baru menetas mengorek ranting atau cabang sehingga daun tanaman layu. Setelah itu ia akan bergeser ke cabang atau batang utama. Pada saat yang sama, ia pun membuang serbuk halus lewat lubang kecil di batang. Bila serbuk basah, berarti larva masih berada di dalam batang. Umur larva berkisar 80—120 hari. Namun, bila serbuk kering, berarti larva masuk ke dalam tanah (media).

Lama periode kepompong 20—40 hari. Pada umur 100 hari, kumbang menjadi dewasa berwarna cokelat dengan ciri bersungut panjang. Bila ingin mengendalikan hama yang bersembunyi dalam batang, maka suntikkan racun serangga baik kimia berbahan aktif dimethoate, fumigasi (pengasapan), atau organik. Masukkan racun itu lewat lubang yang mengeluarkan serbuk atau fras yang masih basah.

Kerusakan akibat serangan hama bisa sampai perakaran tin.
Kerusakan akibat serangan hama bisa sampai perakaran tin.

Masukkan pestisida lalu sumbat dengan lilin. Amati setelah 3—4 pekan kemudian. Bila masih ada fras baru yang masih segar, ulangi lagi perlakuan itu. Bila tidak ada lubang baru, berarti batang bebas dari kumbang penggerek batang. Bila menemukan ranting dengan daun kering, maka patahkan ranting itu dan bongkar untuk menemukan larva di dalamnya. Lalu bakar cabang dan batang yang kering untuk memusnahkan telur atau larva di dalamnya.

Selain hama penggerek batang, nematoda juga musuh tin yang tidak kasat mata. Menurut Fauzi Efendi, nematoda menjadi sumber bencana pada musim panas. Pangkal masalahnya, yaitu penggunaan media yang tidak steril atau pupuk kandang kurang matang. Akibatnya pertumbuhan tanaman stagnan alias dorman, daun rontok, sehingga seluruh batang mengering. Bila kita mencabut batang, terdapat bintil akar pada akar.

Untuk mengontrol nematoda dan gulma, Fahmie menutup area penanaman dengan plastik hitam perak. Tujuannya bila panas matahari menerpa plastik, maka media di bawah plastik sedalam 6 inci bersuhu hangat. Dengan kondisi hangat, nematoda tidak bisa berkembang-biak. Ia pun mencoba menggunakan serbuk sabut kelapa murni untuk menanan fignya, dan tanaman tetap bebas serangan nematoda. (Syah Angkasa)

Previous articleLebatkan Buah Anggur
Next articleCegah Hama Kepik
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img