Sunday, November 27, 2022

Baobab Tiga Tahun Berbuah

Rekomendasi

Warga Eropa dan Afrika memanfaatkan buah baobab sebagai bahan baku suplemenMasih muda, baobab berbuah.

Sebuah pohon baobab Adansonia digitata berumur 3 tahun di Karawang, Jawa Barat, itu tumbuh subur. Tinggi pohon 2,5 m dengan lingkar batang seukuran paha orang dewasa. Yang istimewa, pada pohon itu bergelayut 8 buah baobab seukuran botol mineral 500 ml yang menggelantung di tajuk. Padahal, lazimnya pohon asal Benua Afrika itu berbuah setelah berumur puluhan tahun.

Baobab koleksi Taufik Jaya itu salah satu dari ribuan biji baobab yang ia semai pada 2010. Sementara pohon baobab lain hanya pamer daun dan cabang tanpa buah. Menurut pemilik Nurseri Gonku di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Heri Syaifudin, baobab muda memang belum saatnya berbuah. Baobab berumur kurang dari 5 tahun sosoknya meninggi dengan cabang yang rimbun karena pertumbuhan cepat. Pada beberapa tanaman pangkal batang mulai membesar hingga seukuran paha orang dewasa.

Sambung pucuk

Berdasarkan data yang dilansir situs Kew Royal Botanical Garden di London, Inggris, baobab Adansonia digitata berbunga dan berbuah perdana pada umur 16—23 tahun. Pantas jika banyak kolektor tak sabar menunggu. Sebut saja Judy Prajitno di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, yang rela membeli baobab umur belasan tahun dengan harapan cepat berbuah. Bahkan, kolektor lain memilih membeli pohon berumur puluhan tahun yang sudah pernah berbuah.

Di kebun Taufik ada 8 baobab umur 3—4 tahun yang belajar berbuah sepanjang 2013. Setiap pohon memunculkan 3—10 buah. Menurut Wawan Kustiawan Syarief, penangkar buah di Karawang, Jawa Barat, kunci sukses Taufik membuahkan baobab pada usia muda adalah berkat teknik sambung pucuk. Taufik menyisipkan potongan cabang dari pohon berumur puluhan tahun yang sudah pernah berbuah sepanjang 10 cm pada ujung batang baobab muda pada 2012.

Sebulan pascasambung, cabang yang semula panjangnya 10 cm tumbuh menjadi 5—10 kali lipat dengan banyak cabang di kiri dan kanan. Setahun kemudian tajuk kian kompak dan menghijau. Namun, tak lama berselang daun berguguran pada musim kemarau. Pascagugur daun, malah muncul bunga dan buah baobab. “Saya juga tak percaya saat melihat bunga baobab pertama kali dari pohon muda, tapi ini benar-benar terjadi,” kata Taufik.

Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra MS, teknik sambung pucuk dapat memanipulasi pohon muda menjadi cepat berbuah. Teknik itu lazim digunakan pada tanaman buah seperti durian atau tanaman hias seperti adenium. Bedanya pada durian dan adenium tujuan sambung pucuk untuk melipatgandakan jenis unggulan yang sifatnya sudah diketahui.

Namun, pada baobab hingga kini belum teridentifikasi jenis unggulan karena seleksi belum pernah dilakukan. Tujuan sambung pucuk semata-mata untuk mempercepat masa berbuah yang lama. Oleh karena itu syarat utama cabang untuk batang atas mesti berasal dari pohon yang pernah berbuah. Menurut Edhi, cabang dari pohon yang pernah berbuah merupakan kumpulan sel dewasa. Saat disambung pada baobab muda, sel dewasa menjadi mayoritas di pucuk. “Sel dewasa cenderung berkembang ke fase generatif untuk meneruskan keturunan sehingga cepat berbunga,” kata Edhi.

Kaki tiga

Menurut Wawan, kesuksesan Taufik membuahkan baobab muda dengan sambung pucuk membuat si buah super itu kini tak sekadar ditanam dari biji. “Dulu jangankan cari yang sambung pucuk, cari bibit dari biji saja sulit karena bijinya susah disemai,” kata Sugiono Budhiprawira, pehobi tanaman di Bogor, Jawa Barat. Maklum, biji baobab dibungkus cangkang yang tebal dan keras sehingga sulit berkecambah. (baca: Dongkrak Daya Kecambah Buah Super, Trubus, Januari 2011).

Kini setelah teknik semai buhibab—julukan baobab di Afrika—banyak dikuasai penangkar, maka teknik sambung pucuk mulai diterapkan pada baobab. Wawan malah memodifikasi teknik sambung pucuk dengan teknik kaki tiga dan kaki lima. Yang disebut pertama mirip teknik kaki ganda pada manggis Garcinia mangostana yang diperkenalkan Dr Moh Reza Tirtawinata. Tujuannya mempercepat pertumbuhan manggis. Yang terakhir mirip teknik hasilkan durian bawor di Banyumas, Jawa Tengah.

Teknik kaki tiga dan kaki lima pada baobab bertujuan untuk memoles sosoknya menjadi lebih eksotis. “Memang di Eropa dan Afrika baobab diambil buahnya untuk bahan suplemen. Namun, di tanahair ia ditanam juga untuk kebanggaan pemiliknya. Sosok baobab yang unik tentu menambah daya tarik,” kata Wawan. Menurut Wawan, sebulan pascaberkecambah dari biji baobab sudah dapat dibentuk kaki tiga atau kaki lima. Setelah 1—2 bulan mereka sudah menyatu dan siap disambung pucuk agar cepat berbuah.

Menurut Wawan, populernya teknik sambung pucuk dan kaki ganda pada baobab menjadi kabar gembira buat pehobi tanaman buah di tanahair. Mereka tak perlu lagi menunggu belasan tahun hingga baobab berbuah. Kelak sosok tanaman kerabat randu sarat buah tak melulu berasal dari pohon tua yang tumbuh meraksasa, tapi juga dari pohon muda setinggi 2,5 m yang berbatang eksotis dengan cabang yang kompak. (Ridha YK, kontributor Trubus)

 

FOTO:

  1. Warga Eropa dan Afrika memanfaatkan buah baobab sebagai bahan baku suplemen
  2. Dengan sambung pucuk masa berbuah baobab yang lama dipangkas menjadi hanya 3—4 tahun
  3. Sosok baobab kian eksotis dengan kaki ganda
  4. Baobab koleksi Taufik hasil perbanyakan dari biji, mulai berbuah pada 2013 dari biji semai 2010

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img