Wednesday, August 10, 2022

Berkat Bangle Langsung Langsing

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Dengan bobot 55 kg, Edwina Rahmayanti yang mempunyai tinggi badan 158 cm itu tampak langsing dan segar. Tentu saja ia masih menyimpan kenangan obesitas. Dulu, setiap kali hendak berdiri dari duduk, ia harus berjuang susah payah. Ia juga sering merasakan jantung berdebar-debar. Selain itu saat naik-turun tangga atau berjalan jauh, perempuan 50 tahun itu terengah-engah. ‘Sungguh sangat tersiksa bepergian dengan kondisi tubuh besar, cepat lelah,’ kata Edwina.

Obesitas itu dialami Edwina sejak 1993 ketika berusia 35 tahun. Saat itu bobot tubuh perempuan kelahiran Semarang 26 Oktober 1958 itu minimal 75 – 80 kg. Penyebab membengkaknya bobot tubuh karena gaya hidup yang buruk. Edwina jarang berolahraga. Sudah begitu ia gemar menyantap makanan cepat saji yang tinggi lemak dan kalori, serta rendah serat. Paduan sempurna yang memicu obesitas.

Faktor keturunan

Menurut Dr Mien Karmini seseorang disebut obesitas jika IMT (indeks massa tubuh) di atas 29; kegemukan, 25 – 29; normal, 18 – 25; kurus di bawah 18. IMT merupakan hasil pembagian antara bobot tubuh (kg) dengan tinggi tubuh (m) yang dikuadratkan. Edwina Rahmayanti, misalnya, dengan tinggi 158 cm disebut obesitas ketika bobot tubuh minimal 73 kg; kegemukan 62,25 – 72,21 kg.

Ahli gizi di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan itu mengatakan, ‘Obesitas terjadi karena jumlah energi yang masuk lebih besar daripada energi yang dikeluarkan.’ Energi itu berasal dari konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak. Kelebihan energi itu ditimbun menjadi lemak. Keri Lestari, periset Jurusan Farmasi Universitas Padjadjaran, mengungkapkan faktor genetis juga mempengaruhi obesitas hingga 20 – 25%.

Untuk mengurangi penumpukan lemak di tubuh, cara termudah adalah dengan rajin berolahraga. ‘Lakukanlah aktivitas fisik, paling tidak senam di pagi hari selama 30 menit. Gerakan senamnya terutama dikonsentrasikan pada bagian-bagian tempat menumpuknya lemak seperti perut, pinggul, paha, dan pangkal lengan,’ ujar Mien Karmini. Sayangnya, Edwina praktis tak pernah berolahraga, tetapi ia mempertahankan konsumsi makanan tinggi kalori.

Bangle

Pada 2003 – genap 10 tahun kegemukan – Edwina mencoba berbagai cara untuk menurunkan bobot tubuh. Mula-mula ia mengkonsumsi jamu-jamu pelangsing yang banyak beredar di pasaran. Jamu itu diminum selama sebulan. Namun, langsing yang ia harapkan tak kunjung datang. Edwina lalu memilih ramuan pelangsing herbal seperti kemuning dan kunci pepet. Bukan langsing yang didapat, tetapi ia sering merasa pusing dan mual karena tidak kuat terhadap reaksi yang ditimbulkan oleh ramuan itu. Perutnya terasa seperti diaduk-aduk, mual, dan muntah-muntah.

Oleh karena itu Edwina lantas menekuni olahraga untuk menurunkan bobot badan. Kombinasi yoga, aerobik, body language, bahkan angkat beban dilakukan rutin setiap pekan. Bobot tubuh memang turun, tetapi cuma 1 – 2 kg. ‘Terkadang malah naik lagi,’ ujar Edwina. Atas saran teman, ia mencoba mengkonsumsi rimpang bangle Zingiber cassumunar. Dosisnya 2 kapsul bangle dua kali sehari: pagi dan sore.

Selain itu ia juga mengubah pola makan: Edwina makan nasi hanya pada siang hari. Saat sarapan dan makan malam, Edwina cuma mengkonsumsi buah dan sayuran. Sebulan rutin mengkonsumsi bangle dan diet teratur, hasilnya fantastik. Bobot tubuh Edwina menyusut 20 kg. ‘Dari 75 kg bobot saya turun menjadi 55 kg,’ kata Edwina. Bahkan, sampai sekarang – 6 tahun kemudian – bobot tubuh stabil pada angka 55 kg.

Dengan tubuh ramping Edwina merasa lebih segar dan fit untuk beraktivitas. Naik tangga, berjalan jauh, atau bepergian ke luar kota pun bukan masalah lagi. ‘Tak cuma itu, sekarang saya jadi lebih percaya diri. Soalnya saya bisa mengenakan kembali baju-baju waktu saya masih gadis dulu,’ ujar Edwina tersenyum.

Rombak lemak

Rimpang bangle menurunkan bobot tubuh? Begitulah pengalaman Edwina yang didukung riset ilmiah. Menurut Prof Dr Latifah K. Darusman MS, kepala Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, bangle memang mampu meluruhkan dan menghambat penumpukan lemak. Mekanisme proses peluruhan lemak itu belum diketahui secara pasti. Latifah menduga bangle mengaktivasi kerja enzim lipase – enzim yang berperan merombak lemak dalam tubuh.

Dalam riset ilmiah, Latifah menguji pengaruh ekstrak bangle dari tiga jenis pelarut, yaitu air bebas ion, metanol 0%, dan etanol 30% terhadap enzim lipase yang berasal dari kapang Rhizopus arrhizus. Dari hasil pengujian, ketiga ekstrak itu menunjukkan adanya aktivitas lipase. Larutan yang paling kuat aktivitas lipasenya adalah ekstrak metanol, sedangkan aktivitas terendah ekstrak air bebas ion.

Aktivitas lipase ekstrak metanol 80% adalah 605,36 aktivitas/l/menit. Aktivitas itu lebih besar 4,5 kali daripada aktivitas enzim lipase murni (kontrol positif). Itu artinya pemberian ekstrak bangle memicu peningkatan kerja enzim lipase. Dengan kemampuan itulah bangle meluruhkan dan mencegah penumpukan lemak dalam tubuh. Bukti ilmiah lain disodorkan Budi Nuratmi, periset Penelitian dan Pengembangan Farmasi Departemen Kesehatan.

Riset Budi Nuratmi menunjukkan bahwa bangle juga berkhasiat melancarkan pencernaan. Nuratmi menguji seduhan bangle pada tikus yang menderita sembelit. Tikus-tikus itu diberi seduhan bangle secara oral dengan dosis 40 mg, 120 mg, dan 400 mg per 100 gram bobot tubuh. Hasilnya, sembelit tikus hilang dan defekasinya lancar. Itu artinya bangle berkhasiat laksansia alias antisembelit.

Yang tak kalah penting bangle aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik bagi tubuh. Hasil uji LD50 (lethal dosage) infus rimpang bangle yang dilakukan Nuratmi adalah 31,56 mg/10 gram bobot tubuh. Menurut penggolongan Gleason nilai LD50 itu termasuk dalam kelompok bahan practically non toxic tidak beracun.

Menurut Dennie Winardi dari PT Jamu Borobudur, selain bangle ada pula jati belanda yang berkhasiat meluruhkan lemak. Itu sejalan dengan penelitian Lies Andarini dari Jurusan Biologi, Universitas Airlangga, Surabaya. Ia membuktikan infus daun jati belanda mampu menurunkan bobot tubuh mencit. Empat pekan setelah pemberian 0,5 ml ekstrak daun jati Guazuma ulmifolia 5%, 10%, 15%, dan 20%, bobot tubuh mencit turun secara bermakna. Menghadapi obesitas? Rimpang bangle atau daun jati belanda layak masuk daftar obat penurun bobot tubuh. (Ari Chaidir)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img