Wednesday, September 28, 2022

Berlipat Untung karena Jagung

Rekomendasi

Trubus.id – Jagung menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat demi memperoleh penghasilan yang layak.  Sejauh mata memandang hamparan tanaman jagung beragam umur tumbuh subur. Mulai dari tanaman berumur beberapa pekan hingga yang siap panen.

Tidak hanya di lahan, jagung pun memenuhi jalan desa. Masyarakat menjemur jagung utuh hingga jagung pipil di sepanjang jalan desa. Tugu jagung dan padi di sebuah gang makin meneguhkan desa itu sebagai sentra jagung. Itulah pemandangan yang Trubus jumpai ketika berkunjung ke Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada awal Juni 2022.

Terdapat 4 kelompok tani di Desa Pucangrejo, salah satunya Kelompok Tani Mulya Tani. Menurut Ketua Ketua Kelompok Tani Mulya Tani, Kamsani, lahan penanaman jagung di desa itu mencapai 150 hektare (ha).

Lahan kelolaan 4 kelompok tani mencapai 90 ha. Setiap petani memiliki luas lahan berbeda. Mulai dari beberapa meter persegi hingga 1 ha. Mayoritas petani di desa seluas 319,2 ha itu menanam padi dan jagung.

“Sekitar 60% lahan milik anggota Kelompok Tani Mulya Tani ditanami jagung, sisanya padi,” kata Kamsani.

Menguntungkan

Lazimnya petani menanam padi di lahan dengan ketersediaan air yang memadai. Meski begitu, selesai memanen padi, para petani menanam jagung. Pola penanaman di lahan itu yakni padi-jagung-padi.

Adapun lahan yang pasokan airnya berkurang saat kemarau ditanami jagung. Petani baru menanam padi saat musim hujan. Namun, ada beberapa petani yang membudidayakan jagung di lahan itu sepanjang tahun. Menurut Kamsani jagung menjadi andalan warga Desa Pucangrejo sejak 2012.

Sebelumnya petani mengandalkan tembakau sebagai sumber pendapatan utama. Harga tembakau yang terpuruk mendorong para petani membudidayakan jagung. Apalagi saat ini harga jagung lebih bagus dibandingkan dengan tembakau.

Sejak saat itulah penanaman jagung meluas di Desa Pucangrejo dan sekitarnya. Beruntungnya lagi terdapat sekitar 7 pengepul yang siap menerima jagung dari para petani. Mengapa petani menanam jagung pipil, bukan jagung manis?

Alasannya ada pihak-pihak yang membeli berapa pun jumlah jagung pipil. Sementara pemasaran jagung manis hanya orang tertentu yang bisa. “Di sini ada petani yang menanam jagung manis di lahan 3,5 ha beberapa waktu lalu.

Hasil panen tidak laku terjual karena tidak ada yang membeli,” kata Kamsani. Sebetulnya penanaman jagung pipil sudah ada sejak masa kejayaan tembakau di Desa Pucangrejo. Namun, saat itu harga jagung rendah sekitar Rp2.000 per kg, sedangkan harga tembakau lebih tinggi mencapai sekitar Rp5.000 per kg.

Kebun jagung.(Dok. Trubus)

Kini kondisi berbalik dan petani mendapatkan keuntungan dari penjualan jagung. Hitungan Kamsani petani mendapatkan laba bersih sekitar Rp12 juta dari kebun jagung seluas 1 ha setelah pemeliharaan sekitar 3 bulan.

Artinya pendapatan bulanan petani mencapai Rp4 juta. Jumlah itu 1,7 kali lebih tinggi daripada upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Kendal yang hanya Rp2,3 juta. Tidak heran banyak petani yang menanam jagung di Desa Pucangrejo dan sekitarnya.

Apalagi budidaya jagung relatif mudah. Mula-mula petani merendam 5 kg benih dalam larutan insektisida dan fungisida untuk mencegah hama dan penyakit tanaman (HPT). Jika penanaman besok, maka perendam dimulai sejak malam sebelumnya.

Setelah olah tanah, petani menugal tanah dan mengisinya dengan 2—3 benih. Selang 10 hari petani memberikan 300 kg Urea dan 300 kg Phonska untuk kebun jagung seluas 1 ha.

Membentuk kelompok

Pemupukan kedua saat jagung berumur 20 hari setelah tanam (hst) yaitu dengan Urea saja. Pemupukan selanjutnya saat tanaman berumur 36 hst dan berbunga. Saat itu petani menaburkan sekitar 30 kg NPK.

Jenis pupuk menyesuaikan modal petani. Adapun penyemprotan jika ada serangan HPT. Setelah menunggu 90—110 hari, petani memanen jagung. “Ciri jagung siap panen yakni kelobot mengering dan memutih,” kata ketua Seksi Pemerintahan Desa Pucangrejo itu. Petani memiliki cara masing-masing untuk memanen jagung.

Ada yang membuka kelobot dan membiarkan jagung terpapar matahari 1—2 hari di kebun. Ada juga petani yang memanen jagung utuh lalu mengupasnya di rumah. Setelah terkupas, para petani menggiling jagung untuk memisahkan biji dari tongkol menggunakan mesin khusus yang disewakan.

Tahap berikutnya petani menjemur jagung pipil sekitar 2 hari jika panas terik. Jagung pipil siap jual jika buyar saat digenggam. Setelah itu, petani menghubungi pengepul untuk menjual jagung pipil.

Harga jagung pipil saat ini sekitar Rp5.000 per kg. Lahan seluas 1 ha menghasilkan sekitar 6 ton jagung pipil kering sehingga omzet petani mencapai Rp30 juta per ha. “Budidaya jagung menguntungkan petani,” kata Kamsani.

 Ia meyakini prospek budidaya dan pasar jagung pipil di masa depan masih bagus. Buktinya para pengepul tidak hanya menerima jagung dari Kendal, tetapi juga berbagai daerah lain seperti Purwodadi, Jawa Tengah, dan beberapa daerah di Jawa Timur.

Penanaman jagung ratusan ha di Desa Pucangrejo pun belum memenuhi permintaan yang datang. Desa itu kini sohor sebagai salah satu sentra jagung di Kabupaten Kendal. Kamsani tidak membudidayakan jagung saat ini.

Ia menyewakan lahan miliknya untuk ditanami jagung dan padi. Meski begitu ia sangat peduli dengan pertanian di Desa Pucangrejo. Buktinya ia menjadi ketua Kelompok Tani Mulya Tani yang beranggotakan 150 petani.

Ia membentuk Kelompok Tani Mulya Tani pada 2016. Dahulu petani kurang kompak untuk menanam jagung dan padi. Setelah terbentuk kelompok diputuskan lahan dengan irigasi bagus menanam dengan pola padi-jagung-padi.

Sementara lahan dengan pengairan terbatas hanya ditanami jagung sepanjang tahun. Mereka bertemu rutin unutk membahas perkembangan budidaya pertanian. “Kebersamaan petani sangat bagus. Bantuan dari pemerintah pun lebih mudah tersalurkan setelah adanya Kelompok Tani Mulya Tani,” kata pria berumur 59 tahun itu.

Kontribusi BRI

Pihak lain yang membantu pengembangan budidaya jagung dan padi di Kelompok Tani Mulya Tani dan 3 kelompok lainnya yakni Bank BRI. Kamsani mengatakan salah satu bank terbaik milik pemerintah itu memberikan bantuan berupa 78 pipa (panjang 4 m), 4 mesin pembajak tanah, dan 2 kendaraan beroda 3 pada 2021.

“Bantuan itu sangat membantu petani dan saya mengucapkan terima kasih kepada BRI,” kata Kamsani. Pipa sangat penting bagi para petani terutama yang lahannya kekurangan air saat kemarau.

Kehadiran pipa membantu mereka menyiram jagung. Sebelumnya para petani yang lahannya jauh dari sumber air mesti menggunakan selang hingga ratusan meter untuk pengairan. Mesin pembajak tanah juga bermanfaat karena pengolahan lahan menjadi lebih efektif dan efisien.

Adapun kendaraan beroda 3 memudahkan petani mengangkut hasil panen ke rumah. Semua bantuan BRI itu untuk kepentingan para petani yang tergabung dalam 4 kelompok tani di Desa Pucangrejo. Bantuan tidak khusus untuk Kelompok Tani Mulya Tani.

Selain itu, “BRI juga membangun gazebo di kebun sebagai tempat istirahat petani,” kata Kamsani. Tentu bantuan BRI tidak hanya berupa sarana produksi pertanian (saprotan). Bank yang berdiri pada 16 Desember 1895 itu pun menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani di sana. KUR merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan seperti BRI.

KUR melancarkan usaha para petani karena modal bertanam jagung dan padi berasal dari program itu. Mereka sangat bersyukur mendapatkan KUR. “Fasilitas KUR memudahkan permodalan petani. Bunga KUR sangat rendah,” kata Kamsani.

Ia mengatakan stigma negatif berkembang di masyarakat  tentang persyaratan yang sulit untuk mendapatkan pinjaman. Kini anggapan itu runtuh dengan adanya KUR.Apalagi mantri BRI banyak berkunjung ke desa sehingga petani tidak perlu ke kantor BRI terdekat. Tentu hal itu sangat memudahkan petani.

“Manfaat KUR belum terekspos maksimal. Sebenarnya BRI ingin membantu petani,” kata Kamsani. Artinya peningkatan kesejahteraan petani di Desa Pucangrejo tidak lepas dari kontribusi nyata BRI.  (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img