Wednesday, January 28, 2026

Bersiap Setahun Jadi Kampiun

Rekomendasi
- Advertisement -

Perawatan intensif mengantarkan Oslo, Pevita, dan Hurayra menjadi yang terbaik di kelasnya.

Trubus — “Sungguh pejantan yang sangat manis,” kata Elena Podprugina sambil mengelus kepala Oslo yang bulat. Mata bulat besar berwarna tembaga seperti bersinar. Itulah kucing jenis exotic shorthair  milik Muhammad Ali Suwed. Elena juri kontes dari Ukraina. Oslo memiliki kriteria persian shorthair yang nyaris bernilai seratus. Bermata tembaga, tipe tubuh cobby sempurna.

Cobby merupakan tipe tubuh kucing berciri pendek dan padat, bahu lebar, kepala bundar, dan ekor pendek gemuk berujung membulat. Kucing jantan itu juga memiliki wajah oval menyamping, ujung telinga yang bundar, hidung dan wajah datar, dan mata bundar besar. Kucing berumur 1,5 tahun itu juga mampu berinteraksi dengan juri dan percaya diri di panggung penjurian.

Muhammad Ali Suwed, pemilik Oslo dan
Pevita dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Trubus)

Persiapan setahun

Keruan saja kucing milik Ali itu mendapat gelar high scoring dalam kategori Championship di laga International Cat Show Genetic Never Lies ‘Catisfaction of Glory.’ Penyelenggara kontes internasional itu The Cat Fanciers Association (CFA) pada 25 Januari 2020. Oslo sering sekali mendapatkan posisi tertinggi di setiap ring. Bukan kali ini saja, Oslo banyak memenangkan lomba dalam setahun terakhir.

Hingga kontes itu, Oslo mendapatkan 2.000 poin. “Oslo sedang mengejar gelar best of division pada akhir musim lomba nanti April 2020, sehingga kami mengharapkan dia masuk final di setiap ajang kontes,” kata pehobi dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu. Kucing exotic shorthair Ali lainnya juga memenangkan gelar high scoring pada kategori kitten.

Hurayra Khaibar Warrior pemegang gelar high
scoring championship Indonesian breed.

Namanya Pevita, betina berumur 7 bulan bercorak rambut tabby, serta berwarna campuran putih, hitam, abu, dan cokelat. Pevita juga memiliki karakter jenis exotic shorthair yang sangat baik. Itu dibuktikan Pevita memenangkan skor tertinggi di kelas kitten meskipun baru sekali mengikuti kontes. “Kompetisi dalam kontes ini cukup ketat. Pesertanya bagus-bagus dan dari beragam breed. Tetapi dia mampu mendapat high scoring,” kata Ali.

Pevita bertubuh cobby, berekor pendek dan tebal, serta bermata bundar lebar penuh ekspresi. Warna matanya lebih kehijauan. Ali mempersiapkan kucing-kucing yang akan kontes sejak setahun silam, terutama bagi Oslo. Setiap hari ia memberi pakan lengkap nutrisi dan menjaga performa penampilan Oslo dan Pevita. Muhammad Ali Suwed membersihkan kotoran dari mata, hidung, dan telinga Oslo dan Pevita.

Edward Maeda, juri kontes dari Jepang. (Dok. Trubus)

Minimal setiap pekan memandikan kucing-kucingnya supaya kondisi bulu bersih dan lembut. Kolektor 50 kucing itu memberikan pakan kering dan basah, mengandung nutrisi yang lengkap untuk pertumbuhan kucing. Ali memilih pakan yang memiliki efek memperindah tampilan rambut dan memperbaiki fungsi pencernaan. Meskipun kucing-kucing exotic shorthair berambut pendek, tetap membutuhkan suhu rendah. Oleh karena itu, Ali memelihara Oslo dan Pevita di ruangan berpendingin dengan suhu konstan 18—20oC.

Persia

Ray Mananggar, pemilik Hurayra Khaibar Warrior. (Dok. Trubus)

Selain Ali, pemilik kucing yang mendapatkan gelar high scoring adalah Ririn Subroto dan Ray Mananggar dari Bandung, Jawa Barat. Kucing persia bernama Hurayra Khaibar Warrior berumur 3 tahun mendapat gelar high scoring pada kelas championship indonesian breed. Ririn dan suaminya, Ray, mengembangbiakkan kucing persia sendiri. Mereka merawat sang juara sejak Hurayra Khaibar Warrior kecil.

Kucing persia merupakan jenis kucing berbulu panjang, butuh perawatan ekstra untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bulu. Menurut Ririn faktor terbesar meroketkan penilaian juri yaitu genetik. “Serajin apa pun grooming kalau genetiknya tidak bagus akan sulit menang kontes,” kata Ririn. Hurayra Khaibar Warrior mendapatkan gelar juara dari 20 kontes sepanjang hidupnya.

Ririn optimis Hurayra Khaibar Warrior akan menang pada kontes. “Kondisi rambut Hurayra Khaibar Warrior memang lagi bagus,” kata Ririn. Juri menyukai kucing dwiwarna krem-putih itu karena hampir sempurna memenuhi standar breed persia. Ukuran telinga kecil, mata besar berwarna tembaga, dahi lebar, badan dan kaki pendek, dan kondisi rambut terjaga bersih.

Elena Podprugina,
juri kontes dari Ukraina. (Dok. Trubus)

Juri Edward Maeda dari Jepang menobatkan Hurayra Khaibar Warrior juara 1 saat final. Maeda mengatakan, bulu Hurayra Khaibar indah dan lebat. Itu hasil perawatan intensif. Ririn menempatkan Hurayra Khaibar Warrior di ruangan berpendingin bersuhu 16oC. Ras kucing berbulu pendek memerlukan suhu lebih dingin. Ririn memandikan kucing dua kali sepekan supaya bulu tetap bersih dan halus. Sampo yang cocok untuk Khaibar merek dari Amerika Serikat.

Selain itu Ririn juga memberi pakan kombinasi kibble dengan potongan daging filet ayam atau sapi matang. Pemberian pakan pelet dan potongan daging matang dua kali sehari secara berbarengan. Banyaknya pakan sesuai bobot kucing. Perawatan intensif itu yang mengantarkan Hurayra meraih juara kontes internasional yang berlangsung di Kota Depok, Jawa Barat.

Enam juri internasional menilai setiap peserta. Selain Elena Podprugina dari Ukraina dan Edward Maeda, juri lain adalah Toshihiko Tsuchiya dan Mihoko Tsuchiya (Jepang), Allan Davies (Australia), dan Donna Fuller (Amerika Serikat). Ketua acara kontes internasional, Patria Sandi, mengatakan, terdapat 7 kelas kontes antara lain championship, championship indonesian breed, dan premiership (kelas kucing steril). (Tamara Yunike)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img