Monday, August 8, 2022

Bijak Pakai Pestisida

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Enam sayuran primadona pekebun menjadi incaran hama dan penyakit. Butuh strategi tepat menghadapi para penyebab kerugian itu.

Setiap kali musim hujan datang, seorang pekebun cabai di Cianjur, Jawa Barat, menyemprotkan fungisida. Frekuensi penyemprotan 1 – 2 kali dalam sepekan tergantung intensitas dan kekerapan hujan. Sebab tak ada tanaman cabai yang tahan serangan cendawan di musim hujan. Harap mafhum guyuran hujan membuat kelembapan udara dan kelembapan tanah meningkat.
Itu kondisi nyaman buat bakteri dan cendawan penyebab penyakit seperti busuk phytophthora, layu fusarium, antraknosa, bercak daun, dan rebah batang berkembang. Oleh karena itu para pekebun perlu membentengi tanaman supaya selamat hingga panen. Mereka mengombinasikan pemupukan, penanaman secara terpadu, hingga aplikasi pestisida.
Risiko kehilangan
Data Komisi Pestisida pada 2000 terdapat 101 jenis formula pestisida untuk 26 jenis hama penyakit tanaman cabai, 72 jenis formulasi untuk 18 jenis hama penyakit bawang, dan 57 jenis formulasi untuk 13 jenis hama dan penyakit tanaman kentang.
Pakar pertanian di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso, menuturkan petani sayuran intensif menggunakan pestisida karena risiko kehilangan nilai ekonomi akibat serangan hama penyakit sangat tinggi. Hanya saja penggunaannya mesti bijak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 1 – 5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja pertanian dengan tingkat kematian mencapai 220.000 jiwa. Sekitar 80% terjadi di negara sedang berkembang.
Riset Sri Yuliastuti dari Balai Besar Penelitian Veteriner menunjukkan terdapat kandungan residu alpha BHC sebanyak 0 – 0,0018 ppm; 0 – 0,0032 ppm lindan; 0 – 0,0016 ppm heptaklor; dan 0 – 0,0025 klorpirifos pada bagian dalam kubis di Pengalengan, Kabupaten Bandung. Bagian bagian luar kubis mengandung 0 – 0,0001 ppm alpha BHC; 0 – 0,0004 ppm lindan; 0 ppm heptaklor, dan 0 ppm klorpirifos. Dengan angka itu kubis masih aman dikonsumsi manusia maupun ternak sebab standar batas maksimum residu pada kubis yang ditetapkan FAO adalah  0,05 ppm alpha BHC; 0,5 ppm lindan; 0,05 ppm heptaklor; dan 1 ppm klorpirifos.
Kenali benar
Menurut Dr Dadang dari Departemen Proteksi Tanaman, Insitut Pertanian Bogor (IPB), agar bijak memakai pestisida harus memperhatikan 4 pilar yakni jenis tanaman, organisme pengganggu, ekosistem, dan aplikator. ”Kenali jenis tanaman dan organisme yang menyerang lalu pilih pestisidanya. Selain itu, perhatikan pemakaiannya agar tidak merugikan ekosistem dan membahayakan aplikator, yakni pengguna pestisida dan konsumen produk pertanian,” ujar Dadang.
Dr Ir Widodo dari Departemen Proteksi Tanaman IPB menuturkan, pemakaian pestisida mesti memperhatikan 5 tepat. “Tepat sasaran, jenis, waktu, dosis, dan cara. Sebelum menggunakan pestisida sebaiknya mengidentifikasi sasaran pengunaan pestisida. Itu karena setiap hama dan penyakit memiliki karakter berbeda,” tuturnya.
Berdasarkan cara kerja terhadap tanaman, pestisida terbagi atas superfacial atau kontak, penetrasi, dan hanya sistemik. ”Pada superfacial, pestisida tidak masuk dalam jaringan tanaman, tetapi berada di permukaan bagian tanaman, contohnya di atas permukaan daun. Sedangkan pada jenis penetrasi, pestisida masuk dalam jaringan tanaman tapi belum menyebar terlalu jauh. Pestisida sistemik masuk dalam jaringan melalui ikatan pembuluh lalu menyebar ke seluruh jaringan hingga terangkut ke ujung daun,” ujar Yos.
Widodo menuturkan sebaiknya hentikan pemakaian pestisida sistemik minimal 1 bulan sebelum panen. Pestisida kontak minimal satu pekan sebelum panen untuk meminimalkan residu. Hindari pemakaian pestisida sistemik pada tanaman sayuran berumur pendek atau dipanen kurang dari 1 bulan, seperti bayam, selada, dan kangkung. “Intensitas serangan hama dan penyakit pada sayuran berumur pendek relatif rendah sehingga untuk menanggulangi serangan hama penggunaan shading net bisa menjadi pilihan,” ujar Dadang. Bijak pemakaian agar tepat hasilnya. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img