Tuesday, November 29, 2022

Blackberry dari Cianjur

Rekomendasi

Kebun blackberry di Cianjur di lahan hampir 1 haPT Strawberindo Lestari membudidayakan aneka jenis beri di lahan 13 ha secara intensif.

Ribuan tanaman blueberry Vaccinium sp dalam pot itu berderet rapi di permukaan tanah berbalut terpal. Ketinggian tanaman juga seragam,  sepinggang orang dewasa. Beberapa tanaman di antaranya tengah berbuah. “Ini, silakan cicip,” ujar Johannes A Biljmer setelah memetik buah blueberry dan menyodorkannya ke Trubus. Saat dicicip buah blueberry itu terasa manis bercampur masam sehingga menyegarkan.

Kebun blueberry itu bukan di sebuah negara di Amerika utara yang merupakan daerah asal tanaman anggota famili Ericaceae itu. Bukan pula di Benua Eropa yang juga dikenal sebagai produsen blueberry. Kesegaran buah yang kerap dibuat jus atau selai itu ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Di sanalah PT Strawberindo Lestari mengebunkan blueberry di lahan 3 hektar (ha). Lokasi kebun blueberry paling tinggi; yakni di ketinggian 1.150 m di atas permukaan laut (dpl). “Di Indonesia blueberry memang hanya cocok di dataran tinggi. Jika lebih rendah tanaman tidak berbuah,” ujar Johannes A Bijlmer, presiden direktur PT Strawberindo Lestari.

Pangkas berat

Strawberindo Lestari mengebunkan blueberry  secara intensif. Mereka menanam seluruh blueberry dalam pot dengan media tanam berupa campuran serbuk sabut kelapa alias cocopeat. Di beberapa petak lahan pot itu diletakkan di bawah naungan plastik ultraviolet (UV) untuk mencegah guyuran hujan. Maklum, ia memupuk blueberry menggunakan teknik irigasi tetes. “Kalau dibiarkan terguyur hujan maka konsentrasi nutrisi akan berubah,” ujarnya. Bunga blueberry yang menghadap ke atas membuat serbuk sari sulit membuahi putik jika terkena hujan. “Serbuk sari menjadi lengket sehingga sulit jatuh ke atas putik,” kata pria asal Belanda itu.

Bijlmer menuturkan seluruh tanaman blueberry itu sebelumnya memang berada di bawah naungan. Namun, naungan roboh akibat terpaan angin. Sementara ini untuk mencegah air hujan masuk ke media tanam, Bijlmer menutup permukaan pot dengan plastik hitam.

Meski tinggi blueberry itu hanya sepinggang orang dewasa, umur tanaman sejatinya sudah mencapai 7 tahun. Menurut Bijlmer tanaman tetap pendek karena pemangkasan. Ia memangkas berat hampir seluruh percabangan setiap kali usai berbuah. “Saya hanya menyisakan percabangan primer,” ujarnya. Dari percabangan primer itu nantinya muncul percabangan baru. “Jadi, setiap buah muncul dari cabang baru,” ujar pria yang 24 tahun menetap di Indonesia itu. Dari sejak pangkas hingga berbuah perlu waktu hingga setahun. Bijlmer biasanya panen raya blueberry pada November—Desember.

Menurut peneliti tanaman subtropika Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Subtropika (Balitjestro) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Emi Budiyati, pemangkasan memang penting dalam budidaya tanaman buah subtropis di negara tropis. “Di negara subtropis tanaman menggugurkan sendiri daunnya saat musim gugur, lalu muncul bunga saat musim semi,” ujarnya. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, tanaman perlu “dipaksa” menggugurkan daunnya dengan pemangkasan. Emi menuturkan pemangkasan blueberry mirip budidaya anggur dan apel. “Biasanya pemangkasan pada cabang tersier yang sebelumnya menjadi tempat berbuah. Dari ranting yang baru kemudian muncul daun, bunga, lalu berbuah,” kata Emi.

Pupuk impor

Sebagai sumber nutrisi Bijlmer mengandalkan pupuk khusus yang diimpor langsung dari Belanda. “Untuk blueberry saya menggunakan pupuk dengan nilai EC (electrical conductivity) 2—2,5,” ujar Bijlmer. Menurutnya blueberry juga menyukai kondisi media tanam asam yakni ber-pH 5. “Kami juga mengebunkan stoberi, raspberry, dan blackberry,” katanya.

Bersebelahan dengan areal tanam blueberry, tampak hamparan blackberry yang juga ditanam dalam pot. Hanya saja luas areal tanamnya lebih sedikit, yakni kurang dari 1 ha.

Dari kebun blueberry dan blackberry Bijlmer lalu mengajak Trubus ke kebun raspberry. Lokasi kebun lebih rendah yakni berketinggian 700—800 m dpl dengan total luas areal tanam 3 ha. Tanaman anggota famili Rosaceae itu tumbuh dalam polibag  di bawah naungan atap plastik UV. Media tanam berupa campuran serbuk sabut kelapa.

Agar dapat panen secara rutin setiap hari, Bijlmer menanam raspberry secara bergiliran. “Dari mulai tanam hingga panen perlu waktu 6 bulan. Setelah selesai panen langsung ganti dengan tanaman baru,” ujarnya. Dari luasan itu Bijlmer memanen 100 kg raspberry per hari. Sebagian besar hasil panen untuk ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Untuk penyiraman Strawberindo Lestari memanfaatkan air hujan. Air hujan yang mengguyur rumah tanam mengalir melalui talang menuju ke saluran air yang bermuara di kolam. Dari kolam itu kemudian dipompa ke kolam raksasa yang luasnya mencapai 1.000 m2 dengan kedalaman hingga 15 m. “Kami mempunyai setidaknya 10 kolam penampungan air hujan,” katanya.

Proses dingin

Bijlmer membawa seluruh hasil panen ke gedung pengemasan dan penyimpanan. Di ruang pengemasan suhu udara hanya 150C.  “Kami berupaya dari sejak petik hingga penyimpanan semuanya berlangsung pada suhu dingin agar kesegaran buah tetap terjaga,” ujar Bijlmer.

Bijlmer lalu menyimpan buah di ruang penyimpanan bersuhu maksimal 3—40C jika buah untuk memasok toko buah lokal. Sementara buah untuk ekspor disimpan di ruang berpendingin dengan suhu sama, tapi di dalamnya berembus gas karbondioksida (CO2). “Dengan penyimpanan seperti itu buah bisa tahan simpan hingga sebulan.

Menurut pekebun stroberi di Bandung, Jawa Barat, Supriatin Budiman, kebun aneka jenis beri seperti di Cianjur memang patut diacungi jempol. “Dengan budidaya intensif seperti itu pantas bila aneka jenis beri bisa tumbuh optimal,” ujar pemilik kebun stroberi Vin’s Berry itu. Pengalaman Supriatin membudidayakan blackberry dan raspberry memang sulit jika kurang intensif. Kendala itulah yang menyebabkan Supriatin gagal mengembangkan kedua tanaman imigran itu. (Imam Wiguna/Peliput: Bondan Setyawan)

FOTO:

  1. Panen raspberry setiap hari, hasil penanaman secara bergiliran
  2. Kebun blackberry di Cianjur di lahan hampir 1 ha
  3. Raspberry dibudidayakan dalam pot di bawah naungan plastik ultraviolet
  4. Aneka jenis beri hasil panen di lahan 13 ha
  5. Pengemasan dilakukan di ruangan berpendingin untuk menjaga kesegaran buah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img