Wednesday, August 10, 2022

Bonsai: Datang dari Puertoriko

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bonsai geometri didatangkan dari Puertoriko 9 tahun silamPehobi bonsai jatuh hati pada geometri yang rapi dan kompak.

Sosok tanaman itu kerdil, tetapi tampak begitu kokoh dalam balutan sebuah pot keramik berbentuk oval.  Batangnya berdiameter 3 cm dan tingginya 40 cm. Cabang besarnya tumbuh membelok ke arah samping dan cabang besar lain meliuk ke atas. Penampilan tanaman itu seperti seorang penari balet yang tengah mengangkat salah satu kaki. Tajuk tanaman rimbun dengan daun-daun kecil mengilap berbentuk oval sepanjang 5 mm dan lebar 2 mm.

Itulah bonsai geometri Bucida spinosa. Para pehobi terkagum-kagum melihat penampilan bonsai itu. Tanaman asal Puertoriko itu saya peroleh pada 2004. Ketika itu geometri berdiameter 5 mm dan setinggi 15 cm. Setelah 13 jam penerbangan, tanaman itu tiba di Jakarta. Tananam kerabat ketapang itu tumbuh di media pasir malang dan kompos dengan perbandingan 3 : 1. Selama proses adaptasi, geometri tumbuh di tempat terbuka seperti di habitat asal. Tujuannya untuk memberikan asupan energi berupa sinar matahari.

 

Buah geometri berbentuk mirip belimbing dengan ujung meruncingPupuk cair

Sebulan kemudian geometri mendapatkan asupan pupuk kandang cair yang merupakan air rendaman pupuk kandang selama 2—3 pekan. Penggunaan pupuk cair agar tanaman terhindar dari hama dan gulma.  Hama dan gulma biasanya muncul jika membenamkan pupuk kandang berupa padatan. Harap mahfum, kotoran hewan ruminansia umumnya menyimpan biji gulma.  Pupuk susulan berupa nutrisi untuk bonsai lain pada umumnya.

Kerabat ketapang Terminalia cattapa itu tergolong bandel. Ia tahan air payau sehingga mampu tumbuh sebagai tanaman semak di tepi pantai. Sifat tahan itulah yang membuat geometri tumbuh subur tanpa gangguan meski berbeda habitat. Mungkin juga karena termasuk tanaman introduksi sehingga belum memiliki musuh di tanahair.

Empat tahun kemudian geometri itu tumbuh setinggi 25 cm. Pertumbuhan geometri memang lambat. Tanaman semak itu berketinggian maksimal 2 m dan tumbuh menahun. Pada tanaman setinggi itu percabangan dan daun mulai rimbun sehingga perlu seleksi dan pembentukan arah cabang dengan bantuan kawat. Karena percabangannya cukup banyak, pehobi lebih mudah memilih cabang yang ingin dipertahankan. Batang tua geometri cukup keras. Oleh karena itu pembentukan arah percabangan sebaiknya saat masih muda.

 

Bonsai geometri saat dalam tahap pembentukanHijrah ke tanahair

Geometri merupakan salah satu tanaman hias unggulan di Amerika selatan sejak berpuluh-puluh tahun silam. Tanaman itu sering disebut dwarf geometry tree atau black olive alias zaitun hitam. Namun, jangan bayangkan buah geometri berbentuk bulat lonjong seperti buah zaitun Olea sp atau kulit buah berwarna hitam. Bentuk buahnya sama sekali berbeda, berbentuk mirip buah belimbing dengan bagian ujung buah mengerucut.

Beberapa buah membentuk satu koloni pada ujung batang alias buah majemuk. Kulit buahnya keras dan berwarna kekuningan. Diameter buah hanya 1 mm. Anda bisa membayangkan buah sebesar butiran pasir mampu menumbuhkan punuk molek di sebuah pot. Geometri sebenarnya telah lama tersebar di Asia tenggara khususnya di Filipina. Di negara yang terkenal dengan tarian tinikling itu, masyarakat memanfaatkan anggota famili Combretaceae sebagai tanaman obat.

Biasanya mereka menggunakan herbal kulit batang geometri dengan kulit batang pohon bakau Rhizophora mangle untuk mempercepat proses pembekuan darah. Geometri juga membantu meningkatkan sistem imun dan sebagai herbal antikanker. Saya menduga bangsa Spanyol atau Amerika membawa bibitnya saat menjajah Filipina pada abad ke-16. Sayangnya, masyarakat Filipina belum memanfaatkan tanaman itu sebagai bonsai.

Penulis bersama bonsai geometri Bucida spinosaGeometri memenuhi kriteria sebagai bahan bonsai karena tumbuhnya mirip tanaman ketapang mini dengan percabangan dari sisi kanan dan kiri. Bentuk tajuknya kompak dan rapi sehingga memberi nilai tambah tersendiri bagi penikmat bonsai. Geometri menjadi salah satu bahan bonsai andalan saya karena berdaun kecil, bisa bertambah rimbun, mudah dirawat, dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Alasan lainnya karena tanaman ini termasuk jenis baru di Indonesia dan elok baik sebagai bonsai mini, medium, maupun bonsai besar.

Perbanyakan tanaman dengan menyemai biji saat tanaman pertama berbuah. Cara menyemai tergolong mudah. Saat berbuah, letakkan geometri di atas pot berukuran lebih besar berisi media tanah pasir malang dan kompos dengan perbandingan 3 : 1. Jadi, jika buah matang, kulit akan pecah dan biji terlontar ke tanah di pot besar. Biji yang jatuh di tanah berhumus akan tumbuh menjadi tanaman baru. Generasi baru yang tumbuh di tanahair lebih rimbun dibandingkan dengan di negara asalnya. Mungkin karena  kelembapan di Indonesia lebih tinggi. (Budi Sulistyo, praktikus bonsai di Jakarta)

Previous articleBuat Rematik Tak Berkutik
Next articleBunga Bola Hoya
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img