Monday, November 28, 2022

Bunga Bola Hoya

Rekomendasi

Bentuk bunga membulat seperti bola nan eksotis. Bila sedang berbunga bersamaan seperti lampion yang menerangi greenhouseIndonesia memiliki 60 dari 150 spesies hoya di dunia Kalimantan gudang hoya di tanahair.

Ia tersia-sia di tanahair. Namun, di Benua Eropa, Australia, dan Amerika, tanaman itu malah berharga mahal. Itulah si cantik hoya asal Kalimantan yang kini jadi idola baru Dian Rachmawati, pelopor penangkaran anggrek spesies Kalimantan. “Hoya tidak kalah cantik dengan anggrek. Ini ibarat anak kedua bagi saya selain anggrek,” kata pengusaha kontraktor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu. Pencinta tanaman hias di Indonesia memang belum menganggapnya sebagai tanaman hias eksklusif, tapi di mancanegara tanaman seukuran 20 cm dibanderol Rp300.000—Rp400.000.

Dian tertarik mengoleksi hoya karena sosok bunganya yang beragam. Dian mendapatkan hoya dari sebuah kebun karet di Kalimantan Tengah. Kuntum bunga kecil-kecil berkelompok alias tipe bunga majemuk. Bunga itu membulat seukuran bola tenis. Kuntum bunga penyusunnya tersusun dari 5 korona tebal membentuk bintang. Polinia atau benang sari yang memadat berwarna ungu dan kolona atau kelopak luar berwarna kuning berbingkai putih. Beda dengan hoya yang dikembangkan nurseri tanaman hias di Ciapus, Bogor, Jawa Barat, yang umumnya berwarna seragam: merah muda.

 

Paling beragam

Hoya pantas menghias halaman rumahHoya berbentuk bola kuning itu bergelayut di atas para-para besi hijau setinggi 2 m. Batang, daun, dan sulur hoya menjalar melalui rangka besi para-para dengan bunga menyembul tergantung. “Bila kompak berbunga, rumah kaca ini seperti dihiasi banyak lampion,” kata Dian.  Hoya memang tanaman epifit yang merambat. Di alam ia hidup menempel di batang pohon tua dan besar. Pengalaman Dian, habitat hoya itu sama dengan anggrek hutan sehingga kerap ditemukan berdekatan dalam radius 10—30 m.

Peneliti dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  Dr Sri Rahayu, mengatakan, Pulau Kalimantan memang surga hoya di dunia. “Bila surga anggrek itu yang pertama Papua dan yang kedua Kalimantan, maka surga hoya yang pertama Kalimantan dan yang kedua baru Papua,” kata Sri. Menurut Sri, Indonesia memiliki 60 dari 150 spesies hoya di dunia. Dari jumlah itu sebagian besar berasal dari Pulau Borneo.

Sebut saja Hoya latifolia, H. mitrata, H. coronaria, H. cf. erythrostemma, H. nummularioides, H. pusilla, H. revoluta, H. scortechinii Hoya cf. vaccinioides yang hidup di Pegunungan Muller, Kalimantan Tengah. Populasi Hoya latifolia paling melimpah. Suku Dayak menggunakan daun latifolia untuk penolak hama ulat pada padi. Bunganya penghias rumah yang juga berguna penolak bala. Sementara itu masyarakat Kalimantan Timur menyebut H. mitrata sebagai anggrek sendok karena bunga melengkung, mirip sendok.

Menurut Sri, kebanyakan hoya itu berasosiasi dengan sarang semut genus Myrmecodia—yang kerap menjadi obat herbal. Beragam hoya seperti mitrata, revoluta, scortechinii, dan pusilla banyak tumbuh menempel di tanaman obat itu. “Bahkan sering kali ditemukan ada 3 jenis hoya tumbuh di sarang semut yang sama,” kata Sri. Itu tanda semut berperan menyebarkan biji hoya yang kecil, ringan, serta memiliki ratusan rambut halus pada hilum atau bekas goresan pada biji.

 

Suku Dayak mempercayai hoya sebagai penolak balaAdaptasi luas

Hoya koleksi Dian yang tak kalah elok ialah Hoya pubicalyx yang berwarna merah keunguan. Petalnya merah kekuningan dengan sepal bening kemerahan. Dasarnya kelopak merah seperti beludru yang berbulu. Bedanya sosok bunga keseluruhan tidak bulat seperti bola, tapi hanya setengah bola. “Beda-beda bukan bentuknya?” kata Dian. Koleksi lain seperti Hoya lasiantha malah bentuk dan warnanya hanya seperti kumpulan bunga soka Ixora javanica yang berwarna kuning. Koleksi berikutnya  Hoya carnosa yang tahan di tempat terbuka.

Menurut Dian, hampir dari 30 spesies hoya yang ada di Kalimanta ada di nurserinya. Sayang, mereka tidak berbarengan berbunga sehingga kebanyakan hanya terlihat seperti hamparan daun. Ia menanam mereka di bebeberapa tempat dengan tingkat cahaya berbeda-beda: gelap, sedang, terang, dan sangat terang. “Ini upaya saya mengadaptasi mereka karena di habitat aslinya tumbuh di tempat ternaungi yang hampir gelap,” kata Dian.

Kini beberapa jenis hoya miliknya sudah mampu hidup di tempat terang. Mereka yang sudah tahan, lalu dirambatkan di tiang pekarangan rumahnya menyambut para tamu yang datang. “Kalau Suku Dayak sebagai penolak bala, maka saya untuk penambah cantik halaman rumah,” kata Dian. Mereka juga dirambatkan di dinding greenhouse raksasa untuk anggrek sehingga berperan sebagai peneduh (baca: Miniatur Taj Mahal di Tepi Kahayan, Trubus, Mei 2009)

Menurut pengajar di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor,  Sintho Wahyuning Ardie SP MSi, hoya tergolong tanaman yang memiliki adaptasi luas sehingga dapat hidup dan berbunga di tempat ternaungi maupun terbuka. Contohnya Hoya diversifolia sehingga layak dikembangkan secara luas. Sementara pengamatan Sri pada Hoya lacunosa di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, pun menunjukkan tanaman yang terkena naungan lebih cepat berbunga dan bunga yang muncul lebih banyak.

Dian Rachmawaty: kepincut hoya setelah menemukan hoya banyak tumbuh bersama anggrek kesukaannya“Ini bisa jadi alternatif andalan tanaman hias lokal,” kata Sri. Menurut Sri, hoya yang tergolong sukulen itu juga bandel sehingga tidak butuh perawatan ekstra. Maklum, secara taksonomis hoya adalah sukulen yang dekat dengan Adenium obesum atau Adenium arabicum yang termasuk anggota keluarga Apocynaceae. Namun, ia tumbuh merambat seperti anggota keluarga Apocynaceae lain yaitu gitaan Willughbeia sp. Tertarik mengoleksi beragam hoya? (Ridha YK, kontributor  Trubus, Kalimantan Selatan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img