Friday, August 12, 2022

Borobudur Goldfish Society Cup II :Oranda Bangkit dari Kubur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ikan itu sangat istimewa,’ ujar Sauw Khim, juri dari Jakarta. Sejak awal, penampilan oranda itu sudah mencuri perhatian juri. Maskoki impor asal Thailand itu terlihat lincah berenang dengan sirip ekor mengembang bak payung. Meski demikian nilai tertinggi diperoleh dari ukuran tubuh oranda yang sangat besar.

Pesaing terberatnya, jawara ranchu jumbo, juga milik Evan, tampak belum mampu menandingi ukuran tubuh raksasa sang grand champion. Ukuran tubuh maskoki asal negeri Gajah Putih itu hanya 18 cm. Padahal sang ranchu memiliki tubuh ideal: punuk membentuk busur. Menurut Evan kedua maskoki itu tidak diberi perlakuan istimewa. ‘Sehari-hari keduanya ada di satu kolam sama,’ ujarnya. Bahkan untuk membuat tubuhnya jumbo, keduanya diberi kombinasi pelet dan ulat hongkong hingga 8 kali sehari.

Oranda ketat

Jalan oranda mencapai puncak gelar bergengsi itu tanpa sandungan berarti. Rival terdekat, oranda andalan Henry Tantomo dari Surabaya tetap tak mampu bersaing meskipun memiliki corak tubuh lebih solid. ‘Tapi ukuran tubuhnya tampak lebih kecil,’ kata Sauw Khim. Penghuni akuarium 10 itu panjang tubuhnya sekitar 23 cm.

Masih dari kelas di kelompok junior menyajikan pertarungan sengit. Itu tampak setelah juri kesulitan untuk memilih kandidat 5 besar dari 28 peserta. ‘Kualitas maskoki di kelas ini hampir merata,’ ujar Tanbas, juri dari Jakarta. Perlu waktu sampai 3,5 jam bagi juri untuk mendaulat klangenan Gege dari Semarang sebagai sang jawara.

Oranda sepanjang 11 cm itu pantas menjadi juara. Pangkal ekornya kuat menopang kibasan ekor. Keunggulan lain, bentuk kepala seperti bertopi dan punuknya tinggi. ‘Secara keseluruhan ikan itu sedap dipandang mata,’ kata Tanbas. Jagoan Limas Goldfish dari Banten sulit menyaingi sang juara meski tampak lincah berenang. Warna tak solid dan munculnya tulang ekor tambahan di bagian kiri ekor menjadi sebab kekalahan.

Laju kemenangan oranda junior akhirnya terhenti di babak young champion. Ditantang jawara kelas ryukin junior, oranda hitam itu tak berdaya. ‘Ryukin memiliki corak warna yang kontras. Maskoki dengan warna seperti itu sangat jarang,’ kata Sauw Khim. Sebetulnya tak hanya corak menjadi modal juara. Ryukin itu memiliki sirip atas tegak seperti kapal layar.

Lokal

Kontes yang diadakan 6-9 Maret 2008 di Tropis Farm, Magelang itu cukup sukses. Menurut Welly Luxza, panitia kontes, lomba kali ini diikuti 232 peserta dari Magelang, Temanggung, Yogyakarta, Sragen, Surabaya, dan Tulungagung. Yang lain datang dari Jakarta, Depok, Banten, dan Bandung. Yang menarik, 95% ikan yang dikonteskan adalah ternakan lokal.

Lomba adu cantik-cantikan yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun komunitas maskoki di Jawa Tengah-Bogos-ke-3 mengukuhkan Limas Goldfish sebagai breeder terbaik setelah menampilkan kuartet oranda tricolor. Peraih gelar terbanyak diboyong Tropis Farm setelah menyabet juara 6 buah dari 15 kelas yang dikonteskan. (Andretha Helmina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img