Monday, August 15, 2022

BUAH PENGGANTI RAGI

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ia menemukan ragi Saccharomyces telluris dalam endapan air jambu mete. Ragi itu ia gunakan utuk membuat bioetanol asal singkong. Dalam percobaan skala laboratorium, Enny menambahkan 2% ragi serta memperoleh 2,04% bioetanol asal singkong. Ketika ia memberikan 11% ragi pada molase, hasilnya 3,43% etanol. Ragi temuan Enny itu mampu menggantikan Saccharomyces cerevisiae yang selama ini dimanfaatkan produsen bioetanol sebagai pemecah pati.

S. cerevisiae masih impor. Harga di pasaran Rp75.000 per kg. Harga itu terbilang tinggi untuk produksi bioetanol skala rumahan. Oleh sebab itu substitusi dari bahan alam yang murah mutlak diperlukan, kata dosen Institut Teknologi Bandung itu. Selain menemukan pengganti ragi S. cerevisiae, Enny juga mengembangkan substitusi enzim alfa amilase. Dalam proses produksi bioetanol, enzim itu berperan sebagai pemecah pati menjadi glukosa.

Pengganti enzim itu adalah biji jagung manis yang direndam 8 jam sehingga berkecambah. Biji jagung itu kemudian diblender mirip bubur. Menurut Enny aktivitas enzim biji jagung mencapai 8,805 mg/menit. Artinya, aktivitas amilase untuk menghidrolisis pati 8,8 mg per menit untuk setiap 1 g jagung. Menurut Dr Arif Yudiarto peneliti bioetanol dari Balai Besar Teknologi Pati, dengan penemuan itu produsen mempunyai pilihan baru bila ingin memproduksi bioetanol. (Vina Fitriani)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img