Saturday, August 13, 2022

4th All Indonesia Koi Show 2007 : Besar Itu Indah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Selain ukuran tubuh, warna merah tebal merata melengkapi keelokan sang juara. Makanya rival terdekatnya tersisih meskipun lebih panjang 1 cm. ‘Corak merahnya kalah pekat,’ ujar Cheng Kwok Kwai, juri dari Surabaya. Menurutnya di luar ukuran dan warna, kedua kohaku jumbo itu berimbang: pola, batas warna, kesehatan, dan kelincahan berenang.

Penganugerahan GC dilakukan usai penentuan best in size di kategori ukuran di atas 75 cm. Total 8 ikan juara di masing-masing kategori dari jenis kawarimono, shiro utsuri, hikarimono, kohaku, taisho sanshoku, showa sanshoku, ginrin shiro, dan shusui berlaga di babak puncak itu. Ke-4 juri-Alan Stephen Nementzik (Singapura), Cheng Kwok Kwai (Surabaya), Kiichi Sakai, dan Katsuyoshi Saga (ZNA Jepang)- seksama mengamati ikan di bak.

Juara ditentukan melalui voting. ‘Itu agar pilihan tiap juri murni tanpa pengaruh juri lain,’ jelas Alan. Setelah juri menuliskan pilihan di sehelai kertas, kertas dibuka. Satu per satu pilihan juri itu dibacakan. Semua juri memilih kohaku milik Budiono Gunawan. Ikan berumur 8 tahun itu pun ditahbiskan sebagai grand champion.

Showa

Langkah klangenan Budiono Gunawan itu dimulai di kelas kohaku ukuran di atas 75 cm. Di 3 besar, andalan Yohanes Yusuf dan koleksi lain Budiono Gunawan mencoba menghadang liukannya. Tak perlu waktu lama, juri langsung menobatkannya sebagai jawara. Kohaku 84 cm milik Yohanes Yusuf rupanya terlalu tangguh bagi koleksi kedua Budiono Gunawan. Akhirnya kedua koleksi Budiono masing-masing dinobatkan sebagai juara ke-1 dan 3.

Adu elok sengit pun berlangsung di kelas showa jumbo berukuran di atas 75 cm. Klangenan Salim bersaing melawan ikan milik Soeyanto dan Budiono Gunawan. Namun, Dewi Fortuna berpaling dari Salim. Kiichi Sakai jeli melihat gerakan yang kurang leluasa. Tubuhnya sedikit miring waktu berputar dalam bak. ‘Sirip perutnya terganggu, mungkin karena kesalahan waktu handling,’ ujarnya. Salim pun mesti puas merebut juara ke-3.

Tinggallah koleksi Budiono dan Soeyanto memperebutkan posisi tertinggi. Saat bak digeser ke bawah lampu agar penilaian lebih teliti, tampak pola showa koleksi Soeyanto lebih tegas. ‘Batas antarwarnanya jelas. Warna putihnya juga jernih,’ ujar Cheng. Sebaliknya, koleksi Budiono bermasalah dengan sashi kesan warna meluntur ke sekitarnya sehingga menyamarkan batas warna.

Terbanyak

Kontes yang digelar 7-9 Desember 2007 itu berlangsung di Mega Glodok Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Barat. Jumlah pesertanya mencapai 888 ikan. Itu jumlah terbanyak yang pernah tercatat. ‘Kontes sebelumnya hanya 800-an lebih sedikit,’ ungkap Sven Keller, ketua pelaksana kontes.

Kontes itu diikuti oleh koi-koi berkualitas asal Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Tulungagung, Surabaya, Medan, serta Makassar. Dari catatan panitia, peserta terbanyak menyertakan ikan adalah Salim dengan 114 ekor. ‘Kontes memang jadi ajang pertemuan sesama penggemar. Makanya pelaksanaannya selalu ditunggu,’ ujar Rudi Siswadi, hobiis dari Pancoran, Jakarta Selatan. (A. Arie Raharjo/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img