Wednesday, June 24, 2026

Buahkan Manggis 3 Tahun Lebih Cepat : Rahasianya Kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Oksigen

Rekomendasi

Trubus.id—Tanaman manggis milik Ade Zakie Fadillah cepat berbuah. Padahal umur tanam baru 5 tahun setelah tanam. Pekebun manggis di Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguntur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu menuturkan bahwa lazimnya manggis asal biji paling cepat berbuah saat berumur 8 tahun.

Artinya ia bisa membuahkan manggis 3 tahun lebih cepat. Rahasianya Zakie menerapkan budidaya intensif, kombinasi pupuk organik cair (POC) dan oksigen di sekitar perakaran tanaman. Perlakuan itu saat tanaman berumur 4 tahun sejak tanam. Tanaman berasal dari biji setinggi 75 cm.

Hasilnya cukup memuaskan. Dari 12 tanaman yang diberi perlakuan, 9 tanaman sukses berbuah setahun berselang saat panen raya pada Februari. Artinya, persentase keberhasilan cukup tinggi hingga 75%.

Menurut Zakie varietas kaligesing di lahannya mulai berbuah pada tahun ke-5 dengan hasil 4—6 buah, tahun ke-6 (40 buah), dan tahun ke-7 (200 buah setara 14—20 kg). Ia  meracik sendiri POC dari sisa cacing dan urine ruminansia.

Menurut Zakie pekebun bisa membeli atau membuat sendiri POC jika di sekitar lingkungan tersedia bahan yang mendukung sehingga lebih ekonomis. “POC mengandung mikrob menguntungkan salah satunya Pseudomonas fluorescens yang berperan mencegah patogen dan membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi tanaman,” kata pekebun manggis sejak 2010 itu.

Ia melarutkan 1 liter POC dengan 20 liter air. Adapun dosis pemberian 10 liter larutan POC per tanaman yang diaplikasikan selang 2 pekan. Zakie menambahkan, aplikasi POC kian optimal dengan penambahan oksigen.

Tujuannya memperbaiki aerasi tanah yang mengoptimalkan pertumbuhan mikrob aerob di daerah perakaran. Aplikasi oksigen biasanya sesaat setelah pemberian POC. Aerasi manual menggunakan kompresor kecil.

Ia menyambung kompresor itu dengan pipa diameter 0,5 inci sepenjang 75 cm, kemudian menusukkan ke dalam tanah dengan posisi miring 45º ke arah pangkal batang.

“Tidak ada aturan berapa banyak pemberian oksigen. Lazimnya kami memberikan oksigen hingga gelembung udara terlihat di permukaan sekitar tanaman,” kata pria yang juga menekuni pengobatan tradisional itu.

Menurut Zakie aplikasi pemupukan terbaik sebulan sebelum musim hujan dan 1 bulan setelah musim hujan. Ia tidak memberikan pupuk saat hujan karena bisa tercuci sehingga kurang optimal.

Ia menuturkan bahwa membuat saluran irigasi bawah tanah untuk aplikasi pupuk dan oksigen lebih efektif. “Investasi saluaran irigasi untuk pupuk dan oksigen itu ekonomis, mengingat manggis lebih cepat berbuah,” kata ketua Kelompok Tani Subur Makmur itu.


Artikel Terbaru

BRIN Galang Kolaborasi Global untuk Percepat Pertanian Rendah Emisi

Trubus.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah mitra internasional menggelar Regional Workshop Knowledge Exchange on Frontier...

More Articles Like This