Sunday, May 19, 2024

Budidaya Kelor Organik untuk Memenuhi Permintaan Konsumen

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Konsumen menghendaki tepung daun moringa atau kelor bernutrisi tinggi. Itulah sebabnya para importir menghendaki moringa atau kelor dengan budidaya organik. Menurut Ir. Ai Dudi Krisnadi moringa mampu tumbuh optimal meski budidaya organik.

Tanaman family Moringaceae itu tergolong bandel. Moringa mampu beradaptasi hingga lahan berketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (m dpl).  Menurut Dudi pertumbuhan optimal di lahan berketinggian 300—500 m di atas permukaan laut.

Tanaman serbaguna itu juga mampu bertahan hidup di daerah yang rawan kekeringan dan relatif lebih tahan serangan hama dan penyakit. Pertumbuhan moringa juga relatif cepat. Pada umur setahun setelah tanam tinggi tanaman bisa mencapai 5—7 m. Berikut kiat budidaya organik moringa.

Tahap Budidaya Organik Moringa

  1. Gemburkan tanah lalu taburkan 8 ton pupuk kandang per hektare. Campur dengan tanah lalu buat guludan dengan lebar 1 m dan panjang maksimal 4 m. Jarak antarguludan 30—45 cm.
  2. Siapkan bibit moringa. Jika bibit asal biji lakukan persemaian terlebih dahulu. Persemaian dilakukan dalam polibag berisi media tanam campuran tanah dan kompos. Kupas biji moringa lalu rendam dalam air selama semalam hingga biji mengembang. Buang biji yang mengambang.
  3. Buat lubang tanam dalam polibag sedalam dua ruas jari. Masukkan sebuah biji moringa di lubang tanam. Benih akan berkecambah pada umur 5—12 hari setelah tanam. Tempatkan polibag di tempat yang ternaungi agar terlindungi dari hujan lebat atau sinar matahari terik. Siram dengan 10—20 ml air per polybag setiap 2—3 hari atau tergantung kelembapan tanah. Bibit siap tanam setelah berumur dua pekan pascaberkecambah atau tinggi tanaman 20 cm.
  4. Buat lubang tanam dengan jarak antarlubang tanam 1 m x 1 m. Lepaskan bibit dari polibag dengan hati-hati agar perakaran tidak rusak, lalu tanam dalam lubang, kemudian tutup kembali dengan tanah.
  5. Siram tanaman pada pagi atau malam hari untuk mengurangi penguapan.
  6. Saat tanaman mencapai 50—100 cm, pangkas tunas pada batang utama untuk memicu pertumbuhan cabang lateral sehingga tanaman menjadi lebih rimbun.
  7. Lakukan penyiangan menggunakan cangkul untuk menghilangkan gulma dan menggemburkan tanah sehingga areal perakaran memiliki aerasi yang baik.
  8. Berikan pupuk kandang atau bokashi yang terbuat dari campuran pupuk kandang, kompos, dan jerami kering yang difermentasi dengan mikroorganisme minimal setahun sekali. Sebaiknya lakukan pemupukan pada saat awal musim hujan.
  9. Moringa dapat dipanen pada umur 4—5 bulan setelah tanam. Tanaman yang sama dapat dipanen lagi dua bulan setelah panen.
  10. Saat tanaman berumur setahun setelah tanam, tebang tanaman pada ketinggian 20 cm dari permukaan tanah. Tujuannya untuk mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi sehingga menyulitkan saat panen. Penebangan juga memacu pertumbuhan cabang. Makin banyak cabang yang tumbuh maka produksi daun meningkat. Selanjutnya lakukan penebangan 1—2 kali setahun. ***
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img