Sunday, July 14, 2024

Bukti Ilmiah Mengonsumsi Buah Pedada Bisa Mengatasi Diabetes

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Mengonsumsi cuka buah pedada terbukti ilmiah menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Bentuk buah pedada mirip apel yakni bulat dengan lekukan di bagian atas. Oleh karena itu, masyarakat kerap menyebut pedada dengan nama apel mangrove.

Pedada banyak tumbuh di tepi pantai sebagai penyusun hutan bakau. Dr. Ir. Hardoko, M.S., dan rekan di Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Brawijaya meneliti buah pedada. Buah pedada dapat dikonsumsi dan bercita rasa masam.

“Karena pedada mirip apel, saya berpikir bagaimana kalau saya buat cuka,” kata Hardoko.

Hardoko lalu mengolah buah pedada Sonneratia alba. Peneliti terlebih dahulu membuat cuka dari sari buah anggota famili Lythraceae itu. Mereka menambahkan gula pada sari buah berkonsentrasi 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% lalu menyesuaikan pH hingga 4,5.

Penambahan Saccharomyces cerevisiae 5% dan Acetobacter aceti 7% dilakukan untuk menunjang fermentasi secara anaerob fakultatif. Hardoko menggunakan inkubator pada suhu 30°C selama 5 hari, 7 hari, dan 9 hari untuk fermentasi.

Setelah bentuk dan nama yang menginspirasi, kemudian soal khasiat. Cuka apel berfaedah mengatasi kadar gula darah berlebih alias diabetes melitus. Itulah sebabnya Hardoko menguji coba cuka buah pedada untuk mengatasi diabetes.

Para periset menginduksi aloksan pada tikus wistar agar terjadi hiperglikemia. Kadar glukosa darah satwa uji pun melonjak, lebih dari 200 mg/dl alias positif diabetes melitus. Hardoko dan rekan memberikan cuka buah pedada per tikus diabetesi—sebutan untuk pengidap diabetes melitus.

Hasil riset ilmiah itu menunjukkan, cuka pedada manjur menurunkan kadar glukosa darah. Pemberian 0,6 ml cuka buah menunjukkan hasil terbaik dan tercepat dalam menurunkan glukosa darah yakni 138,34 mg/dl (60,5%) selama 21 hari.

Bandingkan dengan dosis 0,2 ml dan 0,4 ml juga memberikan hasil baik yakni penurunan glukosa darah masing-masing 123,33 mg/dl (55,3%) dan 104 mg/dl (46,8%). Kinerja cuka perepat—nama lain pedada— hampir menyamai obat oral antidiabetes (OAD) glibenklamid 0,09 mg per tikus yang diberikan selama 21 hari.

Bila dikonversi ke dalam dosis manusia, Hardoko dan rekan merekomendasikan dosis 11,2 ml per 70 kilogram bobot tubuh. Dosis itu dapat menurunkan kadar glukosa darah secara perlahan. Berdasarkan uji toksisitas, cuka buah pedada tidak bersifat toksik sehingga aman dikonsumsi manusia.

Bagaimana duduk perkara pedada menurunkan kadar gula? Senyawa aktif flavonoid dalam cuka buah pedada berperan menurunkan glukosa darah. Perannya menyerupai insulin dan meningkatkan aktivitas insulin.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img