Trubus.id — Masyarakat awam masih banyak yang menganggap bunga bangkai Amorphophallus titanum sama dengan padma raksasa Rafflesia arnoldi. Padahal, keduanya merupakan dua bunga yang berbeda.
Berikut ini perbedaan dan persamaan antara bunga bangkai Amorphophallus titanum dan padma raksasa Rafflesia arnoldi.
Perbedaan bunga bangkai dengan Rafflesia arnoldii
Bunga bangkai Amorphophallus titanum termasuk dalam suku Araceae (talas-talasan) dan bukan tumbuhan parasit. Bunga bangkai merupakan tumbuhan yang memasok makanannya sendiri serta mempunyai umbi, batang, dan daun.
Berkembang biak dengan biji, umbi, dan daun. Bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam satu tumbuhan. Bunga betina matang lebih dahulu sehingga bunga jantan tidak dapat menyerbuki bunga betina. Artinya, diperlukan lebih dari satu bunga supaya bunga betina dapat diserbuki oleh bunga jantan dengan bantuan serangga.
Mulai dari munculnya kuncup sampai mekar, bunga bangkai membutuhkan waktu 1–3 bulan. Bunga mekar sempurna hanya 1 hari, masih bisa bertahan sampai 7 hari sebelum terkulai layu.
Biji bunga bangkai berjumlah ratusan berukuran 2–4 cm, berwarna merah bila telah matang.

Padma raksasa Rafflesia arnoldi termasuk dalam suku Rafflesiaceae (padma). Bunga ini merupakan tumbuhan parasit yang hidup menempel pada akar atau batang tumbuhan inang. Inanglah yang memberi nutrisi dan tempat berbiak.
Rafflesia arnoldii tidak mempunyai batang dan daun karena ia tidak memerlukannya. Berkembang biak dengan biji yang dihasilkan oleh bunga betina. Bunga jantan dan bunga betina tidak terdapat dalam satu tumbuhan, terkadang malah tumbuh berjauhan sehingga dibutuhkan serangga untuk menyerbuki bunga betina dengan serbuk sari dari jantannya.
Mulai dari munculnya kuncup sampai mekar, Rafflesia arnoldii membutuhkan waktu 21 bulan. Ironisnya, biarpun membutuhkan waktu lama untuk berbunga, ia hanya mekar selama 5 hari.
Bijinya berjumlah ribuan, berukuran sangat kecil dan halus seperti pasir dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop.
Persamaan bunga bangkai dan Rafflesia arnoldii Keduanya merupakan penghuni asli belantara Sumatra. Sama-sama mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai yang berguna untuk mengundang serangga agar membantu proses penyerbukan.
