Monday, August 15, 2022

Burung Berharga Selangit

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Burung berharga fantastis lantaran prestasi yang diraih saat kontes
Burung berharga fantastis lantaran prestasi yang diraih saat kontes

Kisah burung-burung berharga ratusan juta rupiah.

Tamu itu datang di kediaman Andy Handoyo pada sebuah siang. Ia hendak melihat aksi dan mendengar kicauan Suara Sakti, muraibatu koleksi Andy. Setelah beberapa lama mengamati, sang tamu pun berujar, “Bagaimana kalau saya beli Rp500-juta?” kata sang tamu sebagaimana diulangi oleh Andi.

Mendengar penawaran itu Andy sempat terkejut. Harga itu 55 kali lipat lebih mahal daripada harga saat ia membeli, yakni hanya Rp9-juta. “Kata orang kalau burung sudah ditawar  tapi tidak dijual, katanya mati,” ujar pehobi di Yogyakarta itu. Namun, ia tak menggubris penawaran dan mitos itu. “Saya tidak akan jual,” kata Andy. Si tamu  meminta Andy untuk menyebutkan harga. “Kalau memang harganya Rp1-miliar, sebutkan saja,” kata sang tamu seperti ditirukan Andy. Pancingan sang tamu agar Andy membuka harga kembali gagal. Pria ramah itu tak tergiur harga selangit.

Andy enggan menjual Copychus malabaricus klangenannya itu lantaran sudah kelewat sayang. Maklum, Andy Donk—sapaan akrabnya—memelihara burung anggota famili Turdidae itu sejak 1999. “Burung itu yang melambungnkan nama saya di kalangan pehobi burung berkicau,” ujarnya. Di jagat burung berkicau nama Suara Sakti memang melegenda. Muraibatu itu memiliki prestasi luar biasa, yakni meraih 162 gelar juara dalam kurun 14 tahun. Hingga kini prestasinya tetap menanjak meski berumur 16 tahun. Pantas bila tamu yang berkunjung  itu berani menawar dengan harga fantastis: Rp500-juta!

Termahal

Seandainya ketika itu, 2009, terjadi transaksi, maka Suara Sakti menjadi muraibatu termahal di Indonesia. Menurut Andy para pehobi memang berani membeli dengan harga mahal sebagai investasi. “Mereka membeli burung yang bagus agar bisa juara di setiap kontes dan mendapat hadiah. Apalagi saat ini nilai hadiah pada beberapa kontes mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya. Jika prestasinya mulai menurun, mereka biasanya menjadikannya sebagai indukan. “Keturunan dari induk juara harga jualnya mahal, bisa puluhan juta rupiah,” katanya.

Contoh pehobi yang rela menggelontorkan biaya mahal untuk membeli burung berkualitas adalah H Budiono. Pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat, itu rela merogoh kocek hingga Rp250-juta untuk membeli seekor muraibatu bernama New Sensasi dari seorang penangkar di Bandung, Jawa Barat. Budiono rela menggelontorkan uang sebanyak itu karena prestasi New Sensasi tergolong luar biasa meski masih belia, yakni 3 tahun. Menurut pehobi burung berkicau asal Jambi, Andre Sutanto, burung kicauan berumur 1,5—3 tahun tergolong masih yuwana alias muda. “Dari seluruh kontes yang pernah ia ikuti, 80% di antaranya masuk peringkat 3 besar,” ujar Budiono. Padahal, muraibatu mampu berpenampilan prima hingga berumur 6—8 tahun. “Perjalanan karier New Sensasi masih panjang,” kata pengusaha itu.

Budiono sejatinya telah mengincar muraibatu Copychus malabaricus jawara itu sejak 2012. Ketika itu ia bahkan sudah menyiapkan uang tunai Rp180-juta. Namun, sang pemilik bergeming lantaran mendapat kabar kalau pesaingnya ketika itu laku dengan harga Rp215-juta. Padahal, menurut si pemilik dari segi prestasi New Sensasi lebih mencorong. “Baru setelah ditawar Rp250-juta, pemiliknya mau menjualnya ke saya,” kata Budiono.

Meski baru dibeli pada Januari 2013, New Sensasi sudah mendatangkan rezeki yang lumayan besar bagi Budiono. Dari kontes burung berkicau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) New Sensasi memperoleh total hadiah Rp40-juta, pada Piala Pangdam III Siliwangi Rp25-juta, kontes di Cibubur Rp46-juta, dan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rp12-juta. Dari nilai hadiah itu Budiono biasanya memberikan komisi beberapa persen untuk si perawat. “Kalau saya dapat hadiah Rp40-juta, saya memberikan komisi Rp5-juta untuk perawat. Kalau setiap pekan ada kontes dan jadi juara, silakan hitung jumlah komisi yang diperoleh si perawat,” ujar Budiono.

Lovebird termahal

Saat burung berkicau sedangtren, predikat burung berharga fantastis pun kini muncul darijenis-jenis baru seperti lovebird
Saat burung berkicau sedang tren, predikat burung berharga fantastis pun kini muncul dari jenis-jenis baru seperti lovebird

Saat burung berkicau tengah naik daun, predikat burung berharga fantastis pun kini muncul dari jenis-jenis baru. Contohnya lovebird yang mulai ramai di ajang kontes pada 4 tahun silam. Salah satunya lovebird milik Ahmad Fadilah—bukan nama sebenarnya—salah seorang pehobi burung berkicau di Jakarta. Pria murah senyum itu rela merogoh kocek hingga Rp90-juta untuk membeli seekor lovebird juara. Menurut Ahmad semestinya harga lovebird istimewa itu bisa lebih mahal daripada itu. “Tapi karena sang pemilik masih ada ikatan saudara dengan saya, mungkin ngga enak kalau menolak menjual ke saya,” ujar Ahmad.

Ahmad berani menggelontorkan uang sebanyak itu lantaran prestasi lovebird itu sangat populer. Keistimewaannya memiliki suara ngengklek yang panjang, bahkan menarik perhatian para pemilik akun jejaring sosial. Video aksi si burung cinta itu menarik perhatian hingga 55.871 pengunjung.

Ahmad mempercayakan perawatan kepada pemilik lamanya di Lampung. “Kalau ada kontes di Jakarta dan sekitarnya, burung langsung dibawa dari Lampung menggunakan angkutan travel dan menginap dulu di Jakarta,” ujar Ahmad. Ia enggan merawat di Jakarta karena khawatir sang burung tidak mampu beradaptasi. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img