
Seduhan cabai jawa meningkatkan daya tahan tubuh.

Trubus — Masyarakat Ulias di Kota Ambon, Provinsi Maluku, menggunakan cabai jawa sebagai pengganti cabai rawit. Rasa buah cabai jawa matang memang pedas seperti lada. Tak heran cabai jawa Piper retrofractum sering dipakai sebagai campuran bandrek, wedang secang, bir pletok, bajigur, dan wedang jahe. Rempah itu juga kerap menjadi bumbu pelengkap gulai, kari, soto, satai padang, dan sambal.
Tanpa mereka sadari, mengonsumsi beragam minuman itu juga menjaga daya tahan tubuh. Mohammad Roseno dan tim dari Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Bandung menguji aktivitas imunomodulator tiga tanaman keluarga Piperaceae. Ketiga tanaman itu kemukus Piper cubeba, kiseureuh P. aduncum, dan cabai jawa P. retrofractum.
Fagosit tinggi
Mohammad Roseno menggunakan hewan uji mencit yang mengonsumsi sediaan sekali sehari selama 6 hari berturut-turut. Aktivitas imunomodulator ditinjau dari tiga indikator yakni indeks fagositosis, kadar leukosit darah tepi, dan kadar leukosit limpa. Hasilnya ekstrak etanol kemukus memiliki aktivitas imunosupresan yang meningkat seiring peningkatan dosis.
Ekstrak kiseureuh dosis 2,8 mg per 20 g bobot tubuh memiliki aktivitas imunosupresan. Adapun dosis 5,6 mg dan 11,2 mg cenderung berefek imunostimulan. Ekstrak etanol cabai jawa terbukti memiliki aktivitas imunomodulator sebagai imunostimulan dengan aktivitas tertinggi pada dosis 5,6 mg per 20 g bobot tubuh. Menurut Roseno imunostimulan cabai jawa lebih tinggi daripada imunostimulan fitofarmaka.
Indeks fagositosis cabai jawa berdosis 5,6 mg mencapai 1,5, sedangkan imunostimulan fitofarmaka berindeks fagositosis 1,2. Senyawa aktif ketiga kerabat sirih-sirihan itu memengaruhi jumlah komponen granulosit darah tepi terutama aktivitas neutrofil untuk fagositosis. Namun, ketiganya tidak berpengaruh terhadap jumlah komponen granulosit limpa.
Periset di Jurusan Agroteknologi Universitas Lampung, Rusdi Evizal, menyebutkan cabai jawa mengandung senyawa alkaloid seperti piperin, kavisin, piperidim, saponin, polifenol, dan minyak asiri. Senyawa aktif piperin terdapat pada hampir semua buah kerabat Piperaceae seperti lada, kemukus, dan sirih. Lada hitam mengandung piperin terbanyak 45,21 mg per g.
Bandingkan dengan kandungann piperin dalam cabai jawa hanya 11,19 mg per gram (lihat tabel). Komponen minyak asiri dengan kandungan relatif terbesar yakni sesquiterpen 63,44% dan monoterpen 3,48%. “Kandungan utama cabai jawa minyak asiri, piperin, dan piperidin,” kata periset Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Otih Rostiana, M.Sc.
Menurut Otih piperin dan senyawa turunannya dalam cabai jawa berfungsi untuk meningkatkan stamina. “Khasiatnya secara umum antara lain dapat membantu mengatasi lemah syahwat, melancarkan peredaran darah, dan meredakan sesak napas,” kata Otih.
“Salah satu fokus penelitian kami adalah pemilihan bahan tanaman unggul,” kata Otih. Saat ini pemanfaatan cabai jawa dalam bentuk simplisia kering, serbuk, dan ekstrak. Periset bidang pemuliaan dan genetika tanaman Balittro itu menuturkan, budidaya cabai solak—nama lokal cabai jawa di Madura—banyak terdapat di Jawa Timur seperti Pulau Madura dengan sentra utama Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Jember.

Minuman celup
Sentra lain cabai jawa di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Magelang, keduanya di Jawa Tengah, Kabupaten Lampung, Kabupaten Dompu (Nusa Tenggara Barat), dan Kabupaten Manggarai (Nusa Tenggara Timur). Otih menyarankan petani memetik buah sebelum berwarna merah untuk memperoleh cabai jawa dengan senyawa aktif yang tinggi.
“Masa panen terbaik cabai jawa adalah saat buah masak fisiologis yaitu berwarna hijau kemerahan atau jingga. Tekstur buah masih keras,” kata Otih. Bila terlalu masak yakni setelah berwarna merah, daging buah sudah lembek sehingga cenderung mudah rusak.
Andro Agasi Dana Septa dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jember meramu minuman berbahan dasar cabai jawa dalam kemasan kantong celup. Periset menambahkan temulawak dan secang serta mengemasnya dengan bobot 2 gram per kantong celup.
Dari beberapa kombinasi, panelis paling suka komposisi cabai jawa 50%, temulawak 10%, dan secang 40%. Minuman racikan Andro mengandung polifenol 29,83 mg/g dengan aktivitas antioksidan sebesar 12,2%. Cabai jawa celup racikan Andro mempermudah konsumen untuk menjaga daya tahan tubuh secara praktis. (Sinta Herian Pawestri)
