Friday, December 2, 2022

Cara Mutakhir Hasilkan Ling Zhi Berkualitas

Rekomendasi

 

Pabrik ekstraksi canggih itu bukanlah pabrik raksasa sekelas Nissan Chemical yang telah 125 tahun malang-melintang di industri kimia. Ia hanya sebuah pabrik ekstraksi yang menempati lahan 4 ha di kota Mie, kota kecil yang ditempuh selama 6 jam dari Tokyo. Pabrik itu pun hanya dioperasikan 43 karyawan.

Meski tergolong skala kecil, toh kualitas yang dihasilkan mampu memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah Jepang. Salah satunya syarat bebas pencemaran logam berat. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), logam berat salah satu polutan berbahaya yang jumlahnya semakin bertambah. EPA mencatat setidaknya 13 jenis logam berat yang berbahaya bagi lingkungan seperti arsenik (As), timbal (Pb), merkuri alias air raksa (Hg), dan kadmium (Cd).

Racun

Logam berat sejatinya unsur penting yang dibutuhkan setiap makhluk hidup. Namun, beberapa di antaranya bersifat racun pada kadar tertentu. Kadmium misalnya. Logam berat itu mengundang risiko tinggi terhadap pembuluh darah. Dalam jangka panjang dapat terakumulasi di hati dan ginjal. Pada konsentrasi rendah dapat menyebabkan gangguan paru-paru, emfi sema, dan renal tubular disease.

Peristiwa pencemaran merkuri di Minamata pada 1953 menjadi salah satu tragedi terburuk bagi warga Jepang. Itulah sebabnya negeri Matahari Terbit sangat ketat mengawasi pencemaran polutan mengerikan itu pada setiap produk yang beredar. Nippon Funmatsu salah satu perusahaan yang mampu memenuhi persyaratan itu. Karena itulah Nissan Chemical mempercayakan produksi ekstrak ling zhi meski harus menempuh jarak 300 km dari kantor pusat mereka di Tokyo.

Di sanalah 2.250 kg ling zhi ekstrak. Produksi ekstrak hanya setahun sekali yakni saat musim panen pada akhir musim panas atau awal musim gugur setiap November. Bahan baku reishi-sebutannya di Jepang-berasal dari perkebunan jamur di Gunmaken, yang ditempuh sekitar 2 jam ke bagian utara dari kota Tokyo. Sebelum diolah, ling zhi dikeringkan dengan oven hingga berkadar air maksimal 10%. Reishi kering lalu dikemas dalam kotak dus berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm, kemudian dikirim dengan menggunakan truk ke kota Mie yang ditempuh sekitar 8 jam.

Reishi kering diekstrak dengan air panas bersuhu 98-100oC selama sejam. Menurut Dr Ahkam Subroto APU, peneliti Puslitbang Bioteknologi LIPI, air panas paling efektif digunakan untuk mengekstrak ling zhi. Musababnya, ‘Germanium dan polisakarida (keduanya senyawa aktif utama dalam ling zhi, red) larut dalam air. Belum tentu efektif kalau diekstrak dengan alkohol,’ ujarnya. Proses ekstraksi dilakukan pada 3 boiler berkapasitas 15.000 liter air. Hasil ekstrak kemudian dikeringkan dengan teknologi spray dying. Udara panas bertemperatur 160oC diembuskan pada larutan ekstrak, sehingga air menguap dan tersisa endapan berupa tepung. Ekstrak ling zhi kemudian dikemas dalam drum karton berkapasitas 8-10 kg, lalu diangkut ke Akiyama Jozai di Tokyo untuk diolah menjadi tablet. Jalan panjang pengolahan ling zhi terbukti menghasilkan produk berkualitas. Hasil uji laboratorium menunjukkan ekstrak reishi terbebas dari cemaran logam berat arsenik, merkuri, dan kadmium.

Seduh

Di tanahair, ling zhi diolah dengan cara sangat sederhana. Harap mafh um, suplemen berbahan jamur kayu itu sebagian besar diproduksi usaha kecil dan menengah yang bermodal terbatas. Akibatnya sulit mengadopsi teknologi pengolahan canggih.

Nun di Blitar, Jawa Timur, Agung Hidayanto ST mengolah ling zhi yang dicampur dengan kopi. Sebelumnya anggota famili Ganodermataceae itu dihancurkan dengan alat penepung bersama-sama dengan kopi. Komposisinya 30% ling zhi, 68% kopi, dan sisanya skim agar tidak menggumpal. Untuk mengkonsumsinya cukup diseduh dengan air mendidih.

Menurut Ahkam menyeduh atau merebus ling zhi dengan air panas salah satu teknik ektraksi paling sederhana. ‘Tapi harus menggunakan air mendidih, bukan air dari dispenser,’ katanya. Setelah itu pisahkan ampas dengan cara disaring lalu dikonsumsi.

Ahkam menuturkan ada produsen yang keliru memproduksi suplemen berbahan baku ling zhi. Ganoderma kering hanya dijadikan tepung lalu dimasukkan ke dalam bungkus kapsul. ‘Cara itu berbahaya karena pencernaan tidak mampu mengekstrak sendiri tepung ling zhi. Dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan ginjal,’ tuturnya. Berikut cara pengolahan ling zhi di Jepang seperti disaksikan reporter Trubus Imam Wiguna.***

Previous articleEksplorasi Bangka
Next articleBahan Bakar dari Limbah
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img