Trubus.id—Memahami selera pasar kunci utama sukses menekuni pasar jamu modern. Menurut pemilik kafe jamu Minum Rempah Indonesia (MRI) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Buyung Salbi Alghifari, berbisnis jamu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
Pemilik usaha selayaknya meriset pasar dan menentukan strategi pemasaran. Ia menuturkan sebagai gambaran MRI menangkap fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat berusia produktif, tetapi sering mengalami gangguan kesehatan.
Buyung lantas menghadirkan produk yang sesuai fenomena itu. Ia mendirikan kafe MRI dengan fitur produk dan layanan khas masyarakat berusia muda. Bukan cuma produk saja yang modern sehingga mampu menggaet konsuman anak-anak muda.
Dekorasi kafe khas pemuda dan pramusaji pun anak muda sehingga pengunjung nyaman. Interior kafe dirancang sedekimian rupa sehingga pengunjung semakin betah menikmati jamu. Penyajian minuman memakai gelas berupa french press, sloki, carafe, dan teko pitcher.
Predikat jamu sebagai minuman kesehatan yang bercita rasa pahit dan kuno pun hilang. MRI mampu menjelma sebagai kafe jamu dengan visual identitas anak muda. Menu yang disajikan pun sangat atraktif. MRI menyediakan sekitar 20 menu yang disesuaikan dengan kebutuhan anak muda.
Bahan baku berasal dari rempah berkualitas sehingga konsumen bisa merasakan khasiat minuman yang dipesan. Begitu pula pemanis yang digunakan merupakan pemanis alami seperti madu, gula merah, dan gula singkong.
Ia baru memperoleh pemasukan setelah tahun kedua kafe beroperasi. Buyung senantiasa optimis asalkan selalu melakukan riset pasar maka usaha kafe jamu memberikan hasil memuaskan. Kesabaran itu berbuah manis terbukti dengan jumlah kafe MRI yang semula hanya satu menjadi enam kafe.
Baca selengkapnya pada Majalah Edisi 655 Juni 2024 mengupas tuntas Viral, Kafe Jamu Modern. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 655 Juni 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.
