Trubus.id— Setiap pekebun tentu ingin pohon alpukatnya berbuah lebat. Sayangnya, hal itu bukan perkara mudah. Itu diakui oleh Samlawi, pekebun alpukat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Samlawi butuh perawatan intensif supaya tanaman alpukat sehat dan berbuah banyak. Alpukat rentan terserang cendawan Phytophthora sp. yang menyebabkan busuk akar. Gejala awal serangan cendawan busuk akar bermula dari kemunculan bercak kecil berwarna cokelat tua di pangkal daun muda, dekat titik tumbuh.
Periset dari Universitas Winaya Mukti, Sumedang, Jawa Barat, Ai Suminarti Dewi, menunjukkan media tanam sekam bakar dan pupuk kotoran domba berpengaruh pada pertumbuhan akar sambung pucuk alpukat.
Pemberian sekam bakar dan pupuk kandang domba—masing-masing 9 ton per hektare— memperpanjang volume akar 13,44 cm selama 8 hari setelah tanam (HST).
Samlawi menuturkan, asupan hara kaya nutrisi membentengi tanaman dari serangan organisme pengganggu tanaman, termasuk Phytophthora sp. Ia mengandalkan pupuk organik cair (POC) racikan sendiri untuk memasok makanan bagi tanaman.
Petani alpukat aligator itu melarutkan 0,2 liter POC dalam 20 liter air. Larutan itu cukup untuk 20 pohon. Penyemprotan setiap 2 pekan. Samlawi menambahkan 40 kg pupuk berupa kotoran kambing terfermentasi dan 4 kg kapur pertanian.
Selain itu Samlawi juga memasang mulsa berbahan jerami kering dan daun bambu kering. Kedua mulsa organik itu menutup bagian perakaran tanaman. Tujuannya menekan pertumbuhan gulma sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Samlawi memperbarui mulsa alami itu setiap tahun. “Pemberian pupuk organik cair dan pemasangan mulsa organik membuat tanaman sehat meskipun tanpa asupan pupuk kimia,” kata Samlawi.
Sejatinya Samlawi memikirkan strategi budidaya aligator sejak sebelum penanaman. Oleh karena itu, ia hanya memilih bibit berbatang kokoh dan berdaun segar. Pemindahan bibit dari rumah produksi ke tempat penjualan memengaruhi kesehatan tanaman.
Lingkungan yang berbeda membuat tanaman stres. Akibatnya kondisi tanaman kurang prima saat penanaman di lahan. Penanaman bibit alpukat dalam lubang berukuran 1 m × 1 m ber kedalaman 0,8 m.
Ukuran lubang tanam itu paling cocok untuk perkembangan akar. Selain perawatan intensif dan pemilihan bibit, Samlawi memerhatikan waktu tanam. Ia menuturkan, waktu tanam sangat berpengaruh pada pengairan.
Jadi ia sangat menghindari penanaman pada Juli dan Agustus. Alasannya saat itu cuaca sangat ekstrem—dingin pada malam dan panas saat siang. Pergantian suhu yang drastis membuat tanaman gampang sakit.
Samlawi menuturkan, waktu penanaman yang tepat yakni November. Berkat perawatan intensif itu, ia memetik hasil memuaskan. Nyaris semua tanaman aligator di kebun berbuah lebat. Setiap pohon berumur 3 tahun rata-rata menghasilkan 17 kg buah.
