
menjelang masak. (Dok. Novianto Eka Setyawan)
Sosok buah ceplukan baru menggoda mata. Warna buah ungu pekat dan kaya antosianin yang berfaedah mengatasi sel kanker.
Trubus — Ceplukan umumnya berwarna hijau atau kuning keemasan. Bobotnya hanya sekitar 3 gram per buah. Jenis ceplukan baru itu berwarna ungu. Ukurannya juga lebih besar, mencapai 30 gram per buah. Novianto Eka Setyawan memperoleh benih tanaman asal Meksiko itu dari pengimpor benih di Indonesia pada 2018. Pehobi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu menyemai puluhan benih. Ia menanam 20 tanaman purple tomatillo—nama ceplukan jumbo itu—di pot 11 liter.
Novianto menggunakan sekam yang sudah lapuk sebagai media tanam. Ia menaburkan pupuk kandang kotoran kambing di permukaan atasnya. Tanaman anggota famili Solanaceae itu berbunga pada umur 2,5 bulan. Menurut pria 38 tahun itu buah Physalis ixocarpa siap petik 2 pekan setelah muncul bunga. Mula-mula buah dalam seludang berwarna hijau.
Hijau berubah ungu
Menjelang masak warna buah ceplukan berubah menjadi ungu pekat. Novianto mengatakan, tanaman langka kerabat kentang itu mampu menghasilkan minimal 8 buah tiap tanaman. Ia bisa panen 4—5 kali tiap periode tanam. Rasa ceplukan ungu mirip tomat yang belum matang sempurna. Agak masam dan renyah.

Novianto memproduksi 20 pak benih per bulan. Tiap pak berisi 10 biji seharga Rp20.000. Menurut alumnus Universitas Slamet Riyadi Surakarta itu satu buah ceplukan ungu terdiri atas 60—75 biji bernas. Ia mengeringkannya, mengemas, dan menyetorkan ke kios tanaman di pasar Nongko, Surakarta, Jawa Tengah.
Selain Novianto, pehobi yang mengembangkan ceplukan ungu adalah Tyas Dwi Saputro. Pemilik Pelangi Flora di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, itu mengembangkan ceplukan ungu sejak awal 2019. Banyak pehobi yang penasaran akan rasa buah sehingga tertarik mencobanya.
Tyas menanam 5 purple tomatillo di belakang rumahnya. Pada Maret 2019 tingginya mencapai 70 cm dan berbunga. Sebelumnya ia menyemai biji ceplukan ungu di media tanam campuran kompos dan sekam bakar. Kemudian, ia memindahkan ke tanah lalu rutin menyiram sekali sehari.
Ceplukan cisneros
Selain purple tomatillo, Tyas juga menanam ceplukan golden berry berwarna kuning keemasan serta tomatillo cisneros berwarna hijau dan berukuran jumbo. Menurut alumnus Program Pascasarjana Bioteknologi Tanaman, Universitas Brawijaya, itu, purple dan cisneros memiliki rasa cenderung masam menyegarkan bertekstur masir. Adapun rasa golden masam manis bertekstur tidak terlalu masir.

Bobot cisneros 40—50 g, purple 20—30 g, sementara golden berry hanya sekitar 3 gram per buah. Banyak pehobi yang masih asing dengan ceplukan ungu. Tatang Kuswara pernah menanam tomatillo cisneros di Sumedang, Jawa Barat. Produktivitas cisneros anjlok pada 3 bulan pascatanam, sedangkan golden bisa bertahan hingga setahun mencapai tinggi 1 m. Cisneros cocok dijadikan salsa—saus pelengkap terbuat untuk keripik kentang garing.
Cisneros merupakan ceplukan jumbo hijau berperawakan seperti terung dengan tinggi kurang dari 1 m. Oleh karena itu, ceplukan jumbo lebih cocok dijadikan koleksi, bukan untuk dikomersialkan. Peneliti Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Dr. Nurul Khumaida, belum menjumpai benih, tanaman, maupun buah ceplukan ungu untuk riset. Ia memulai penelitian budidaya ceplukan pada 2018 dan fokus pada golden berry.
Doktor Biologi Pertanian dan Lingkungan alumnus Universitas Tokyo itu menjelaskan, ”Penelitian ceplukan di Indonesia masih terbatas. Kami memulai dari Physalis peruviana dulu agar menghasilkan standar budidaya produktif dan dapat meningkatkan kualitas tanaman.” Masyarakat mulai mengebunkan ceplukan secara komersial pada lima tahun terakhir. Waida Farm di Sumedang membudidayakannya secara intensif.
Kaya Faedah

Ceplukan Physalis ixocarpa berwarna ungu pekat karena kandungan senyawa antosianin. Peneliti The Autonomous University of Baja California (UABC) Meksiko, Daniel Gonzalez-Mendoza dan rekan-rekan membuktikan adanya komponen fenol dalam Physalis ixocarpa berkisar 5,3—10,08 mg per gram buah segar. Salah satu komponen fenol itu antosianin yang memunculkan warna ungu.
Daniel menemukan kandungan antosianin dalam ceplukan ungu dari 4 genotip berbeda. Kandungan antosianin berupa pelargonidin tertinggi 6,94 mg per g buah segar. Masyarakat memanfaatkan ceplukan ungu sebagai pengendali sel kanker. Antosianin juga membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner dan meningkatkan ketajaman penglihatan. Faedah lain buah jamberry—nama lain ceplukan—adalah mengontrol hipertensi karena mengandung potasium. (Sinta Herian Pawestri)
