Wednesday, January 28, 2026

Cerita Carita Menjaga Koral

Rekomendasi
- Advertisement -
Konservasi terumbu karang seluas 1.000 meter persegi di sepanjang pesisir Mutiara Carita Cottage.(Dok. Trubus)

Trubus — Anemon memang aneh. Penampilannya bak tumbuhan. Pantas ia berjuluk mawar laut. Sejatinya anemon jenis binatang predator. Anggota ordo Actiniaria itu mampu bergerak, meski lamban. Jenis anemon tertentu seperti Stichodactyla helianthus mampu memerangkap bulu babi. Di kediaman Arif Gopur terdapat anemon merah hati. Satwa itu hidup di dalam akurium berukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm.

Di halaman rumahnya berjajar enam akuarium berukuran sama sebagai tempat perbanyakan anemon. Warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, itu mengambil anemon dari dalam akuarium. Ia memotong membujur anemon berdiameter 10 cm itu. Arif kemudian meletakkan hasil potongan anemon itu di substrat berbahan semen dan memasukkan kembali ke akuarium.

Itulah cara Arif memperbanyak anemon dengan teknik fragmentasi—membelah karang menjadi lebih banyak dan menempelkannya di substrat atau karang lainnya yang kokoh. Bukan tanpa alasan Arif memperbanyak anemon di akuarium. Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame itu menuturkan, perbanyakan di akuarium membuat anemon lebih segar sehingga keberhasilan lebih tinggi.

Perbanyakan anemon dengan teknik fragmentasi di laut justru membuat anemon layu. “Biasanya anemon akan segar kembali di akuarium 3—5 hari setelah pemotongan,” kata Arif. Saat itulah Arif dan rekan “menanam” hasil perbanyakan anemon di laut. Kegiatan itu berlangsung sejak Oktober 2017 saat terbentuknya Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame.

Terumbu karang memiliki fungsi fisik menahan ombak dan tempat pemijahan ikan terumbu karang. (Dok. Trubus)

Komunitas terbentuk karena keprihatinan warga akibat menurunnya kualitas lingkungan bawah laut. Itu imbas pengerukan bibir pantai. “Merasa iba juga terhadap nelayan kecil karena sudah tidak bisa mengambil gurita dan ikan kecil karena menurunnya kualitas lingkungan,” kata Arif. Di sisi lain pariwisata di Sukarame belum menerapakan panduan menyelam yang baik dan benar. Akibatnya kerusakan terumbu karang dan anemon.

Transplantasi terumbu karang di pesisir Mutiara Carita Cottage dimulai sejak 2018. (Dok. Mutiara Carita Cottage)

Padahal, alam bawah laut Pantai Carita indah. Di beberapa area terdapat anemon yang menjadi lokasi ikan badut atau nemo memijah. Beruntung Desa Sukarame dekat dengan Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, hanya berjarak 7 kilometer. Anggota komunitas belajar konservasi bawah laut seperti belajar aturan snorkeling dan penyelaman serta transplantasi terumbu karang.

“Kami sudah bisa menanam karang jenis arkopora dan kini belajar memperbanyak anemon atau rumah ikan nemo,” kata Arif. Setahun berselang, pada 2018 konservasi terumbu karang di Pantai Carita meluas. Hotel di Kecamatan Carita, Mutiara Carita Cottage (MCC) juga mentransplantasi terumbu karang di bibir pantai sepanjang 1.000 meter. MCC bekerja sama dengan Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame dan LPSPL Serang.

Menurut Komisaris MCC, Ir. Bambang Irianto, upaya transplantasi untuk kelestarian lingkungan. Bambang prihatin terhadap kondisi terumbung karang di sepanjang bibir Pantai Carita yang menurun. Padahal, pada 1980—1990-an Carita penghasil induk udang dan lobster unggul. Namun, kini lingkungan penghasil indukan udang dan lobster itu menurun.

Kepala Subsi Pendayagunaan dan Pelestarian LPSPL Serang, Zaid Abdur Rahman, S.Pi.

Hasil transplantasi antara lain habitat ikan berangsur-angsur membaik. Indikatornya setiap pagi dan petang ikan mudah berkumpul ketika pengunjung MCC memberi pakan di sekitar dermaga. Beberapa ikan terumbu karang di Pantai Carita antara lain ikan badut Amphiprioninae, ikan moris idol Zanclus cormutus, ikan botana biru Acanthurus leucostemon, dan ikan layar kuning Heniochus acuminatus.

Menurut Kepala Subsi Pendayagunaan dan Pelestarian LPSPL Serang, Zaid Abdur Rahman, S.Pi., ekosistem ideal pesisir berturut-turut dari darat terdiri atas mangrove atau bakau, padang lamun atau ilalang laut, dan terumbu karang. “Sebetulnya bakau, lamun, dan terumbu karang ibarat pelindung berlapis daratan dari ombak,” kata alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Zaid menuturkan, bakau, lamun, dan terumbu karang berfungsi fisik sebagai penghalang ombak laut dan mengurangi abrasi. Menurut Zaid terumbu karang sebetulnya termasuk kingdom animalia atau hewan. Tergolong dalam ordo Scleractinia, yaitu hewan invertebrata yang hidup melekat di dasar laut. “Karang termasuk hewan bentuknya bercabang dan berpori, bisanya mengonsumsi plankton,” kata Zaid.

Penyerahan bantuan ponton oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Andi Rusandi, M.Si (kedua dari kiri) dan Komisaris Mutiara Carita Cottage, Ir. Bambang Irianto (tengah).

Mayoritas terumbu karang di Pantai Carita jenis karang jahe. Zaid menuturkan, pertumbuhan terumbu karang relatif lambat, hanya 1—3 cm per tahun. Fungsi lain terumbu karang sebagai lokasi pemijahan ikan. Di Carita secara umum terdiri atas karang jenis akropora branching atau berbentuk ranting, polios atau lembaran, dan tabulet atau membentuk meja. Anemon berfungsi sebagai tempat ikan badut atau ikan nemo.

“Logikanya jika ada anemon akan banyak ikan badut. Sebab, ikan badut salah satu jenis ikan yang adaptif dengan anemon,” kata Zaid. Bagi banyak ikan anemon beracun. Namun, anemon memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan ikan badut. Anemon menyediakan tempat bagi ikan badut. Begitu pula ikan badut bisa mengusir predator anemon seperti ikan kupu-kupu.

Ikan badut juga bisa memakan sisa makanan dan parasit pada anemon. Menurut Zaid, anemon di sepanjang MCC ukurannya rata-rata 50 cm. Itu bagus sebagai habitat ikan badut. Menurut Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Andi Rusandi, M.Si, jika ekosistem terumbu karang baik tangkapan ikan nelayan pun lebih baik.

Ragam ikan hias di sepanjang pantai Mutiara Carita Cottage, Provinsi Banten.

Terumbu karang tempat memijah, beranak, dan mengasuh anak bagi ikan. “Ikan-ikan karang bisa sebagai makanan ikan kakap putih. Keberadaan ikan kakap putih amat bergantung pada ikan terumbu karang sebagai sumber pakannya,” katanya. Ikan kakap putih salah satu ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, perlu konservasi agar terumbu karang di Pantai Carita lestari. (Muhamad Fajar Ramdhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img