Monday, August 8, 2022

“Menjual” Panorama Bawah Samudera

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Bantuan ponton seluas 36 meter persegi amat membantu konservasi transplantasi sekaligus jasa snorkeling dan diving. (Dok. Trubus)

Trubus — Menurut Kepala Sub Pendayagunaan dan Pelestarian Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, Zaid Abdur Rahman, S,Pi.,kawasan konservasi terdiri atas kawasan inti dan bukan inti. Biasanya luasan kawasan inti hanya 2%, areal lain bisa dimanfaatkan. Misalnya untuk budidaya dan wisata. Di sekitar pesisir Mutiara Carita Cottage masih dalam tahap zonasi. Kemungkinan diplotkan sebagai zona pemanfaatan wisata.

Zaid mengatakan, “Terumbu karang bernilai ekonomi tinggi. Nilainya akan lebih tinggi jika dipergunakan sebagai ekowisata. Sebab, akan bertahan terus dibandingkan dengan diperjualbelikan.” Jika kegiatan wisata berkembang baik, pasti masyarakat pun akan turut aktif menjaga terumbu karang. “Masyarakat sekitar bisa membuka jasa wisata snorkeling yang baik tanpa merusak terumbu,” kata Zaid.

Sekadar contoh pantai Carita rata-rata berkedalaman 6 meter cocok untuk penyelaman dan snorkeling. “Sangat memungkinkan menanam dan mengembangkan taman koral dan ikan badut sebagai area menyelam,” kata Zaid. Menurut Komisaris Mutiara Carita Cottage, Ir. Bambang Irianto, wisatawan pada masa mendatang meminati ekowisata bahari. Sebab, konsep ekowisata mengutamakan lingkungan dan akan memberikan efek positif bagi para pelakunya.

Wisata bahari memberikan mata pencaharian alternatif bagi warga di sekitar tempat wisata seperti jasa penyewaan alat wisata, pemandu, kuliner, dan menjual kerajinan tangan. Kegiatan konservasi karang juga mengedukasi warga untuk lebih memperhatikan lingkungan. Kelautan dan Perikanan (KKP) diwakili LPSPL serius mengembangkan wisata bahari.

KKP memberikan bantuan berupa ponton kepada Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut. Ponton merupakan halte berukuran 6 m x 6 m tempat para penyelam singgah. Menurut ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut, Arif Gopur, ponton memudahkan kelompok ketika mentransplantasi terumbu karang. Kelebihan lain ponton juga bisa sebagai stasiun tempat wisatawan untuk menyelam atau snorkeling.

Menurut Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Andi Rusandi, M.Si, Carita berpotensi menjadi tempat wisata seperti di Rajaampat, Papua Barat. “Di sana pemandu tahu kapan waktu tepat snorekling. Yaitu saat ikan pari atau manta berkumpul,” katanya. Menurut Andi, keunikan itu tentu menjadi nilai tambah. “Tidak sekadar menjual barang. Namun, menjual keindahan alam bisa menjadi nilai tambah andai berjualan barang,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img