Sunday, July 14, 2024

Sentra Baru Asparagus

Rekomendasi
- Advertisement -

Para petani Temanggung mengembangkan asparagus kualitas premium.

Kebun asparagus di Dusun Sobohan, Desa Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.(foto:Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E.) (Dok. Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E.)

Trubus — Selama ini Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kondang dengan hasil bumi vanili, kopi, dan tembakau. Bahkan, ketiga komoditas tersebut tergambar dalam logo Kabupaten Temanggung. Namun, kini banyak petani membudidayakan asparagus. Mereka memanen tunas baru atau rebung sebagai sayuran. Asosiasi Asparagus Temanggung Farm (ATAF) mengelola pengembangan asparagus di Temanggung.

Ketua ATAF, Basori Supriyanto mengatakan bahwa ada tujuh kecamatan di Kabupaten Temanggung sebagai sentra asparagus, antara lain Kecamatan Kledung seluas 3.000 m², Candiroto (2.000 m²), Bulu (4.000 m²), dan Kecamatan Ngadirejo (2.000 m²). Total luas lahan asparagus di Temanggung 14 hektare. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DPKPKP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, menyatakan produksi rata-rata 15—20 ton per ha.

Asparagus premium

Tanah di Kabupaten Temanggung cocok untuk budidaya asparagus. (Dok. Trubus)

Menurut Joko komoditas asparagus cocok di ketinggian wilayah, kontur tanah dan kemiringan, serta serapan sinar matahari seperti di Temanggung. Pegunungan tropis dengan rentang 10—13 derajat celsius berketinggian 200—1.900 m diatas permukaan laut merupakan empat tumbuh ideal untuk asparagus. Meskipun suhu di Kabupaten Temanggung berkisar antara 24—30ºC asparagus masih dapat tumbuh subur.

Jenis tanah di Kabupaten Temanggung sebagian besar berupa latosol dan andosol. Kedua jenis tanah itu layak ditanami asparagus, selain jenis podsolik merah kuning. Sekretaris ATAF, Fauzin Wahid, menyampaikan sementara ini ATAF baru menembus pasar retail nasional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Retail itu membeli asparagus produk ATAF Rp80.000 per kilogram untuk kualitas premium.

Artinya satu hektare lahan berpotensi menghasilkan Rp1,6 miliar per tahun. Standar mutu asparagus kelas A adalah sepanjang 25—30 cm, warna rebung putih, segar, dan gemuk. Adapun kelas B (warna rebung setengah putih dan setengah ungu, panjang lebih dari 30 cm, dan diameter 1,5 cm). Adapun asparagus kelas C sepanjang lebih dari 30 cm, warna rebung hijau menyeluruh, dan lebih kurus atau diameter kurang dari 1,5 cm.

Tak hanya asparagus kelas A atau B yang dapat menghasilkan uang. Bahkan, asparagus kelas C juga terjual dalam kemasan kaleng bervolume 200 gram. Produk itu dipasarkan dengan harga Rp36.000 per kaleng. Permintaan pasar dalam negeri terhadap asparagus tinggi. Keruan saja, asparagus memiliki kandungan gizi yang tinggi dengan cita rasa yang lezat.

Asparagus kaya berbagai macam nutrisi seperti vitamin B6, mineral seperti seng dan kromium, serta asam amino asparagin. Namun, pasokan asparagus kerap belum bisa memenuhi permintaan pasar lantaran masih rendahnya produktivitas asparagus di Indonesia.

Potensi ekspor

Asparagus sayuran yang kaya vitamin dan mineral. (Dok. Trubus)

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan potensi pengembangan asparagus sangat besar dan permintaan pasar juga terbuka luas. Tidak hanya pasar nasional, tetapi juga pasar Asia, Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Eropa prospektif bagi produsen asparagus di Indonesia. Prihasto juga mengatakan, asparagus dari Indonesia tergolong berkualitas tinggi.

Secara fisik, hasil pertanian asparagus di Kabupaten Temanggung memiliki tampilan yang sempurna. Diameter batang antara 1—2 cm. Rata-rata panjang tanaman mencapai 25—30 cm. Satu kilogram asparagus terdiri atas 35—40 batang. Tanaman dari famili Asparagaceae itu dapat tumbuh dalam waktu 5—10 tahun, tergantung pada cara budidayanya.
Setelah tanam pertama (hst), panen perdana dapat dilakukan dalam kurun waktu antara 4—7 bulan tergantung pada kualitas tanah dan perawatan tanaman. Komoditas bisa dipanen saban hari dengan rentang tumbuh tunas baru antara 7—15 hari. Petani tak perlu khawatir dengan kebutuhan pokok harian karena pendapatan harian terjamin dari penjualan asparagus.

Selain itu, ceruk pasar nasional dan internasional yang masih besar mesti harus dipenuhi para petani asparagus Indonesia secara kontinu. Selain Kabupaten Temanggung, daerah yang telah mengembangkan Asparagus officinalis yaitu Bandung dan Malang. Di luar Pulau Jawa, mahsyur pula Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, sebagai daerah yang mengembangkan tanaman asal Eropa Barat itu. (Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E., fungsional pengawas muda hasil pertanian di Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img