Friday, January 16, 2026

Dari Camilan Favorit Jadi Peluang Bisnis, Kisah Sukses Zainudin dengan Pigela Chips

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Keripik pisang rasa cokelat khas Lampung menjadi cemilan favorit Muhamad Zainudin pada 2017. Ia kerap titip ke adik tingkatnya di Universitas Brawijaya untuk membelikan cemilan itu.

“Suatu hari saya ditawari pisang kepok sama petani pisang. Saya berfikir kenapa saya tidak buat sendiri saja keripik pisang cokelat itu.”

Karena waktu itu belum banyak marketplace. Jadi saya harus titip ke adik tingkat kalau pulang ke Lampung,” tutur pemuda yang tinggal di Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Keisengan itu ternyata tidak berhenti di kepala Zainudin—sapaan akrabnya—saja. Ia kemudian membeli dua tandan pisang kepok yang ditawarkan petani itu lalu mengolahnya menjadi 100 kemasan keripik pisang cokelat khas Lampung dengan berat 120 g per kemasan.

“Waktu itu kebetulan adik tingkat saya juga bisa membuat keripik pisang cokelat itu. Jadi saya belajar ke dia dan orang-orang lain yang saya kasih tester,” tutur pemuda kelahiran Surabaya, 30 Juli 1992 itu.

Ternyata, keripik pisang Zainudin digemari para konsumen yang waktu itu terbatas pada teman-teman dan kerabatnya. Dari 100 kemasan, ia pun mulai meningkatkan kapasitas produksinya.

“Waktu itu cukup laku sehingga saya menambah produksinya hingga 200—300 kemasan per minggu,” kata Zainudin. Ia menjual keripik pisang cokelat seharga Rp15.000 per kemasan berbobot 65 gram.

Zainudin memberi nama produknya Pigela Chips. “Itu dari singkatan, yang pi dari keripik, ge itu gedang (Bahasa Jawa pisang, red.), dan la itu dari cokelat. Kalau chips bahasa inggrisnya keripik,” katanya.

Saat ini Zainudin rutin memproduksi 6.000—10.000 kemasan keripik pisang rasa cokelat. Ia memasarkannya melalui distributor dan reseller baik secara offline maupun online.

Saat ini, Zainudin memiliki sekitar 70 distributor dan 136 reseller yang tersebar dari Aceh hingga Sorong, Papua. Sementara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya berupa pisang kepok sebanyak 2—3 tandan per hari, ia bekerjasama dengan 300-an petani di Bojonegoro, Jawa Timur.

Setelah melalui proses yang tidak instan, Zainudin mulai memanen hasilnya. Bisnis yang ia tekuni yaitu keripik pisang kepok rasa cokelat memberinya omzet Rp40—45 juta per bulan.

Tak hanya itu, ia juga didaulat menjadi Young Ambassador Agriculture tahun 2023. Kegiatan itu diinisiasi oleh Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img