Datang Melon Bintang

Rekomendasi
- Advertisement -

Duo melon apel: ornament 1 (kiri) dan ornament 2 produksi PT Tanindo IntertracoBeberapa jenis melon baru meramaikan pasar tanahair. Beberapa di antaranya berbentuk unik.

Di gubuk berukuran sekitar 6 m x 6 m itu melon berkulit kuning mulus bertumpuk-tumpuk. Pekebun melon di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Ade Dwi Adedi baru saja menuai melon golden dari 400 tanaman. Namun, melon golden teranyar itu berbentuk bulat penuh seperti bola, berbeda dengan melon golden yang selama ini beredar di pasaran yang cenderung berbentuk oval. Ukurannya pun lebih besar. Seorang pekerja lantas memilih salah satu buah, lalu meletakkannya pada timbangan. Jarum timbangan itu menunjuk pada angka 3,2 kg.

“Paling kecil bobotnya 1,5 kg. Di sini rata-rata 2—2,5 kg per buah,” ujar Ade Dwi Adedi. Bobot melon golden baru lebih besar ketimbang melon golden sebelumnya yang rata-rata hanya berbobot 1,5—1,8 kg per buah. Itulah melon golden star produksi PT Namdhari Seeds, produsen benih asal India, yang mulai terjun di pasar benih tanahair sejak 2002. Menurut Ade, dengan ukuran yang lebih besar itu tentu saja sangat menguntungkan pekebun. Dari satu tanaman melon hanya dipertahankan 1  buah.

Manis dan lembut

Ade Dwi Adedi mengatakan, “Jika ukuran buah lebih besar, tentu saja pendapatan yang diperoleh lebih tinggi karena penjualan buah dihitung per kilogram.”  Selain bersosok jumbo, citarasa golden star tidak kalah dengan melon golden yang selama ini beredar di pasaran. Ade pun membelah salah satu buah, kemudian mengirisnya menjadi beberapa bagian. Saat digigit daging buah golden star yang berwarna putih itu terasa lebih lembut ketimbang melon golden di pasaran yang bertekstur renyah.

“Pada beberapa konsumen rasa renyah tergolong asing karena tekstur daging buah sebagian besar jenis melon rata-rata lembut dan berair. Golden star bisa menjadi alternatif bagi penyuka melon golden yang bertekstur lembut,” kata Ade. Pengujian golden star menggunakan refraktometer menunjukkan tingkat kemanisan mencapai 11o briks. Tingkat kemanisan itu memenuhi syarat yang selama ini ditetapkan oleh para perusahaan pemasok buah.

Rasa bintang emas itu dapat saja ditingkatkan karena secara genetik potensi tingkat kemanisannya mencapai 14—15o briks. Ade menuturkan keunggulan golden star juga terlihat dari sosok tanaman yang terlihat lebih vigor dan berdaun tebal. Menjelang panen yakni pada hari ke-57, kondisi sebagian besar daun tampak masih segar. Pada budidaya melon kondisi daun biasanya layu saat menjelang panen. “Kondisi tanaman yang vigor itulah yang membuat golden star lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit,” kata Ade.

Dengan berbagai keunggulan itu kini golden star mulai dikembangkan beberapa pekebun melon di tanahair. Menurut anggota staf PT Namdhari di Semarang, Jawa Tengah, Iwan Setiawan, selain di Cilegon, melon golden star juga dikembangkan di Klaten, Jawa Tengah, serta Situbondo, Kediri, dan Banyuwangi—semua di Jawa Timur. “Respon dari para pekebun menggembirakan,” ujar ayah dua anak itu. Namun, saat ini melon golden star masih tahap perkenalan di pasaran.

Salah satunya dilakukan salah satu perusahaan pemasok buah terbesar yang memesan seluruh hasil panen Ade. Pada masa tanam perdana itu Ade mengebunkan 400 tanaman. Dengan bobot buah rata-rata 2—2,5 kg, total hasil panen mencapai 800—1.000 kg melon. Saat ini Ade sejatinya juga tengah mencoba mengembangkan melon golden dari salah satu produsen benih asal Thailand. Namun, dari segi bentuk buah melon golden asal Negeri Gajah Putih itu sangat mirip dengan golden apollo produksi produsen benih asal Taiwan Know You Seed. “Dari segi rasa masih kalah dengan apollo,” ujarnya.

Melon apel

Melon baru lainnya justru bersosok lebih kecil. Kulit buah berwarna kuning dengan guratan-guratan putih. Itulah melon devina yang tersusun dalam keranjang rotan di paviliun PT Tanindo Intertraco. Kehadiran devina mengundang perhatian para pengunjung acara Festival Bunga dan Buah Nusantara 2013 di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) karena berbentuk unik. Sosok devina itu mengingatkan Trubus pada melon asal Korea yakni chamoi atau chamoe.

Hanya saja ukuran chamoe berukuran lebih kecil yakni sekepalan tangan orang dewasa dan berbentuk lonjong. Sementara devina cenderung bulat. Melon yang tak kalah unik adalah melon ornament 1 dan ornament 2. Keduanya berukuran mungil, yakni hanya sebesar bola tenis. Hanya saja ornament 1 berukuran lebih besar. Sosok melon mungil itu pernah Trubus jumpai di sebuah pasar swalayan eksklusif di Jakarta. Mereka menyebutnya melon apel karena melon impor itu hanya seukuran apel.

Menurut anggota pelayanan pelanggan PT Tanindo Intertraco, distributor tunggal benih produksi PT BISI International Tbk, Febrian Hidayat SP, ketiga jenis melon baru itu kini tengah dikembangkan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. “Ketiga jenis melon itu tumbuh baik di lahan dataran menengah,” ujarnya. Namun, hingga kini Tanindo belum mengembangkan secara luas karena masih menguji penerimaan pasar. Seandainya ketiga melon itu mulai diproduksi, maka tak perlu lagi mengimpor chamoe dan melon apel. (Imam Wiguna/Peliput: Kartika Restu Susilo)

 

 

FOTO:

 

  1. Duo melon apel: ornament 1 (kiri) dan ornament 2 produksi PT Tanindo Intertraco
  2. Melon golden star berbentuk bulan dan berukuran lebih besar
  3. Melon golden star di kebun di Cilegon, Banten
  4. Melon devina bersosok mirip chamoe, melon asal Korea, tapi lebih besar dan berbentuk bulat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Dua Varietas Tebu Unggul Berproduktivitas Tinggi

Dua varietas tebu unggul, NXI 04T dan Panjalu, memiliki sejumlah karakter yang berpotensi meningkatkan produktivitas tebu nasional. Keduanya memiliki...

More Articles Like This