Friday, August 12, 2022

Debut Gemilang Penghuni Kolam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sebulan menjelang laga, Hermawan iseng melongok lou han-lou han di kolam. Seekor dari belasan lou han itu berenang lincah dan agresif saat berebut pakan. Warna merah muda cerah dengan marking tegas dan tanpa bercak. Bentuk dan ukuran tubuh proporsional. “Saya seperti mendapat durian runtuh,” tutur pria 24 tahun itu menggambarkan keberuntungan mendapat lou han molek itu.

Keberuntungan Hermawan berlanjut saat si nongnong dibawa ke ajang lomba. Di laga perdana pada Liga Lou Han Regional 2011, lou han yang turun di kelas cencu A itu langsung menggebrak dengan merengkuh gelar tertinggi: grand champion. “Kesan pertamanya sangat memikat,” tutur Hadi Senjaya dan Tommy Adi Prasetyo, 2 juri dari Perhimpunan Pecinta Lou Han Indonesia (P2LI), sepakat.

Pada perebutan gelar bergengsi itu cencu Hermawan yang turun dengan bendera klub Villa Lou han bersaing dengan cinhua milik Joe dari kelas cinhua A. Sang rival sebenarnya tak kalah indah dengan warna molek dan gaya berenang lincah meski sudah dipajang dalam akuarium selama 3 hari. “Semua nomine grand champion sudah pasti berkualitas bagus. Maka di tahap ini penentuan juara dinilai dari kesan pertama,” papar Hadi, juri dari P2LI Bandung.

Grup neraka

Sementara itu, predikat young champion pada lomba yang diselenggarakan oleh P2LI Jakarta dan WTC Manggadua itu diperebutkan para jawara dari kelas B. Di laga itu cencu B kebanggaan Erick dari Jakarta bersaing ketat dengan cinhua B klangenan Paulus dari tim Jaguar, Jakarta. Modal cencu B untuk merebut gelar bergengsi itu cukup besar karena terbukti lolos sebagai jawara pada kelas neraka berisi 50 kontestan. “Kategori cencu B ‘kelas terpanas’ pada kontes kali ini. Jumlah peserta terbanyak dan kualitas masing-masing tidak jauh terpaut,” kata Tommy.

Cencu kepunyaan Erick unggul karena ukuran tubuh proporsional, mutiara indah, dan kepala besar. Sayang, keindahan ikan sepanjang 20 cm itu ternoda bercak kecil di dekat kepala. Ia pun mesti merelakan gelar young champion kepada sang rival, juara cinhua B milik Paulus yang merahnya lebih cerah dengan taburan mutiara.

Kategori lain, golden base, paling banyak menyedot perhatian penonton. Maklum, kontestan di kelas itu memang tampil mencolok dengan warna terang keemasan. Meski demikian, “Juara kategori itu jarang yang tampil menyabet grand champion,” kata Hadi. Kategori cencu, cinhua, dan kemalau-kali ini tidak ada peserta yang turun berlaga di kategori kemalau-dianggap lebih bergengsi. Musababnya, ketiganya perlu perawatan agar bisa tampil prima saat kontes.

Selain diikuti peserta perorangan, kontes itu juga diikuti peserta yang turun dalam tim. Dari 7 tim yang berlaga, tim Villa Louhan tampil sebagai kampiun dengan poin 620. Mereka menundukkan Dream Team, saingan terdekat yang sama-sama berasal dari ibukota, yang hanya meraih 520 poin. Padahal, Dream Team menyabet 8 gelar juara; Villa Louhan, 6 gelar. Musababnya, “Villa banyak meraih juara di peringkat 3 besar sehingga poinnya unggul,” kata  Acuan, ketua panitia liga.

Meningkat

Perhelatan yang digelar pada 2-6 November 2011 lalu di WTC Manggadua, Jakarta Barat, itu sukses menyedot 189 kontestan. Menurut Acuan, jumlah itu terbilang spektakuler mengingat liga serupa baru digelar akhir Oktober 2011 silam di Bandung, Jawa Barat. Seluruh kontestan berasal dari Jakarta. Hobiis dari daerah lain seperti Bandung mempersiapkan lou han untuk lomba grand final 2011 pada Desember mendatang.

Kenaikan mencolok jumlah peserta kontes tak luput dari perhatian Tommy dan Hadi. “Tahun ini (2011, red) kontestan tingkat regional selalu lebih dari 150, bahkan 200 ikan,” kata Hadi. Pada 1-2 tahun lalu tidak pernah melebihi 100 peserta. Menurut Tommy, kenaikan itu dipicu kemunculan hobiis baru dan kembalinya hobiis lama. Keduanya juga mencatat peningkatan kualitas ikan yang berlaga. Mereka sepakat, jagat lou han bakal kembali ramai. (Argohartono Arie Raharjo)

 

  1. Cencu, grand champion
  2. Juara cinhua A, rival grand champion
  3. Hermawan (kedua dari kanan), pemilik grand champion
  4. Juara 1 cencu B, terbaik di kelas “terpanas”
Previous articleJawara di Tanah Banua
Next articleSpa Ikan, Silakan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img