Friday, August 12, 2022

Spa Ikan, Silakan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Spa ikan kangal Garra rufa sempat mengalami masa keemasan pada 2009-2010. Terapi menggunakan ikan air tawar tak bergigi asal Semenanjung Anatolia itu menjamur di pusat perbelanjaan dan pertokoan di berbagai kota seperti Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Manado.  “Banyak orang yang penasaran pada ikan yang terkenal bisa membantu meremajakan kulit itu,” tutur Fonny Herlina Kosasih, manajer The Water Foot Reflexology, yang mengelola spa ikan kangal.

Dampaknya permintaan ikan Garra rufa pun meningkat. Padahal, saat itu pasokan tergantung impor. Namun, akhirnya para peternak di tanahair sukses membiakkan ikan kangal.  Menurut Widodo, pembudidaya ikan kangal di Bekasi, Jawa Barat, para peternak ikan tergelitik untuk mengembangbiakkan ikan kangal sejak akhir 2008. “Saat itu spa ikan merupakan hal baru dan belum banyak dikenal orang,” kata Widodo. Ia dan beberapa peternak mengendus peluang di balik tren spa ikan. Itulah sebabnya mereka tergerak untuk memperbanyak ikan kangal. Pada 2009, ikan-ikan produksi mereka mengisi spa-spa ikan di pusat perbelanjaan.

Tidak bergigi

Gairah masyarakat untuk melakukan spa ikan kangal di pusat perbelanjaan, mendadak surut pada 2011. Pamor ikan anggota famili Cyprinidae itu mulai meredup antara lain setelah santer berkembang bahwa kangal menyebarkan penyakit. Ikan asal Turki itu didakwa menjadi vektor atau ikan pembawa penyakit dari satu “pasien” ke “pasien” berikutnya yang tengah melakukan spa. Pada awal 2011, banyak gerai spa yang senyap pengunjung. Pemilik Fish Spa Center, gerai spa ikan di Makassar, Sulawesi Selatan, David Kho, mengatakan, “Orang datang hanya 1-2 kali dan tidak datang lagi.”

Setelah bertahan hampir 2 tahun, akhirnya penggemar koi itu mesti menutup gerai spa miliknya. Nasib gerai-gerai spa ikan kangal, akhirnya mengikuti jejak Fish Spa Center: gulung tikar. Mungkinkah penyakit menular lewat mulut ikan? “Kemungkinan itu ada, tapi perlu penelitian lebih jauh,” kata drh Slamet Rahardjo MP dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Menurut Slamet, secara alami ikan mempunyai kemampuan melawan jasad renik patogen dari makanan. Apalagi ikan kangal mengandalkan sel kulit mati-pada kaki manusia-sebagai alternatif pakan.

Peternak ikan di Bandung, Jawa Barat, Mulyadi, mengatakan bahwa isu miring itu berembus dari spa ikan di mancanegara seperti Amerika Serikat, Spanyol, dan Turki.  Spa-spa ikan di sana memanfaatkan ikan chinchin Cyprinion macrostomus. Nah, ikan chinchin itu bergigi. “Makin besar ikan, giginya juga membesar sehingga gigitannya semakin menyakitkan,” kata Mulyadi. Dari situlah berkembang isu bahwa ikan spa berpeluang menyebarkan penyakit. Celakanya, isu cenderung menyamaratakan semua jenis ikan di spa, termasuk Garra rufa.

Padahal, ikan kangal itu tidak bergigi sama sekali alias ompong sehingga tidak akan menyebabkan luka di permukaan kulit sehat. Bukannya menyebabkan sakit, ikan kangal justru berfaedah bagi kesehatan. Riset Pat F Bass MD MPH dari Universitas Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat, bahkan menunjukkan efektivitas ikan kangal untuk mengatasi psoriasis-penyakit kulit akibat gangguan sistem kekebalan tubuh.

Pat meneliti 67 responden penderita psoriasis yang menjalani terapi spa ikan dikombinasikan dengan penyinaran ultraviolet A (UVA). Mereka berendam 2 jam dalam bak berisi 250-400 ikan kangal setiap hari selama 3 pekan. Setelah berendam, ahli medis menyinari tubuh mereka dengan ultraviolet A selama 3-5 menit. Hasilnya, 72% penderita merasakan gejala psoriasis mereda-ditandai dengan berkurangnya rasa gatal. Meski tidak berhasil menyembuhkan semua responden, 87% mengaku senang dengan sensasi pijatan ikan kangal. Apalagi, tidak ada efek samping yang timbul akibat terapi ikan itu.

Ganti setiap hari

Meski terbukti berkhasiat, pengguna jasa spa ikan tetap harus waspada kemungkinan ikan kangal menularkan penyakit. “Biasanya gerai spa ikan menganjurkan calon pengguna tidak memiliki luka terbuka pada bagian yang hendak diterapi,” kata David. Ia menempelkan peraturan itu di pintu masuk gerai sehingga pengunjung bisa langsung membacanya. Selain itu, sebelum dan sesudah terapi, pihak spa menyediakan fasilitas untuk membilas bagian tubuh yang diterapi. Tujuannya jelas: mengurangi kemungkinan penularan penyakit.

Para pengelola spa ikan kangal, juga berupaya mencegah serangan dengan menjaga kualitas air. Mereka mengontrol suhu air pada 25-34oC dan sistem penyaringan kontinu. Masih belum cukup, “Air yang sudah disaring disinari lampu ultraviolet untuk membunuh bakteri dan cendawan patogen,” kata David.  Oleh karena itu David menilai, kecil kemungkinan patogen berkembang-biak dalam air itu.

Namun,  menurut Slamet  meski pengelola spa ikan terus-menerus menyaring dan menyinari air dengan ultraviolet, peluang lolosnya patogen tetap ada. Oleh karena itu ia menyarankan agar pengelola juga mengganti air setiap hari.  Untuk mencegah ikan stres karena perubahan lingkungan akibat air baru, Widodo menyarankan penggantian air bertahap. Sembari mengganti air,  sipon atau bersihkan dinding bak untuk menjaga kebersihan.

Mulyadi punya tips lain. “Jika tidak yakin dengan tempat spa umum, buat saja spa ikan di rumah sendiri,” katanya. Bak tempat berendam cukup menggunakan akuarium 100 x 100 x 50 cm3 berbahan kaca setebal 12 mm atau lebih. Ukuran itu bukan harga mati, tergantung ketersediaan tempat dan kebutuhan. Jika ingin berendam seluruh tubuh, ukurannya bisa diperbesar. Sistem filtrasi dan ultraviolet hanya perlu listrik 60-80 w, tergantung ukuran bak.

Terakhir, konsumen mesti jeli memilih tempat spa. Slamet menganjurkan untuk menikmati jasa spa di pagi hari, ketika spa baru buka. Pasalnya, saat itu air masih baru lantaran pemilik mengganti air di malam hari. Lagipula suasana spa biasanya sepi sehingga pengguna bisa lebih rileks. Jika demikian, tidak perlu ragu lagi untuk menikmati sensasi pijatan si ikan dokter. Syaratnya, pengelola spa menggunakan ikan kangal yang tak bergigi, mengontrol kualitas air dengan penyinaran dan pergantian,  serta tak ada luka di bagian yang akan diterapi. (Argohartono Arie Raharjo)

 

  1. Menikmati spa ikan menimbulkan perasaan rileks
  2. Membilas dengan air bersih sebelum dan sesudah spa mengurangi kemungkinan penularan penyakit
  3. Spa ikan bisa dibuat di rumah sehingga lebih aman
  4. Garra rufa, tidak bergigi sehingga tidak menyebabkan luka
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img