Thursday, August 11, 2022

Debut Perdana Melon Rolas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Kebun melon apollo di Kebun Pesawaran milik PTPN XIIPanen perdana melon apollo Rolas oleh Ir Danu Rianto, Direktur Produksi PTPN XIIKomentar itu bukan tanpa dasar. Di balik teropong refraktometer—alat pengukur tingkat kemanisan dalam satuan brix—perbedaan warna terlihat jelas pada angka 160 brix. Saat kadar kemanisan buah apollo Rolas lain diuji, angka bergeser antara 15—170 brix. Di jajaran melon eksklusif yang berkadar manis minimal 110 brix, melon Rolas jelas unggul.

Sularno, konsultan manajemen sekaligus penanggungjawab kualitas buah di Total Buah Segar, juga mengakui keunggulan melon hibrida itu. “Kulit bersih dan mulus, warnanya kuning cerah menarik. Tekstur daging renyah dan rasanya manis. Cocok dengan selera konsumen pada umumnya,” paparnya.

Kualitas tinggi

Tingkat kemanisan melon apollo yang dipanen di Kebun Pasewaran milik PTPN (PT Perkebunan Nusantara) XII (Persero) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu memang terbilang sangat tinggi. Penampilannya pun bersih tanpa cacat.

Wajar saat panen perdana pada 16 September 2011 lalu, distributor buah-buahan yang hadir dan mencicipi melon berbentuk oval itu langsung terpikat. Hari itu juga, Lukas langsung memboyong 200 kg melon Rolas ke dalam mobil pribadinya. “Untuk cabang Jakarta dan Surabaya, masing-masing 1 kuintal,” katanya. Dalam bayangan Lukas, melon manis itu bakal digemari konsumen.

Perkiraan pria yang berpengalaman di bisnis buah selama 10 tahun itu tidak meleset. Selang dua hari setelah panen perdana di Kebun Pasewaran, wartawan Trubus yang mengunjungi Total Buah Segar cabang Surabaya tidak menemukan satu pun melon Rolas di jajaran display buah. “Iya, cuma 10 jam setelah dipajang semuanya tidak tersisa,” kata Lukas menegaskan. Setelah mencicip, konsumen langsung percaya dengan kualitas rasa yang dijanjikan. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, ia kembali memesan melon 4 ton untuk cabang Surabaya, Bogor, dan 2 cabang Jakarta.

Memberikan kualitas buah terbaik memang kunci para distributor sukses memasarkan buah. Pengalaman pahit sempat dikecap PT Mulia Raya, distributor buah-buahan di Jakarta lantaran mendapat melon berkualitas buruk. “Sampai di gudang, buah layu, tangkai kering, kadar gula rendah, dan kulit buah cacat,” ujar Rully Hardiansyah, manajer pembelian PT Mulia Raya.

Oleh karena itu, kini PT Mulia Raya itu selektif memilih pemasok dan selalu mengirimkan tenaga quality control saat menjemput produk. “Kami hanya bekerjasama dengan suplier yang mengedepankan kualitas, sesuai misi kita,” tambahnya. Percaya dengan kualitas yang ditawarkan PTPN XII, PT Mulia Raya langsung meminang 5 ton melon Rolas di panen perdananya. “Itu untuk kebutuhan 3 kota, Jakarta, Medan, dan Bandung,” jelas Rully.

Tepi pantai

Produk unggulan itu tak lain hasil tangan dingin manajemen PTPN XII. Perusahaan negara itu jeli melihat peluang pemanfaatan lahan di tepi pantai yang kurang produktif. Semula lahan seluas 130,64 ha di tepian pantai Brangsing hanyalah perkebunan kelapa peninggalan zaman Belanda. Sebagian lahannya berisi tanaman berproduktivitas rendah.

Berpatokan pada prinsip optimalisasi lahan, pada Mei 2010, lahan kurang produktif disulap menjadi perkebunan hortikultura. Awalnya, lahan ditanami buah naga, jambu air, anggur, dan mangga. Dengan mempertimbangkan permintaan pasar yang tinggi, PTPN XII mantap membuka perkebunan melon jenis eksklusif di hamparan lahan yang sama pada Juli 2011.

Luas penanaman mencapai 11 ha pada 2011. Populasi tanaman 20.000 per hektar. Total populasi 220.000 tanaman. Keputusan PTPN XII berpaling ke Cucumis melo ternyata sangat tepat. “Penanaman kelapa yang kurang produktif hanya menghasilkan pendapatan Rp450.000/ha per tahun. Sedangkan penanaman melon mampu meraup laba bersih Rp120-juta/ha/60 hari,” tutur Ir Made Susilatama, manajer Kebun Pesawaran.

Posisi lahan di tepi pantai tanpa naungan dan angin yang relatif kencang juga menjadi nilai tambah. “Angin kencang membuat kelembapan rendah sehingga menekan risiko hama penyakit. Tanah juga kaya akan natrium yang berperan meningkatkan kemanisan buah,” ujar Ir Final Prajnanta, ahli pertanian di Jakarta. Tanpa naungan, otomatis intensitas matahari tinggi sehingga fotosintesis optimal.

Lokasi lahan yang strategis juga didukung penerapan teknologi tepat guna yaitu penggunaan saluran irigasi tetes dan pemasangan mulsa. Irigasi tetes dipilih untuk mengefisienkan distribusi pupuk dan air. Pemasangan mulsa mampu mengoptimalkan pantulan sinar matahari yang dimanfaatkan daun untuk proses fotosintesis serta menekan pertumbuhan gulma.

Untuk menghasilkan kulit mulus, sejak berukuran sebesar telur ayam, melon dibalut pembungkus buah berpori. Pada panen perdana 16 September 2011, PTPN XII sukses mendulang 10 ton melon apollo Rolas dari 5.600 tanaman. Bobotnya bervariasi antara 1,5—2,3 kg per buah. “Berkat teknologi itu 90% hasil panen masuk grade A, di atas 1,9 kg per buah,” jelas Ir Danu Rianto, Direktur Produksi PTPN XII. Wajar pemasaran melon Rolas relatif lancar.

Bisnis hortikultura

PTPN XII yang beralamat di Jl. Rajawali 44, Surabaya, nomor telepon (031) 3524893—95 memang identik dengan komodoti perkebunan terutama kopi, kakao, teh, dan karet. Dua tahun terakhir, perusahaan negara yang mendapat predikat SANGAT BAIK pada 2010 versi majalah Info Bank itu menancapkan cakarnya di bisnis hortikultura di bawah label Rolas.

Ir Syukur Iwantoro, MS, MBA, selaku dewan komisaris, menyatakan bahwa PTPN XII dengan tetap mempertahankan core business akan terus melakukan inovasi pengembangan hortikultura. Debut perdana melon Rolas di pasaran merupakan awal dari mimpi optimis PTPN XII menjadi raja perkebunan hortikultura. ***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img