Sunday, August 14, 2022

Dewi Cinta di Batang Akway

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Rebusan kulit batang akway berkhasiatsebagai afrodisiak
Rebusan kulit batang akway berkhasiat
sebagai afrodisiak

Riset membuktikan akway sebagai afrodisiak. Hasil itu sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang turun-temurun menggunakannya.

Pramuda Prakasa—sebut saja begitu—serasa kembali muda bagai pengantin baru. Usianya memang menjelang setengah abad pada tahun ini. Namun, soal “urusan di atas ranjang” Prakasa penuh gairah sejak mengonsumsi rebusan kulit batang akway Drymis sp. Ayah 4 anak itu mengatakan bahwa gairah seksual lebih kuat dan durasi berhubungan dengan istri pun lebih lama, hingga 30 menit. Singkat kata ia merasa sangat puas. Untuk memperoleh khasiat itu, ia mengambil sejumput serbuk akway, merebus dalam 3 gelas air hingga mendidih, dan tersisa 2 gelas. Prakasa meminumnya dua kali pada pagi dan sore.

Pengalaman Pramuda Prakasa sejalan dengan hasil riset praklinis Dr drh Umi Cahyaningsih DVM MS, dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Cahyaningsih memberikan dosis tertentu kepada para kelinci jantan. Efeknya simbol playboy itu benar-benar penuh gairah. Kelinci jantan lebih kerap menaiki pungggung kelinci lain karena gairah seksual meningkat. Ketika Cahyaningsih mengambil serum darah kelinci, terkuaklah penyebab gairah seksual tinggi itu: kadar testosteron yang meningkat signifikan setelah konsumsi ekstrak akway.

Ia belum bisa memberikan peningkatan kadar testosteron dan dosis karena belum mempublikasikan hasil riset  di jurnal ilmiah. “Peningkatan kadar testosteron signifikan, setara ekstrak pasak bumi,” kata Umi Cahyaningsih yang juga anggota Asosisasi Pengobat Tradisional Indonesia itu. Ahli Andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Prof Dr dr Susilo Wibowo, MS, MED, Sp And, mengatakan bahwa, “Memang ada korelasi antara tingginya kadar testosteron dengan libido.” Kadar tesosteron normal di berbagai belahan dunia memakai angka 260—1.000 ng/dl.

Dr drh Umi Cahyaningsih
Dr drh Umi Cahyaningsih

Multikhasiat

Riset ilmiah itu membuktikan bahwa akway berkhasiat sebagai afrodisiak. Kulit batang berwarna merah dan aromatik itu mampu meningkatkan kadar testosteron dan gairah seksual. “Hasil analisis ini mendukung klaim masyarakat mengenai kayu akway sebagai afrodisiak,” kata periset di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro),

Dr Ir Nurliana Bermawie. Cahyaningsih dan Bermawie—juga Agus Herdata dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor dan M Syakir dari Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan—bergabung dalam satu tim peneliti akway bernama Kerja sama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi.

Masih asing mendengar nama akway? Harap mafhum, akway memang tumbuh di Pegunungan Arfak berketinggian 1.200—2.700 meter di atas permukaan laut. Pegunungan itu terletak di Kecamatan Menyambouw, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Jarak dari Manokwari 25 km ke arah tenggara. Umi Cahyaningsih memperoleh akway dari Pegunungan Arfak. Menurut Nurliani Bermawie spesies akway mencapai 104 jenis, 7 spesies di antaranya tumbuh di Papua.

Namun, ketika riset berlangsung tim hanya menemukan 3 spesies, yakni akway merah besar Drymis piperita, akway merah kecil Dryimis beccariana, dan akway putih Drymis winterii. Dalam pembuktian afrodisiak, periset memanfaatkan akway merah besar yang populasinya lebih banyak. Selain itu masyarakat Papua juga cenderung memanfaatkan akway merah besar. Menurut Bermawie masyarakat Moule di Kampung Anggra dan Smerbei, Kecamatan Menyambouw, memanfaatkan akway merah besar sebagai obat kuat untuk kaum lelaki.

Dr Nurliani Bermawie,meriset kulit batang akway
Dr Nurliani Bermawie,
meriset kulit batang akway

Bermawie mengatakan bahwa secara turun-termurun masyarakat di Pegunungan Arfak—terdiri atas 4 suku: Hatam, Meyakh, Moule, dan Sough—memanfaatkan akway sebagai bahan alami untuk meningkatkan vitalitas seksual alias afrodisiak. Warga Manokwari, Sunarto, ingat persis pada 1995—1999 ketika bekerja di sebuah perusahaan kayu lapis di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, kerap mendapat tawaran untuk membeli kayu akway. “Di sini akway sebagai pembangkit gairah bukan rahasia lagi, sudah seperti jamu,” kata Sunarto yang kini berusia 43 tahun.

Selain itu menurut Bermawie, masyarakat setempat juga memanfaatkan kulit batang akway untuk mengobati beragam penyakit seperti bronkhitis, tuberkulosis, demam malaria, pneumonia, diare, dan asma. Mereka biasanya memanfaatkan kulit batang pohon berumur minimal 3 tahun berdiameter 10 cm. Untuk memperoleh khasiat akway, mereka mengeringkan kulit batang, lalu merebusnya, dan mengonsumsi hasil rebusan itu. Cara lain, menggigit kulit batang selama perjalanan jauh untuk meningkatkan daya tahan dan stamina.

Petugas teknisi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Wawan Lukman, patuh pada petuah kepala adat di Manokwari ketika hendak berangkat ke Arfak. Kepala adat menyodorkan ramuan kulit batang akway berwarna cokelat. Ia meminumnya dengan wadah tempurung kelapa. Wawan mengatakan berjalan kaki selama 9 jam hingga ke dataran tinggi Arfak ia tetap bugar. “Tak terasa capai,” kata Wawan. Rekannya, peneliti Balittro, Ir Budi Martono, saat itu tak meminum rebusan akway dan hanya mampu berjalan kaki 4 jam. Di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, Budi akhirnya turun gunung.

 

Pasak bumi lebih dahulu sohor sebagai pembangkit gairah priaFenantren

Selain kulit batang, masyarakat di Pegunungan Arfak juga menggunakan 2—4 daun akway. Mereka menumbuk daun dan meminum air perasan. Dosis untuk anak-anak, satu sendok makan; orang dewasa, 6 sendok makan per sehari. Di mancanegara akway tersebar luas di hutan Australia, Filipina, Afrika, dan Amerika latin. Spesies yang banyak tumbuh di Brasil adalah Drymis brassiliensis dan D. angustifolia; Kolumbia (Drymis granadensis), dan di Chile (Drymis winterii).

Masyarakat di berbagai negara itu juga memanfaatkan akway untuk mengatasi beragam penyakit. Masyarakat Chile, misalnya, menggunakan akway putih untuk mengatasi mag, radang usus, wasir, dan kanker. Khasiat akway sebagai afrodisiak kini terungkap duduk perkaranya. Kulit batang tanaman anggota famili Winteraceae itu mengandung 7,20% drimenol, 20,76% poligodial, 19,73% muzigadial, dan 9,20% 1,8-dimetil fenantren.

Senyawa serupa juga terdapat di batang dengan persentase berbeda, 11,90% drimenol dan 16,91% poligodial. Sementara daun yang aromatik itu mengandung dua senyawa utama, yakni  kariofilen oksida 22,78% dan trans-dekalone-8-aldehid (25,40%). Senyawa-senyawa itu terdapat juga di spesies lain, akway putih dan akway merah kecil dengan persentase berbeda. Menurut Dr Ir Nurliani Bermawie, senyawa yang berperan sebagai afrodisiak adalah 1,8-dimetil fenantren. “Senyawa itu meningkatkan produksi testosteron dan bersifat afrodisiak,” ujar alumnus University of Reading, Inggris, itu. Testosteron merupakan hormon androgen atau khas pria yang dihasilkan testis sepanjang hidup seorang pria.

Sebuah hormon yang dibentuk oleh kelenjar  hipofisis mengatur produksi testosteron yang sifatnya berlawanan dengan hormon estrogen, hormon khas perempuan. Hormon itu merangsang pembentukan protein dan mengaktifkan kerja sistem reproduksi pria. Selain itu testosteron berfungsi membentuk massa otot, memperkuat tulang, dan mematangkan perkembangan alat reproduksi. Adapun istilah afrodisiak pinjaman dari dewi cinta dalam mitologi Yunani, yakni Aphrodite yang rupawan.

 

Pembangkit gairah

Menurut dokter spesialis Andrologi dari Universitas Diponegoro, Prof Dr dr Susilo Wibowo, MS, MED, Sp And,  afrodisiak adalah bahan atau ramuan untuk meningkatkan kemampuan dan kenikmatan seksual. Bahan afrodisiak bisa berasal dari tanaman dan bagian tubuh binatang. Alumnus Mahidol University, Bangkok, Thailand, itu mengatakan bahwa pemberian afrodisiak untuk orang dengan ketertarikan seks atau libido rendah langkah tepat.

Ketertarikan seksual seseorang berkurang karena faktor genetik, psikologis, dan hormon. Sebaliknya pemberian afrodisiak untuk penderita disfungsi ereksi (DE) atau ejakulasi dini (ED) tidak cocok. “Pada disfungsi ereksi ringan, ereksi terbantu sedikit dengan afrodisiak. Jika penderita ejakulasi dini mengonsumsi afrodisiak, semakin membuat cepat ‘keluar’ saat berhubungan intim,” kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu.

Dokter yang menangani rata-rata 100 pasien gangguan seksual per bulan itu mengatakan bahwa  penderita disfungsi ereksi dan ejakulasi dini tetap memiliki ketertarikan seksual. Namun, kemampuan seksual mereka berkurang sehingga membuat stres. Menurut dokter spesialis Andrologi alumnus Universitas Airlangga itu pasien ejakulasi dini bisa sembuh. Sementara pasien disfungsi ereksi tergantung faktor penyebab, antara lain adanya pembengkakan di prostat dan hipersensitivitas saraf di kelamin.

Afrodisiak bahan alam dari kulit batang akway salah satu upaya mengatasi gangguan seksual itu. Penyedia kulit batang afrodisiak di Yogyakarta, Sandhy, mengatakan bahwa setiap bulan rata-rata menjual 100 batang sepanjang 15—20 cm.  Mahasiswa itu  memperoleh kayu akway dari Manokwari dan menjualnya kembali dengan harga Rp40.000 per batang.

 

Prof Dr dr Susilo Wibowo Sp And, kadar testosteron berhubungan dengan gairah seksualBanyak piihan

Di kalangan herbalis, akway memang belum sohor. Para herbalis—terutama di Jawa—lazim memanfaatkan purwoceng atau cengkih sebagai afrodisiak. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, meracik 1 sendok makan purwoceng,

1 sendok makan ginseng, seujung sendok teh kayu manis, dan 1 sendok teh cengkeh untuk mengatasi ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan libido turun. Lina mengatakan purwoceng dan ginseng berfungsi menigkatkan gairah seks dan ereksi. Kayumanis untuk aromaterapi dan pendongkrak gairah. Sementara cengkih bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah.

Ia menganjurkan kepada pasien untuk menambah kuning telur ayam kampung dan madu sebagai perasa sekaligus pembangkit stamina. Konsumsi ramuan itu 1—2 kali sehari sesudah makan sampai keluhan membaik, biasanya selama 2 pekan. Menurut Lina, perubahan yang terjadi setelah konsumsi ramuan itu bersifat permanen. Lina menyebutkan 50—60% penderita diabetes yang kadar gulanya lebih dari 300 mg/dl akan berdampak buruk pada organ vitalnya.

Adapun untuk meningkatkan gairah kaum perempuan, Lina meresepkan 1 sendok teh serbuk kunyit, 1 sendok teh kencur, seujung sendok teh kayu manis, dan sereh seukuran jari yang dipotong kecil. Kunyit berperan sebagai antiseptik dan antibiotik, terutama menjaga kebersihan organ kewanitaan dan membuang racun dari tubuh. Kencur berkhasiat meningkatkan gairah. Menurut Lina pasien tinggal mencampur semua bahan, menambah 1 sendok makan madu, dan setengah gelas air matang hangat. Untuk penyembuhan, minum ramuan 2 kali, untuk pencegahan, 1 kali sehari.

Herbalis di Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati, selalu menggunakan herbal majemuk untuk meningkatkan gairah pria. Guru yoga itu antara lain memanfaatkan cabai jawa Piper retrofractum, purwoceng Pimpinella pruatjan, sembung Blumea balsamifera, tribulus, dan violces Viola odorata. Menurut Valentina tribulus untuk meningkatkan stamina dan kekuatan seks, daun sembung berperan memperbaiki kerja jantung. Sementara cabai jawa, purwoceng, dan violces untuk meningkatkan stamina. Kini pilihan untuk menambah gairah pun bertambah, setelah akway terbukti ilmiah meningkatkan testosteron. (Sardi Duryatmo/Peliput: Riefza Vebriansyah)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img