Thursday, December 8, 2022

Di antara Banyak Pilihan

Rekomendasi

 

Kisah setali 3 uang dialami Tirto Gunawan alias Wiwi. Juwita kepunyaanya tak pernah kunjung dewasa. Setiap kali daun ke-11 muncul, daun tertua rontok. Jumlah daun ajek 10 helai.

Padahal penampilan silangan Gregori Garnadi Hambali itu menarik: daun kecil dan panjang dengan warna dasar kuning. Chao phraya pun elok dengan bercak kuning keemasan di atas warna merah mengkilap. Makanya aglaonema yang namanya diambil dari nama sungai di Thailand itu pernah jadi jawara kontes tanaman hias di negeri Siam.

Jenis unggul

Menurut Songgo Tjahaja, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat, sri rejeki yang layak dimiliki bila memenuhi syarat sebagai tanaman unggul. Kriterianya penampilan tanaman harus cantik, mudah dirawat, tahan hama dan penyakit, gampang beranak, dan daya adaptasinya bagus.

Penampilan cantik maksudnya punya susunan daun kompak, tangkai daun pendek, daun tidak ngelancir, batang besar, serta warna ngejreng, kontras, dan mengkilap. Sri rejeki dianggap gampang beranak jika setiap memiliki 10-15 daun mulai menghasilkan anak. Ketahanan terhadap hama dan penyakit penting terutama jika tanaman hendak dikembangkan secara massal.

Wiwi menambahkan kriteria ukuran daun besar. ‘Besar itu mewah,’ ujar pengusaha bengkel itu. Menurutnya, tanaman bagus tapi berukuran kecil, keindahannya kurang terekspos. Untuk menikmati tanaman mini sampai medium mesti dilihat hingga detail-detailnya. Sementara tanaman besar, keindahan dan kemewahannya terlihat dari jauh.

Makanya dari puluhan jenis dan varian anggota famili Araceae itu, hobiis dan pekebun mesti bijak memilih. Jenis-jenis yang sukses diperbanyak massal dan dipasarkan dengan harga ratusan ribu rupiah teruji sebagai tanaman bagus. Contohnya pride of sumatera, snow white, dan lady valentine.

Hal serupa berlaku pada jenis eksklusif. ‘Biasanya jenis eksklusif punya karakter istimewa yang membuatnya menonjol dibanding jenis lain,’ kata Wiwi. Sebut saja tiara, hot lady, sexy pink, dan legacy. (Evy Syariefa/Peliput: Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, Rosy Nur Apriyanti, & Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img