Friday, August 19, 2022

Di Pot Durian Berbuah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kecukupan nutrisi dan paparan sinar matahari memengaruhi produktivitas durian di pot. (foto : Dok. Agus Joko Susilo)

TRUBUS — Media tanam dan pemupukan menjadi kunci sukses membuahkan durian bawor di pot.

Agus Joko Susilo gembira. Musababnya durian bawor yang ditanam dalam pot berbuah. Sosok dan ukurannya serupa dengan buah durian dari pohon yang tumbuh di tanah tanpa pot. Pohon durian berumur 3 tahun itu menghasilkan sebuah. Sebetulnya bakal buah relatif banyak. Namun, pehobi tabulampot di Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu menyeleksi dan mempertahankan hanya sebuah karena pohon masih muda.

Durian bawor hasil persilangan antara musang king dan montong. Pohon hasil perbanyakan vegetatif itu tumbuh di pot berdiameter 50—100 meter. Agus memanen perdana buah itu pada Maret 2019. Cita rasa durian bawor itu legit dan manis. Agus pernah mencicipi durian bawor hasil budidaya konvensional, bukan di pot. Menurut Agus penampilan dan rasa durian bawor pot sama dengan durian bawor konvensional.

Ranting tidak produktif

Sukses membuahkan durian tabulampot, ia mencoba pada tabulampot durian lain dan berhasil. Artinya kesuksesannya membuahkan durian di pot bukan kebetulan. Agus Joko Susilo mengoleksi sekitar 200 tabulampot durian berbagai jenis. Menurut Agus di luar bawor, jenis durian lain yang ditabulampotkan menghasilkan ukuran buah yang lebih kecil daripada jenis serupa yang ditanam di tanah.

Kunci keberhasilan itu terletak pada media tanam dan sumber nutrisi. Ia memulai tabulampot durian pada 2010. Pria kelahiran 8 Maret 1972 itu menggunakan media tanam berupa campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang. Perbandingannya 3:2:1. Tabulampot durian itu tidak menggunakan pot plastik atau drum, melainkan planter bag atau kantong tanam. Tujuannya membantu sirkulasi udara dan perakaran tanaman.

Adapun penyiraman menggunakan sistem drip irrigation atau irigasi tetes. Alasannya karena kebun tabulampot Agus terbilang besar. Terdapat 2.000 berbagai tabulampot di kebun seluas 1,5 hektare itu. Sepuluh persen atau 200 tanaman merupakan tabulampot durian berbagai varietas. “Awal mula saya coba montong, tapi tidak berhasil. Penasaran terus, coba terus, dan memang hobinya coba-coba,” ujar kepala Desa Jambu, Kabupaten Kediri, itu.

Pompa mendistribusikan air ke pot dua kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00. Volume sekali penyiraman mencapai 2,5 liter per pot. Pemupukan pertama kali ketika tanaman berumur 1—1,5 bulan. Tujuannya agar tanaman beradaptasi terlebih dahulu. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya tunas baru. Agus memberikan 1 sendok makan NPK 25:7:7. Ia menaburkan langsung di media tanam.

Kadang-kadang ia melarutkan pupuk terlebih dahulu lalu menyemprotkannya. Interval pemupukan setiap sepuluh hari sekali. Ia menghentikan pemupukan ketika ada tanda-tanda batang utama sudah terlihat kerak dan menua. Sembari memupuk ia memangkas ranting-ranting tidak produktif. Tujuannya agar pohon tidak terlalu rimbun sehingga kebutuhan sinar matahari tercukupi.

“Ranting-ranting tidak produktif sebenarnya secara alami akan terseleksi, yakni mengering secara otomatis setelah dua pekan. Mubazir apabila dibiarkan tumbuh dan menyerap nutrisi. Lebih baik dipangkas,” kata Agus. Ketika fase vegetatif ia juga memberikan zat perangsang tumbuh dengan konsentrasi 20 ml per 16 liter air setara dengan 1 tangki semprot untuk 100 tanaman. Frekuensi penyemprotan setiap 7 hari.

Beralih ke fase generatif, Agus mengganti pupuk menjadi NPK 16:16:16. Ia memberikan satu sendok makan setiap 20 hari sekali. Alasannya karena nitrogen tidak lagi banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan. Pria 49 tahun itu juga menambah pupuk mono kalium fosfat dengan dosis dan frekuensi aplikasi serupa. Selain itu Agus juga menyemprotkan pupuk mikro ke bagian bawah daun.

Agus Joko Susilo berhasil membuahkan durian bawor di pot.

Menurut Agus pupuk mikro mengandung kalsium 10% dan boron 2%. Agus melarutkan sebanyak empat tetes pupuk mikro dalam sebuah tangki semprot berkapasitas 16 liter. Ia mengaduk rata dan menyemprotkannya ke sekujur pohon. Interval penyemprotan pupuk mikro setiap 7 hari dan berhenti ketika bunga mulai muncul.

Kebutuhan hara

Tanaman anggota famili Malvaceae itu berbunga perdana pada umur 2 tahun. Setahun kemudian mulai muncul bakal buah dan dapat dipanen 7—8 bulan kemudian. Menurut Agus seratus daun “memasak” untuk satu buah durian. Artinya bila banyak daun yang rontok, buah sulit terbentuk. Menurut periset di Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu),  Dr. Panca Jarot Santoso, S.P., M.Si, budidaya tabulampot durian dapat dilakukan, tetapi kesulitannya tinggi.

Berbeda dengan tanaman buah lain seperti mangga dan lengkeng yang sudah umum dibudidayakan dalam pot. Ukuran pot dan kebutuhan hara harus diperhatikan ketika menanam durian dalam pot. “Tabulampot durian terkendala dengan karakter perakaran durian yang sensitif dan ukuran buah yang besar. Tanaman durian tidak tahan lama di pembibitan, terkadang berhenti tumbuh, dan normal lagi setelah penggantian media.

“Ukuran buah besar membutuhkan asupan nutrisi banyak. Kalau di pot pemberian pupuk banyak berisiko overdosis,” kata doktor Biologi alumnus Institut Teknologi Bandung itu. Sejauh ini banyak bibit durian yang berbunga tetapi gagal berbuah.

Panca Jarot mengatakan, ukuran buah durian yang besar berarti kebutuhan hara pun besar, sehingga untuk membentuk satu buah sempurna sulit tercapai. Selain nutrisi, durian juga membutuhkan perlindungan dari penyakit seperti busuk buah akibat serangan cendawan Phytophthora palmivora. Agus mengaplikasikan fungisida berbahan aktif propineb 70% apabila mulai muncul tanda serangan. Bila serangan mulai parah, ia beralih ke fungisida berbahan aktif difenokonasol 250 gram. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img