Friday, December 2, 2022

Dosis Aman Graviola

Rekomendasi

Riset menunjukkan konsumsi 280 mg ekstrak daun sirsak setiap hari aman bagi hati dan jantung.

 

Hasil riset Arthur, F.K.N dari Departemen Biokimia dan Bioteknologi Kwame Nkrumah University of Science and Technology di Kumasi, Ghana beserta rekan membuktikan konsumsi 5 mg ekstrak daun sirsak per kg bobot tubuh setara 280 mg tidak merusak organ tubuh. Mereka menguji toksisitas akut, subakut, dan subkronik ekstrak air daun sirsak Annona muricata dengan beragam dosis.

Pada uji toksisitas akut, periset menggunakan 25 tikus berbobot 20-25 g. Mereka membagi sampel dalam 5 grup, sebuah grup kontrol dan 4 grup perlakuan. Selama 7 hari, periset memberikan pakan dan minum standar di semua kelompok. Setelah dipuasakan semalam, periset memberikan 0,3 ml air destilasi steril kepada grup kontrol. Dosis ekstrak daun sirsak untuk grup lain berturut-turut 100 mg, 1.000 mg, 2.500 mg, dan 5.000 mg per kg bobot tubuh.

Kematian nihil

Para periset selama sepekan mengamati perubahan seperti peregangan, diare, pernapasan, hingga kematian. Pada uji subkronis, mereka menggunakan dosis 100 mg, 1.000 mg, dan 2.500 mg per kg bobot tubuh. Selain uji akut dan subkronis, Arthur melakukan uji subakut. Dalam uji itu, 40 tikus, 20 jantan dan 20 betina, dibagi dalam 4 kelompok.

Kelompok pertama sebagai kontrol diberi perlakuan air destilasi 1 ml per 100 gram bobot tubuh. Sementara kelompok ke-2 sampai ke-4 diberi perlakuan dosis 100; 1.000; dan 2.500 mg/kg BB. Perlakuan itu berlangsung dua pekan sebelum dilakukan uji toksisitas. Periset juga menghitung bobot tubuh hewan uji sejak awal pelakuan hingga hari ke-14.

Hasil penelitian mengungkapkan fakta menarik: tidak ada kerusakan klinis pada hewan uji dosis 100 mg-5.000 mg di semua uji toksisitas yakni akut, subkronik, dan sub akut. Hal itu terlihat dari tidak ada perubahan warna urine, mata, tingkah laku hewan, maupun efek merugikan di saluran pencernaan. Kematian pun nihil sehingga dosis tertinggi sebesar 5.000 mg/kg BB masih bisa ditolerir oleh tikus.

Berdasarkan rekomendasi Organitation of Economic Cooperation and Development (OECD) di Perancis, label kimia dan klasifikasi toksisitas akut LD50 secara oral terbagi atas 4 golongan.  Toksisitas beracun bila nilai LD50 minimal 5 mg/kg; sangat beracun (lebih besar daripada 5 mg dan lebih kecil atau sama dengan 50 mg),  bahaya (lebih besar daripada 50 mg  dan lebih kecil atau sama dengan 500 mg), dan tidak berlabel (lebih besar daripada 500 mg dan lebih kecil atau sama dengan 2.000 mg).

Aman

Dengan demikian ekstrak daun sirsak tergolong aman dan kuat untuk mengatasi beberapa penyakit. Pada uji fitokimia, daun sirsak terbukti mengandung saponin, tanin, flavonoid, dan glikosida. Senyawa-senyawa itu bersifat sebagai antioksidan, hepatoprotektif, dan antibakteri. Menurut peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Dr Sukrasno, dosis ekstrak daun graviola alias sirsak kurang dari 5 mg/kg BB tergolong kecil dan aman.

Jika luas tubuh tikus dikonversi kepada manusia, dosis 5 mg/kg BB menjadi 280 mg per hari. Jumlah itu setara sebuah kapsul ekstrak daun sirsak yang rata-rata berukuran kapsul 200-300 mg. Sukrasno menjelaskan, cara konsumsi daun sirsak yang pas melalui perebusan. Menurut doktor Botani alumnus Universitas Edinburgh, Inggris, itu saat perebusan belum terjadi proses penguraian, sehingga kandungan senyawa aktif terjaga. “Pada perebusan proses oksidasi bisa diminimalisir,” katanya. Dosis perebusan kira-kira 18 g daun sirsak segar dengan segelas air.

Cara lain konsumsi daun sirsak dengan memakai serbuk kering. Dosis aman sekitar 1,8 g daun kering per hari. Menurut Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat, yang meresepkan daun sirsak untuk penyakit kanker, dosis serbuk kering bergantung kondisi pasien. Valentina biasa menyarankan sebanyak 3-10 g per hari. Alumnus Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Jawa Barat itu, menambahkan herbal pendamping berupa serbuk rimpang temuputih, jintan, dan buah delima putih.

Hipoglikemik

Riset Arthur juga membuktikan bila daun sirsak bersifat hipoglikemik. Itu terlihat dari penurunan nilai LDL (low density lipoprotein, kolesterol jahat) dan trigliserida. Penelitian itu juga membuktikan penurunan LDL pada tikus betina 100 mg/kg mengurangi risiko kardiovaskuler salah satu penyebab kematian penderita diabetes mellitus.

Uji makroskopis yang dilakukan pun memperlihatkan tidak terjadi perubahan warna organ hati, ginjal, dan jantung pada hewan percobaan. Namun, pada tikus betina, terjadi peningkatan bobot perut dan uterus saat diberikan pada dosis 1.000 mg/kg BB. Hal itu menjadi pertanda sistem reproduksi tikus betina rentan terhadap dosis tinggi.

Pemakaian dosis di atas 1.000 mg/kg BB menunjukkan terjadi pengurangan jumlah plasma albumin di tikus jantan dan betina yang diikuti melonjaknya kreatinin. Yang disebut terakhir memperlihatkan terjadinya gangguan fungsi ginjal. Pada dosis hingga 2.500 mg/kg/hari tampak adanya gangguan fungsi lambung yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penurunan bobot tubuh.

Keamanannya terlihat dari tidak adanya perubahan dalam indeks darah. Juga dari konsentrasi hemoglobin yang tetap, kontrol 12,46 g/dl; 100 mg/kg (11,40 g/dl); 1.000  mg/kg (12,38 g/dl); dan 2.500 mg/kg (11,74 g/dl).Dengan kata lain ekstrak daun sirsak tidak menimbulkan anemia. Jumlah sel darah putih dan limfosit juga cenderung naik, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh. Daun sirsak juga tidak merusak fungsi hati. Hati dan jantung melepaskan aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT). Pelepasan enzim itu menjadi indikator kerusakan hati dan jantung. Hasil penelitian tidak menunjukkan perubahan ALT dan AST tikus di semua dosis.

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, ahli farmasi dari Universitas Indonesia meski konsumsi daun sirsak melebihi dosis tidak merugikan. “Daun sirsak itu bahan alam sehingga tidak memiliki efek samping,” ujarnya. Pendapat serupa disetujui Sukrasno. “Konsumsi daun sirsak dosis tinggi tidak masalah karena tidak ada bahan berbahaya di sana,” ujarnya. Namun, Sukarsno mewanti-wanti untuk mengonsumsi ekstrak daun sirsak sesuai keperluan. (Desi Sayyidati Rahimah)

Keterangan Foto :

  1. Konsumsi daun sirsak dapat berupa rebusan daun segar atau daun kering
  2. Dr Sukrasno, “Daun sirsak aman dikonsumsi”
  3. Hasil uji laboratorium menunjukkan daun sirsak aman dikonsumsi dan tidak merusak organ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img