Monday, August 8, 2022

Melimpah karena Tarum

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Daun tarum meningkatkan produksi susu kambing hingga 30%.

 

Musim kemarau menjadi momok bagi sebagian besar peternak kambing perah. Peternak kambing perah di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Bangun Dioro, terpaksa membeli rumput gajah untuk menutupi 30% kebutuhan pakan kambing. Seekor kambing memerlukan 2 kg pakan per hari. Bangun Dioro mengelola 300 kambing sehingga dalam sehari menghabiskan 600 kg rumput. “Untuk membeli rumput sebanyak 6 kuintal perlu biaya Rp170.000” kata Bangun.

Padahal, bila rumput tersedia di sekitar lokasi farm, ia mengeluarkan biaya Rp80.000 per 600 kg untuk kebutuhan sehari. Namun, 6 bulan terakhir rutinitas Bangun mencari rumput mulai tergantikan. Itu setelah ia menanam bibit tarum atas saran mahasiswa Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor yang tengah praktek kerja di peternakannya. Bangun menanam 700 bibit tarum sebagai tanaman pagar pada awal 2012.

Produksi meningkat

Ketika musim kemarau tiba, kehadiran tarum menjadi solusi. Bangun Dioro memanfaatkan daun anggota keluarga Fabaceae itu sebagai pakan ternak. Ia mengombinasikan pakan 3 kg daun tarum, 1 kg daun singkong karet, 2 kg rumput gajah, 1,5 konsentrat, dan 1 kg ampas tahu untuk setiap ekor kambing. Ternyata daun tarum bukan sekadar pengganti hijauan. Penambahan tarum sekaligus meningkatkan produksi susu hingga 30% menjadi 2,5-3 liter dari semula 1,5-2 liter per hari.

Sebelum menggunakan tarum, ia meningkatkan volume daun singkong hingga 3 kg per ekor setiap hari. Tarum Indigofera sp memiliki potensi besar sebagai pakan ternak. “Dari segi kandungan indigofera lebih unggul dibanding pakan lain yang biasa digunakan peternak. Selain itu produktivitas tanamannya cukup tinggi,” ujar dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Luki Abdullah MSc Agr. Produktivitas  tarum 30 ton kering per ha setahun.

Indigofera yang tersebar di seluruh wilayah tropika dan subtropika di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan mengandung  protein tinggi mencapai 28-30%. Kandungan itu setara dengan alfalfa Medicago sativa-pakan hijauan sejenis tanaman herba tahunan. Belum lagi keunggulan serat indigofera yang cukup tinggi sekitar 13-14%.

Itu pula membuat tingkat kecernaan indigofera pada ruminansia sedang seperti kambing bisa mencapai 70-78%. Artinya 70-78% bahan pakan yang diberikan akan tercerna sempurna. Bandingkan dengan tingkat kecernaan rumput rata-rata 40-50%. Menurut Luki kini daun tarum dapat diolah menjadi pelet. Tujuannya agar masa simpan lebih lama. “Ini juga menjadi solusi ketika pakan hijauan seperti rumput yang susah diperoleh ketika musim kemarau,” ujar doktor alumnus Universitas Gottingen, Belanda, itu. Selain itu daun tarum juga berpeluang menjadi bahan suplemen karena saat ini kualitas pakan hijauan banyak menurun.

Gizi terjamin

Riset Luki membuktikan pelet daun tarum sangat menjanjikan. Dalam riset itu Luki memberi dua perlakuan berbeda kepada dua jenis kambing perah yakni etawa dan saanen. Pada perlakuan pertama, Luki memberikan 60% rumput gajah dan 40% ransum komersial berbentuk pelet. Pada perlakuan kedua, ia menggantikan ransum komersial dengan 40% pelet tarum. Hasilnya produksi susu pada perlakuan kedua lebih tinggi.

Produksi susu kambing etawa yang mengonsumsi pelet tarum mencapai 660 ml; perlakuan pertama 539 ml per ekor sehari. Demikian pula pada saanen yang mengonsumsi tarum, produksi susu mencapai 762 ml; perlakuan pertama 379 ml per hari. “Peningkatan itu dicapai pada musim kering yang biasanya produksi susu pasti menurun,” ujar Luki. Itu jelas menguntungkan peternak.

Menurut hitung-hitungan Bangun Dioro saat musim kering, dari 30 kambing ia bisa memperoleh 45 liter per hari dengan harga jual Rp25.000 per liter. Dengan biaya produksi hampir sama sekitar Rp6.000 per ekor sehari, tarum bisa melambungkan produksi hingga 55 liter per hari.

Menurut periset di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Dr  Nurhayati D. Purwantari, pakan hijauan tarum berprotein tinggi dibandingkan rerumputan. Tanaman Leguminosae kaya asam amino esensial sebagai pembentuk protein. Tingginya protein itu sangat membantu asupan gizi dan nutrisi bagi ternak untuk tumbuh dan berkembang biak.

Nurhayati mengungkapkan spesies tarum yang biasa digunakan untuk pakan ruminansia adalah Indigofera zollingeriana, I. erecta, dan I. hirsuta. Ada sekitar 700 spesies indigofera dan sekitar 30% yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pantas dengan beragam manfaat itu Bangun Dioro tengah mempersiapkan lahan luas di dekat peternakannya untuk penanaman indigo. (Muhamad Khais Prayoga)

 

 

Keterangan Foto :

  1. Ada sekitar 700 spesies indigofera, 30% di antaranya berpotensi sebagai pakan ternak
  2. Bangun Dioro, produksi susu kambing meningkat 30% setelah menambahkan indigofera sebagai pakan
  3. “Kandunga gizi indigofera lebih unggul dibanding pakan lain dan produktivitas tanaman cukup tinggi”, ujar Dr Ir Luki Abdullah MSc Agr
  4. Pelet daun indigo, untuk memperpanjang daya simpan
Previous articleDia Nomor Satu
Next articleDosis Aman Graviola
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img