Dua Kentang Serbaguna untuk Sayur dan Olahan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Di Indonesia umumnya baru mengenal dua jenis kentang yaitu kentang sayur dan olahan. Namun di luar negeri sudah familier kategori kentang serbaguna. Pemulia kentang  dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Awang Maharijaya, S.P., M.Si., menghasilkan kentang baru serbaguna bernama PKHT 6.

PKHT merupakan akronim Pusat Kajian Hortikultura Tropika. Sementara angka 6 merujuk pada nomor genotip kentang itu. Kentang PKHT 6 tergolong tahan penyakit hawar daun dan layu bakteri akibat bakteri Ralstonia solanacearum.

Kentang PKHT 6 (baris ketiga dari atas) cocok sebagai sayur juga sebagai bahan pokok industri. (Dok. Awang Maharjaya)

Harap mafhum serangan kedua penyakit itu menurunkan produktivitas kentang hingga 90%. “PKHT 6 sering dijuluki kentang jablai oleh petani karena memang jarang dibelai (disemprot, red.) dibandingkan dengan jenis lain,” kata Awang.

Kentang PKHT 6 cocok untuk industri keripik. “Dimasukkan kentang sayur juga bisa. Dibuat sop dan paling enak dibuat perkedel,” tutur pemulia kelahiran 8 September 1980 itu. Selain itu kadar gula PKHT 6 tergolong rendah sehingga tidak mudah gosong saat pengolahan.

Keunggulan ketang PKHT 6 itu telah dirasakan petani kentang di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Muhammad Khudori, S.P. Ia dapat menghemat biaya pestisida hingga 50% saat membudidayakan kentang pada 2018.

Dalam satu musim tanam, Khudori biasanya mengeluarkan biaya pestisida Rp30 juta—Rp40 juta. Kini hanya Rp15 juta—Rp20 juta per hektare (ha). Musababnya ia hanya menyemprotkan pestisida 7—10 hari sekali.

Padahal penanaman sebelumnya penyemprotan pestisida 2 kali sepekan. Penyemprotan pestisida berkurang lantaran jarang sekali tanaman terserang penyakit hawar daun akibat serangan cendawan patogen Phytophthora infestans. “Itu karena saya menggunakan bibit kentang PKHT 6,” kata petani kentang di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, itu.

Belum lagi hasil panen yang terbilang tinggi. Produktivitas PKHT 6 sekitar 40 ton per ha. Angka itu lebih unggul dibandingkan dengan produktivitas nasional yang baru 15 ton per ha. Lazimnya Khudori hanya menuai 25 ton kentang per ha untuk varietas lain.

Harga kentang PKHT 6 Rp8.400 per kilogram (kg) sehingga pendapatan Khudori naik hingga sekitar Rp100 juta per ha. Hal itu membuat Khudori setia membudidayakan kentang PKHT 6 setiap tahun hingga hari ini.

Tidak hanya IPB yang memiliki kentang anyar. PT Bisi International TBK juga memiliki kentang baru unggu; bernama jenny. Kentang itu berkulit merah muda dengan tekstur umbi yang pulen.

“Jenny juga berkadar gula rendah sehingga cocok untuk diet,” kata pemulia kentang PT Bisi International Tbk, Danang Widhiarso, S.P., M.P. Kandungan gula pereduksi jenny 0,07—0,15% dengan bobot per umbi 93,63—172,23 gram. Jenny juga merupakan kentang serba guna.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ngobrolin Sukun: 1 Hektare Untung Ratusan Juta

Sukun bukan cuma sekadar gorengan! Siapa sangka, warisan budaya yang sudah ada sejak era Borobudur ini ternyata menyimpan potensi industri...

More Articles Like This