Tuesday, August 9, 2022

Dua Kucing Baru

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ragdoll dan american short hair kucing baru asal Amerika Serikat kini hadir di tanahair.

Bruno, american short hair jantan milik Jimmy Oetji, pehobi di Bandung, Jawa Barat.
Bruno, american short hair jantan milik Jimmy Oetji, pehobi di Bandung, Jawa Barat.

Kucing berbulu putih milik Cacang Effendi itu terlihat cantik dan sangat manja. Sesekali kucing menghampiri pehobi di Kota Bekasi, Jawa Barat, itu. Ia lalu menggesekkan kepalanya ke tubuh Cacang pertanda ingin diusap. Ketika Trubus mengusap kucing berbulu cukup panjang itu terasa sehalus kapas. Itulah kucing ras jenis ragdoll. Cacang mendatangkannya dari Amerika Serikat pada 2013.

“Ketika itu saya mendatangkan 2—3 indukan ragdoll. Namun, semuanya saya jual ke pehobi kucing asal Jakarta,” kata ketua Cat Fancier Society of Indonesia (CFSI) itu. Pada pertengahan 2015, Cacang kembali mendatangkan seekor ragdoll jantan bernama Anthony dari penangkar asal Rusia. “Harga Anthony mencapai Rp75-juta,” kata Cacang.

Senang dipeluk

Jimmy Oetji, pehobi kucing asal Bandung, Jawa Barat.
Jimmy Oetji, pehobi kucing asal Bandung, Jawa Barat.

Menurut Cacang ciri khas ragdoll bermata biru dan berhidung merah muda. “Perangainya senang dipeluk. Makanya diberi nama ragdoll, seperti boneka yang senang dipeluk,” kata pehobi kucing sejak 2003 itu. Daya tarik lain kucing asal negeri Abang Sam itu lebih senang berjalan di lantai, bukan tipe kucing yang senang melompat.

Pendiri grup Forum Diskusi Sukses Beternak Kucing Ras itu menambahkan, meski berjenis kelamin jantan, ragdoll tetap terlihat cantik. Itu berbeda dengan saudaranya, yakni maine coon, yang jantannya terlihat gagah. “Mungkin karena perpaduan mata biru, hidung merah muda, dan bulu semi panjang, membuat ras ragdoll terlihat cantik,” kata pemilik Chandra Cattery itu. Dengan berbagai keistimewaan itu, pantas bila peminat ragdoll di Indonesia sangat banyak.

Sayang, penangkarnya masih sedikit karena anakan yang lahir di tanahair masih terbatas. Menurut situs Cat Fanciers Association (CFA) di Amerika Serikat, ragdolls hasil persilangan yang dikembangkan oleh Ann Baker, penangkar di Riverside, California, Amerika Serikat, pada 1960. Tetua ragdoll adalah kucing domestik asal Amerika Serikat. Semula Ann mengawinkan kucing putih bulu panjang betina dengan kucing jantan lain—keduanya miliknya. Hasil persilangan itu melahirkan keturunan bertemperamen unik dan berpenampilan sangat menawan.

Dari proses seleksi itu Ann akhirnya menemukan ras ragdoll. Warna bulu ragdoll bervariasi, ada yang seal point, blue point, toutie point, mitted, dan bicolor. Selain ragdoll, kucing baru lain asal Amerika Serikat adalah american short hair. Bagi pehobi yang lebih menyukai kucing gagah dan bersahabat, kucing ras american short hair (ASH) pilihan pas. Kucing ras bulu pendek asal Amerika Serikat itu bertubuh gempal, atletis, dan proposional.

Otot kuat

Cacang Effendi pehobi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Cacang Effendi pehobi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Otot american short hair terlihat mantap, kepala dan mata bulat, serta memiliki motif bulu bergaris yang khas. Meski tampak gagah, american short hair berperangai ramah, bersahabat, aktif, dan senang bermain. Itulah sebabnya kucing asal negara yang dipimpin Barack Obama itu juga menjadi salah satu incaran para pehobi. Di tanahair baru 2 penangkar yang menangkarkan si bulu pendek, yaitu, Cacang Effendi dan Jimmy Oetji, pehobi asal Bandung, Jawa Barat.

Jimmy mendatangkan american short hair bernama Bruno, Husky, Gala, dan Sela, pada Juni—Juli 2015 dari Rusia. “Saya mendatangkan 2 pasang untuk dikembangkan lagi,” kata Jimmy. Menurut Jimmy american short hair termasuk kucing yang kalem dan senang dekat dengan pemiliknya. “Meski tidak sekalem persia, ia cukup manja dan ramah. ASH sangat cocok untuk dipelihara di tengah keluarga,” kata pemilik Bhineka Cattery itu.

Menurut Jimmy american short hair turunan dari ras british short hair (BSH). Dahulu pada era penjelajahan laut, para pelaut Eropa membawa kucing untuk menemani anak buah kapal dalam perjalanannya menuju benua Amerika. Dalam perjalanan itu kucing-kucing beranak-pinak dan mengalami berbagai adaptasi sehingga penampilannya menjadi seperti sekarang. “Jika diperhatikan bentuk tubuh american short hair mirip dengan british short hair,” kata Jimmy.

Menurut CFA pada abad ke-19 american short hair dikenal sebagai kucing pekerja dan anaknnya dijual dengan harga tinggi. Pada 1896 harga anakan ASH berwarna cokelat US$2.500 setara Rp32-juta (kurs USD1=Rp13.000) pada pameran tahunan di Madison Square Garden, Pennsylvania, New York, Amerika Serikat. Jimmy harus merogoh kocek hingga Rp75-juta mendapatkan Bruno, ASH jantan berumur 8 bulan.

Anthony, kucing ras jenis ragdoll salah satu koleksi Cacang Effendi, pehobi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Ragdoll seperti boneka dan senang dipeluk.
Anthony, kucing ras jenis ragdoll salah satu koleksi Cacang Effendi, pehobi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Ragdoll seperti boneka dan senang dipeluk.

Sisanya ia peroleh dengan harga Rp65-juta. “Yang mempengaruhi harga adalah profil kucing. Jika tetua dan fisiknya bagus, maka otomatis harganya juga tinggi,” kata Jimmy. Menurut drh Fauzi Rohman, dokter hewan dari Bhineka Cattery, banyak yang mengira american short hair adalah ras domestik Amerika Serikat. “ASH adalah ras yang terpisah dengan kucing domestik pada umumnya, dan merupakan ras tersendiri,” papar Fauzi.

Menurut Fauzi pengenalan jenis-jenis ras baru bagi para pencinta kucing di tanahair harus lebih digalakkan lagi untuk menambah wawasan para pehobi yang menyukai hewan anggota famili Felidae itu. Fauzi mengatakan, american short hair termasuk kucing yang paling cepat beradaptasi. “American short hair mudah beradaptasi di Bandung yang beriklim relatif sejuk dibandingkan dengan kota lain di Indonesia,” katanya.

Perawatan ASH juga lebih mudah karena berbulu pendek. Perawatan kucing berbulu panjang lebih sulit. “Kucing tak punya kelenjar keringat. Untuk beradaptasi kucing mengeluarkan minyak. Pada kucing berbulu panjang minyak itu membuat bulu gimbal dan lengket,” katanya. Fauzi menambahkan, grooming ASH cukup 10 hari sekali agar penampilan ASH tetap optimal. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img