Kucing persia dan exotic menjadi kampiun di Pet Vaganza.

Ni Galuh Maheswari menjadi yang terbaik di kelas kitten pada gelaran Cat Vaganza Show 2018. Kucing persia betina berumur 5 bulan itu menyingkirkan 4 persia lain di kelasnya. Menurut juri asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Aep Saepudiah, Ni Galuh Maheswari layak menjadi jawara karena paling mendekati kriteria standar kucing ras di kelasnya. “Pesaing lain bukan berarti di bawah standar, hanya peraih best in show kitten paling mendekati kriteria,” kata Aep.
Pemilik persia juara, Yudhi Setianto, baru pertama mengikutkan Ni Galuh Maheswari pada kontes kucing yang berlangsung di Mall Balaikota Tangerang pada 27—28 Oktober 2018. Jawara lain peraih best in show kategori dewasa adalah kucing jantan ras exotic berumur 2 tahun bernama Bobop. Menurut Aep kucing peraih best in show kelas dewasa juga paling mendekati standar penilian sesuai ras pada kelasnya.
Rawat maksimal
Aep mengatakan, beberapa kriteria penilaian ras persia dan exotic memiliki standar yang sama. Ia mencontohkan kepala bulat, mata bulat, telinga kecil, dan tubuh cobi atau pendek gempal. Adapun penilaian kucing rumahan bukan ras terfokus pada 4 poin, di antaranya kesehatan, kebersihan, kualitas bulu, dan sikap. Para pehobi merawat satwa peliharaannya sepenuh hati sehingga kucing-kucing itu menjadi yang terbaik.

Pemilik kucing peraih best in show kitten, Yudhi Setianto merawat kucing secara intensif menjelang kontes. Pehobi asal Bekasi, Jawa Barat, itu memanggil perawat khusus untuk merawat seperti menggunakan sampo khusus. Pada hari kontes Yudhi memberikan suplemen antibodi agar stamina kucing kuat. Menurut Yudhi perawatan sehari-hari juga menunjang performa kucing. Kuncinya memberikan asupan vitamin cukup dan menjaga pola makan sehat.

Yudhi memberikan vitamin harian rutin untuk mengoptimalkan bulu. Adapun pakan sehari-hari menggunakan pakan kucing premium asal Prancis diselingi pemberian pakan basah daging sapi 3 kali tiap pekan. Dengan perlakuan itu kucing optimal mengikuti kontes. Pemilik kucing juara lainnya, Deni Burhan, tidak membatasi pakan kering untuk peliharaannya. Pakan kering premium asal Perancis tersedia jika klangenan lapar.

Adapun untuk perawatan rutin 3—4 kali saban bulan. Kucing mandi sehari berselang sebelum kontes agar kondisi optimal ketika penilaian. Menurut ketua panitia acara, Yulis Misbach, kontes kucing bertajuk Cat Vaganza Show itu kali pertama diselenggarakan. Meski hanya bertajuk fun show, standar penialaian kontes mengacu pada peniliaian kontes internasional Cat Fancier Association (CFA).
Komunitas satwa

Total 151 kucing dari Jakarta dan sekitarnya berpartisipasi meramaikan acara. Kontes bersifat edukasi bagi para pencinta kucing. Artinya tidak terkumulasi poin pada organisasi kucing internasional. Juri memberi edukasi standar kucing ras yang baik dan ragam perlakuan menjelang kontes. Total 3 juri menilai kucing—dua dari Indonesia, Cacang Effendi dan Aep Saepudiah serta Zulkifli Daud dari Singapura.
Kucing bukan ras pun meramaikan acara itu. Hampir setengah peserta jenis kucing rumahan atau house cat. Menurut Yulis organisasi internasional pun mengakui jika pemilik merawat klangenan optimal. Yulis Misbach mengatakan, Pet Vaganza dibuat oleh ragam komunitas pencinta klangenan. Penyelenggara terdiri atas gabungan komunitas pencinta satwa seperti komunitas reptil, ayam hias, musang, tarantula, dan burung hantu. (Muhamad Fajar Ramadhan)
