Monday, July 15, 2024

Dua Vigna Jagoan

Rekomendasi
- Advertisement -

Kacang hijau baru yang produktif, genjah, dan rendemen tinggi.

Kacang hijau lazimnya berwarna hijau. Namun, varietas terbaru vima 5 “mengingkari” warna kelaziman itu. Kacang hijau itu justru berpolong cokelat. “Hingga saat ini belum ada varietas unggul kacang hijau berdaya hasil tinggi dan warna polong cokelat,” kata pemulia kacang hijau vima 5 di Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang, Jawa Timur, Dr. Rudi Iswanto.

Menurut Rudi ketika polong masih muda berwarna hijau. Kemudian polong akan berubah menjadi cokelat pada 40—45 hari setelah tanam. Itu 10 hari sebelum panen. Rudi mengatakan, produktivitas vima 5 mencapai 2,34 ton per hektare dengan rata-rata hasil 1,84 ton per hektare. Warna biji vima 5 hijau kusam, ukuran biji (6,57 gram per 100 biji), umur panen 56 hari setelah tanam.

Rendemen tinggi

Rudi dan tim pemulia memberi nama vima akronim dari dua kata, yakni Vigna—mengacu pada nama genus kacang hijau atau Vigna radiata. Suku kata kedua “ma” singkatan dari Malang, lokasi Balitkabi sebagai lembaga perakit vima 5. Rudi bersama rekan menggunakan varietas asal Taiwan, yakni VC 1628A dan varietas lokal wongsorejo sebagai indukan untuk merakit vima 5.

“Varietas wongsorejo berpolong cokelat, biji besar, tetapi peka terhadap hama thrips. Kekurangan itu ditutupi varietas asal Taiwan yang unggul pada ketahanan terhadap hama thrips,” ujar peneliti yang pernah bekerja di perkebunan tembakau itu. Kacang hijau itu

Kacang hijau vima 5 berpolong cokelat dan memiliki rendemen tinggi.

memungkinkan untuk dikembangkan di daerah yang menyukai warna polong cokelat, seperti Grobogan, Demak dan Kudus—semua di Provinsi Jawa Tengah. Alumnus Universitas Brawijaya itu mengatakan,

Vima 5 adaptif di daerah suboptimal sehingga sangat cocok dikembangkan di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas. Keunggulan lainnya, polong vima 5 tidak mudah pecah dan rendemen kecambah cukup tinggi. “Dari 1 kg biji kacang hijau dapat dihasilkan 5,16 kg kecambah. Vima 5 juga agak tahan penyakit embun tepung dan hama thrips.

Harap mafhum, thrips merupakan hama utama tanaman kacang hijau. Serangan serangga itu mampu merugikan petani hingga 80%. “Pada tanaman yang masih kecil, serangan thrips membuat kacang hijau mengeriting daunnya dan kerdil. Sementara pada tanaman dewasa, thrips menyerang bunga hingga rontok. Hal itu membuat kacang hijau gagal membentuk polong dan produksi anjlok,” ujar peneliti kelahiran 27 Januari 1970 itu.

Lebih genjah

Selain itu Rudi bersama rekan dari Balitkabi juga merakit vima 4. Vima 4 merupakan persilangan kacang hijau varietas murai sebagai induk pejantan dan varietas kutilang sebagai induk betina. “Kutilang merupakan varietas unggul, sayang tanamannya tinggi sehingga mudah roboh. Kekurangan itu, ditutupi dengan murai yang unggul dari kekuatan tanaman dan tahan terhadap hama trips,” ujar Rudi.

Rudi Iswanto meneliti vima 4 dan vima 5 sejak 2012.

Persilangan itu menghasilkan kacang hijau unggul dengan produktivitas tinggi mencapai 2,32 ton per hektare. Bandingkan dengan rata-rata nasional yang masih di angka 1,7 ton per hektare. Uniknya, vima 4 lebih genjah dibanding induknya. “Vima 4 bisa dipanen umur 54—56 hari setelah tanam, sementara kedua induknya 60 hari setelah tanam,” ujar Rudi. Karakter lain vima 4 memiliki polong tua berwarna hitam.

Warna biji vima 4 hijau mengilap, ukuran biji 6,62 g per 100 biji. Vima 4 juga memiliki polong tua yang tidak mudah pecah, sehingga saat panen dan harga sedang turun, petani dapat menunda panen. “Vima 4 adaptif di dataran menengah seperti Jawa Timur dan di Sulawesi Selatan yang sebagian besar menyukai kacang hijau yang berwarna hijau mengilap.

Pemerintah merilis kedua kacang hijau baru itu pada 2018. Itu salah satu jawaban untuk meningkatkan produksi dan kualitas kacang hijau. Indonesia penghasil kacang hijau terbesar ke empat di dunia setelah India, Thailand, dan Tiongkok, dengan luas panen rata-rata sekitar 300.000 hektare per tahun. (Bondan Setyawan)

Kiat Kendalikan Thrips

Peneliti di Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Sri Wahyuni Indiati, menuturkan, pengendalian hama thrips dengan cara kimia dan nabati. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kombinasi insektisida berbahan aktif fipronil efektif menekan thrips. Ia menggunakan konsentrasi 2 ml per liter pada 7 hari setelah tanam (HST). Syaratnya dilanjutkan dengan penyemrotan insektisida nabati.

Wahyuni memanfaatkan rimpang jahe dengan konsentrasi 20 gram per liter, minyak mimba 5 ml/l, pupuk cair 1 g/l. Frekuensi penyemprotan insektisida nabati 4 kali pada hari ke-14, 21, 28, dan 35 setelah tanam. Aplikasi itu mempertahankan bobot biji kacang hijau 1,296 ton per hektare dan tidak berbeda nyata dengan aplikasi insektisida kimia tunggal berbahan aktif imidakloprid. Bandingkan dengan kontrol yang hanya menghasilkan 0,923 ton biji per hektare. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img