Thursday, February 9, 2023

Dulu Kerja Serabutan, Kini Asep Sukses Budidaya Jamur Tiram

Rekomendasi

Trubus.id — Selama enam tahun Asep Mardi Rinaldi bekerja serabutan. Kadang-kadang ia menjadi tukang bangunan. Kini Asep sukses mengembangkan jamur tiram. Bahkan, pendapatannya mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Pekebun jamur tiram di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu mengelola tiga kumbung berpopulasi total 25.000 baglog.

Dua kumbung berukuran masing-masing 8 m × 11 m (menampung 9 rak populasi 10.000 baglog). Sebuah kumbung lebih kecil, 6 m × 5 m (5 rak berkapasitas 5.000 baglog).

Asep Mardi menerapkan pola budidaya berkesinambungan agar panen rutin rata-rata 40–50 kg jamur per hari. Rendemen mencapai 32 persen. Artinya, sebuah baglog berbobot 1,3 kg menghasilkan 0,4 kg jamur selama masa budidaya.

Harga jamur tiram di tingkat petani di Kabupaten Bogor mencapai Rp11.000 per kg. Perniagaan jamur tiram memberikan omzet Rp15 juta per bulan. Selain menjual jamur segar, Asep juga memasarkan baby jamur.

Baby jamur sebetulnya jamur tiram biasa, spesies juga sama Pleurotus ostreatus. Namun, Asep memanen lebih muda, yakni pada umur 2–3 hari sejak pinhead—bagian bakal jamur mulai tumbuh.

Oleh karena itu, tudung jamur belum membuka sempurna. Asep memasok 1,2 ton baby jamur per bulan. Harga lebih tinggi, yakni Rp13.000 per kg.

Tentu saja, laba itu menggelembung karena Asep juga memasok kebutuhan baglog petani lain. Ia membentuk Kelompok Semar—singkatan dari Asep Mardi yang beranggotakan 33 orang.

Mereka memiliki kumbung rata-rata berukuran 4 m × 5 m berkapasitas 2.000 baglog. Asep memasok kebutuhan baglog mereka total 2.000 buah per periode. Ia hanya mengutip laba Rp2.000 per baglog setara Rp2 juta per periode.

Selain baglog untuk anggota, ada permintaan dari luar kelompok 20.000 buah per bulan. Namun, Asep belum mampu memenuhinya.

“Terkendala ruang inkubasi yang masih tradisional,” kata Asep.

Selain itu, Asep membantu memasarkan produksi jamur tiram mereka yang mencapai 300 kg per hari. Menurut Asep, permintaan pasar mencapai 1 ton per hari. Sayang, produksi jamur di kumbung Asep dan petani mitra belum mencukupi. Asep memasarkan jamur tiram ke Bekasi dan Setu, keduanya di Jawa Barat dan Pulogebang, Jakarta Timur.

Asep menerima harga Rp13.000 per kg. Bandingkan jika ia memasok pengepul, harganya hanya Rp11.000 per kg. Pasar menghendaki jamur tiram berwarna putih terang, muda, dan kering berkadar air 20–25 persen.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img