Thursday, December 8, 2022

Duo Pemburu Buah Suci

Rekomendasi

Dari perburuan itu Ricky mendapat 2 jenis tin: brown turkey dan yumyum. Yang disebut pertama tin yang populer di negeri Kanguru karena sangat manis dan berbiji sedikit. Kulit buah ungu kecokelatan dengan daging buah merah muda. Sedangkan yumyum belum begitu populer karena pendatang baru dari China. “Yumyum juga belum ada di Indonesia. Makanya saya langsung beli,” kata Ricky.

Pencarian buah ara berakhir di Tasmania. Di pulau kecil di tenggara Benua Australia itu Ricky memperoleh 2 tin lain yakni white dan black genoa. White genoa kulit buah matangnya berwarna hijau muda hingga kekuningan. Black genoa merah pekat hingga nyaris kehitaman. Keduanya juga tergolong populer karena bercitarasa sangat manis.

Demi mendapat buah yang disebut-sebut dalam kitab suci itu Ricky merogoh kocek cukup dalam. Harga tin di Australia tergolong mahal. Tanaman setinggi 70 cm harganya US$70—US$100 atau setara Rp672.000—Rp960.000/tanaman. Di tanahair sepot tanaman berukuran sama tak lebih dari Rp350.000.

Bongkar-muat

Malam terakhir di Tasmania menjadi malam tersibuk bagi Ricky. “Saya harus kemas tanaman agar bisa ditaruh dalam koper,” kata pengusaha bengkel mobil di Kelapagading, Jakarta Utara, itu. Di kamar mandi hotel, tin yang ditanam dalam pot berdiameter 15 cm dibongkar hingga hanya tersisa akar. “Saat membongkar media harus hati-hati jangan sampai banyak akar serabut putus agar tanaman tidak stres,” ujarnya. Nurseri di Australia menanam tin pada media kompos dan serbuk kayu sehingga mudah dibongkar. Di pasar Fang Cun, Guangzhou, China, bibit tin ditanam dalam media tanah liat.

Daun dan cabang yang terlalu panjang dipangkas. Bagian akar lalu dibungkus handuk tangan yang tersedia di hotel yang telah dibasahi, kemudian dibungkus lagi plastik. Tujuannya agar kondisi akar selalu lembap sehingga tanaman tetap segar saat tiba di tanahair. Tin lalu diletakkan di atas tumpukan pakaian agar akar tidak rusak saat koper terimpit. Tak ayal gara-gara aksi “bongkar-muat” itu kamar mandi hotel berserak media tanam dan pot bekas. “Biasanya saya kasih tip pelayan kamar untuk membersihkannya,” seloroh Ricky.

Aktivitas itu menjadi ritual Ricky setiap kali usai berburu tin. “Walaupun saya ke luar negeri untuk urusan pekerjaan, saya selalu sempatkan mencari tin. Terkadang saya menemukannya secara kebetulan,” kata ayah 2 anak itu. Bila tak sempat berburu tanaman, buah segar untuk penganan ia buru. Ricky rela membeli sekotak buah tin asal Jepang. Harganya fantastis US$100 atau setara Rp960.000 berisi 12 buah di Singapura. “Karena penasaran saya terpaksa beli walaupun mahal,” kata pria yang juga kolektor bonsai itu.

22 jenis

Perkenalan Ricky pada tin bermula saat mengikuti wisata rohani ke Israel pada 2006. Loyamandra, rekan Ricky dalam rombongan tur, menjelaskan tanaman yang banyak ditanam di pekarangan rumah warga di sana adalah ara yang tertulis dalam Alkitab. “Ini buah bersejarah,” katanya. Sejak itulah perburuan tin dimulai. Mulanya Ricky berburu ke para penangkar di tanahair untuk mendapatkan jenis-jenis seperti flanders dan libya. Kini setidaknya ada 15 jenis tin yang ditanam di rumahnya di Kelapagading, Jakarta Utara.

Loyamandra yang juga tinggal di Kelapagading lebih dulu mengoleksi tin. Gara-gara tin Loyamandra rela membongkar taman di halaman rumah. Kini taman itu dihuni 22 jenis tin dalam pot. Beberapa di antaranya ditanam di tanah. Yang terbesar tingginya 3,5 m. “Tin yang sudah besar itu saya beli dari rekan dan saya angkut sendiri dari kebunnya,” ujar pengusaha jasa desain perhiasan itu.

Saking gandrungnya pada tin, Aloy—panggilan Loyamandra—kerap melakukan percobaan kecil-kecilan. Salah satunya mencoba menyambung tin blackichia asal Italia dengan 15 tin jenis lain. “Impian saya membuat sepot tin yang buahnya bermacam-macam jenis,” kata pria kelahiran 4 Juni 1959 itu. Sebelumnya ia sukses menyambung 9 jenis tin dalam 1 tanaman dan mulai berbuah di tempat Ricky.

Berkat ara, persahabatan Ricky dan Loyamandra kian erat. Keduanya saling bertukar informasi soal budidaya maupun jenis koleksi. Bahkan, dalam waktu dekat keduanya berencana berburu bersama ke Jepang. Kini ada 2 jenis yang mereka incar: douphine dan figotorontogrande. Yang disebut pertama istimewa karena buah seperti diselimuti bedak sehingga warna menjadi biru muda. Yang terakhir kuning keemasan. Andai 2 jenis itu berhasil diperoleh, maka semakin meneguhkan Ricky dan Loyamandra sebagai duo kolektor tin terlengkap di tanahair. (Imam Wiguna)

 

 

^ Red california, berwarna merah ngejreng sejak buah muda

> Ricky Firdaus, selalu sempatkan berburu tin saat berkunjung ke berbagai negara

 

^ Loyamandra, rela bongkar taman untuk 22 jenis

tin koleksi

< Tin panachee tiger asal Jepang koleksi Ricky

Firdaus. Unik karena berbuah belang seperti

variegata

v Blackichia asal Italia, saking manisnya buah

matang dikerubuti semut

Foto-foto: Imam Wiguna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img