Friday, December 9, 2022

Durian: Atasi Perongrong Raja

Rekomendasi

Penyakit busuk batang memicu kematian 100 pohon monthong.

Hamparan pohon durian di lahan 70 hektar di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, itu sungguh menawan. Dari kejauhan beragam jenis durian seperti monthong, matahari, chanee, dan hepe  tampak sehat serta kokoh. Dedaunan hijau tua yang tumbuh rimbun berdesakan di atas batang cokelat muda tanaman durian. Namun, ketika didekati tampak deretan pohon Durio zibethinus itu terserang penyakit. Ahli durian dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Panca Jarot Santoso, menunjuk pohon monthong setinggi sekitar 10 meter.

Ia mencongkel salah satu bagian batang. Pada bagian yang terserang tampak warna kecokelatan menembus hingga ke dalam batang, sementara bagian yang sehat masih terlihat putih. “Ini tanda serangan Phytophthora palmivora atau busuk batang,” kata Panca Jarot. Menurut Jarot, phytophthora merupakan penyakit paling merugikan pekebun durian. “Serangannya bisa menurunkan produksi 20—25%,” kata mahasiswa strata-3 Institut Teknologi Bandung itu. Penyakit itu hidup dan berkembang di tanah secara bebas.

Sampai akar

Panca Jarot mengatakan, penularan penyakit itu melalui angin dan air. “Angin membawa spora yang masih hidup, sementara air bisa meningkatkan kelembapan yang membuat cendawan lebih cepat berkembang,” kata Panca Jarot. Selain itu, busuk batang dapat menyerang seluruh bagian tanaman mulai dari daun, buah, batang, hingga akar. Pada pertengahan 2000, penyakit phytophthora menyerang kebun durian di Subang itu. Daun-daun tanaman menguning kemudian rontok satu per satu.

“Ada sekitar 100 pohon monthong yang terpaksa kami ganti karena mati,” kata petugas kebun, Gaby Nurdin. Menurut Jarot, serangan busuk batang di kebun Subang sudah sampai akar. “Ciri-cirinya daun menguning seperti terkena panas matahari kemudian rontok dan tanaman mengering,” tuturnya. Menurut Jarot jika busuk batang menyerang akar, akibatnya memang fatal. “Tanaman tidak bisa menyerap makanan dan pada akhirnya mati kekurangan nutrisi,” ujarnya.

Menurut pakar durian yang aktif di komunitas Maniak Durian itu, faktor utama kebun itu terserang phytophthora adalah dari segi ketahanan varietas yang ditanam. “Ibaratnya seperti penyakit flu yang sudah tersebar ke mana-mana. Tinggal ketahanan tubuh duriannya,” kata Jarot. Menurut Gaby, pohon yang terserang phytophthora rata-rata adalah varietas monthong. Sementara varietas lain seperti matahari dan chanee tetap sehat. Padahal jarak tanam antarpohon hanya 10 meter.

Pilih matahari

Menurut Panca Jarot, dari segi genetis, monthong memang rentan phytophthora. Berbeda dengan varietas lain seperti matahari dan chanee yang masih tergolong toleran. Hingga kini, penyakit mematikan itu masih sulit dikendalikan. “Penggunaan fungisida tidak efektif untuk mengatasi phytophthora karena sasarannya kurang tepat,” kata Panca Jarot.

Menurut Panca Jarot, phytophthora merupakan anggota kerajaan Protista yang mirip cendawan dan memiliki karakter seperti alga. Oleh karena itu penyemprotan fungisida kurang efektif. “Paling-paling pencegahannya dengan penggunaan varietas tanaman yang tidak rentan dan cukup nutrisinya,” kata Panca Jarot. Dengan pertimbangan itu, pemiliki kebun menebang 100 pohon monthong yang terserang phytophthora. Ia lalu mengganti dengan varietas durian unggul yang toleran busuk daun, yaitu matahari.

Nun di Bogor, Jawa Barat, Warso Farm tengah menghadapi serangan bercak daun. “Serangannya menurunkan produksi buah sekitar 10—15%,” kata Pujiono Prianto, petugas kebun. Produktivitas pohon berumur puluhan tahun yang mencapai 100 buah per pohon turun menjadi 80—70 buah per pohon setahun. Menurut Panca Jarot produktivitas itu sudah optimal dibanding rata-rata produktivitas nasional yang hanya 40—50 buah per pohon atau 12—13 ton per hektar.

Serangan bercak daun pada raja buah itu bermula dari noda kecokelatan pada daun kemudian melebar, berlubang, dan akhirnya daun rontok. “Proses metabolisme tanaman terganggu karena daun yang bertugas memasak makanan tidak bekerja optimal sehingga pertumbuhan tanaman pun juga terganggu,” kata Panca Jarot. Selain bercak daun, hama kutu putih juga cukup merepotkan Warso Farm.

Kutu putih

Sepintas sosok kutu itu mirip Pseudococcus sp, hama kutu putih yang lazim menyerang tanaman hortikultura. Namun, saat didekati, penampilannya berbeda. Jika Pseudococcus sp berbulu pendek-pendek, sementara kutu itu relatif lebih panjang terutama pada bagian belakang tubuh. Menurut ahli hama dan penyakit di Jakarta, Yos Sutiyoso, hama itu memang bukan Pseudococcus sp. Yos menduga serangga itu termasuk ordo Phytophtires. Sementara menurut Panca Jarot kutu itu adalah kutu loncat durian Allocaridara malayensis.

Menurut alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu, gejala serangannya adalah daun menjadi rusak dan terselubung lapisan jelaga. Pada serangan berat, daun yang terinfeksi akan mati dan gugur, sehingga produksi buah rendah. “Pengendaliannya menggunakan insektisida untuk kutu-kutuan atau menyemprotkan detergen pada daun yang terserang,” kata Yos.

Jarot mengatakan bahwa hingga saat ini serangan bercak daun dan kutu putih belum merugikan pekebun secara signifikan, termasuk ketika menyerang bibit. “Rata-rata hanya mengalami kerusakan. Kalau ada bibit yang mati, perlu dicek lagi faktor lain, seperti kecukupan nutrisi tanaman, media tanam, dan iklim di daerah sekitar penanaman,” kata Panca Jarot. Warso Farm berupaya  mengendalikan dua musuh durian itu.

Untuk mengatasi bercak daun, Warso Farm menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb dengan dosis seperti tertera di kemasan. Sementara untuk mengendalikan hama kutu putih Warso Farm menggunakan insektisida berbahan aktif delmetrin. Untuk mempermudah aplikasi, Pujiono  mencampur kedua pestisida itu dan menyemprotkan sebulan sekali untuk pencegahan. “Jika sudah terserang, penyemprotan seminggu sekali,” kata Pujiono. Dengan cara itu, hama kutu putih dan penyakit bercak daun tidak sampai merugikan secara ekonomis. (Bondan Setyawan/Peliput: Argohartono Arie Raharjo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img