Sunday, April 19, 2026

Durian Daun Naik Daun

Rekomendasi
- Advertisement -

Durian daun, manis, lembut, dan tidak memabukkan sehingga kian digemari.

Durian daun potensi dikembangkan karena sangat produktif.
Durian daun potensi dikembangkan karena sangat produktif.

Erik memilih satu durian berduri panjang di sebuah lapak di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ia lalu menyodorkan durian pilihannya kepada penjual untuk dibukakan kulitnya. Dengan sekali tebas, buah mungil itu terbelah. Erik kemudian menyungkil daging durian berjuring empat itu. Rasa dan aroma durian itu lebih kaya daripada durian biasa. “Ada kesan ‘woody wild, subtle’, kata ekspatriat asal Malaysia itu.

Tim peneliti dari LPTP Kepulauan Riau dan pemilik pohon.
Tim peneliti dari LPTP Kepulauan Riau dan pemilik pohon.

Itulah durian daun. Tak puas dengan satu buah, ia pun terus melampiaskan kesukaannya pada durian daun kedua dan seterusnya. Menurut Erik citarasa durian daun Durio oxleyanus merupakan perpaduan durian dengan nangka dan karamel. Teksturnya lembut tanpa serat sehingga terasa creamy di mulut dan kerongkongan. Penggemar berat durian itu sengaja datang ke Pulau Bintan, hanya untuk menikmati durian daun.

Mulai ditanam
Menurut Erik dari 36 buah yang ia cicip semuanya manis dan tidak menemukan yang hambar. Ia tergila-gila dengan durian itu karena aromanya lembut, kadang wangi, sehingga tidak memabukkan. Erik mengatakan, durian yang di Malaysia disebut sukang itu berpotensi sebagai buah meja. Bukan hanya Erik yang menggemari durian itu. Penduduk Pulau Bintan pun sangat menyukai buah yang hanya sebesar dua kepalan tangan itu.

Saat musim buah, banyak pedagang menjajakan durian daun di kioas pinggir jalan. Satu buah berukuran setengah kilogram dibanderol Rp35.000. Bandingkan dengan harga durian biasa Rp20.000 per kilogram. Sosok durian daun khas sehingga mudah dibedakan dari durian biasa Durio zibethinus. Durian daun bersosok kecil, bobot hanya 300—600 gram per buah. Dua kali lebih kecil dari durian biasa. Durinya panjang-panjang, 2 cm.

Durian daun atau kerantungan memiliki 4 juring.
Durian daun atau kerantungan memiliki 4 juring.

Daun pohon durian berwarna hijau. Ukuran daun lebih besar satu setengah kali daripada durian biasa. Adapun pupus atau daun muda berwarna hijau muda-putih. Daun yang masih muda berbulu agak kasar. Kini rimbo, sebutan lain durian daun di Sumatera, sedang naik pamor. Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau mulai banyak menanamnya. Contohnya, di Kampung Erau, Desa Bintanbuyu, Kecamatan Telukbintan.

Di daerah itu tumbuh puluhan bahkan ratusan pohon durian daun. Menurut seorang penduduk, di kampungnya terdapat 50-an pohon durian daun yang berbuah. Salah satu pemiliknya ialah Yahya Jumat. Petani berumur 58 tahun itu memiliki 2 pohon durian daun yang berbuah, serta 6 batang yang masih berumur muda. Satu pohon durian daun berproduksi 400—500 buah.

Dengan harga juga Rp10.000—Rp15.000 per buah, ia mendapat omzet Rp4-juta—Rp7,5-juta. Durian itu pun jarang diserang penyakit. Karena kemudahan itulah ia tetap menambah jumlah pohon. Ali, warga lain di Desa Bintanbuyu sedang menyiapkan benih durian daun untuk ditanam di lahan seluas 1 hektare. Menyadari potensinya yang cukup baik, pemerintah Kabupaten Bintan berminat mengembangkan durian daun sebagai buah ikon.

Di Kalimantan

Daun kerantungan, hijau atas bawah.
Daun kerantungan, hijau atas bawah.

Untuk menginisiasi pengembangan durian daun, pemerintah daerah bekerja sama dengan Loka Penelitian Teknologi Pertanian (LPTP) Provinsi Kepulauan Riau. “Persiapan pengembangan durian daun dimulai dengan kegiatan eksplorasi dan seleksi durian daun terbaik yang ada di Pulau Bintan. Eksplorasi dan seleksi durian daun dipayungi kegiatan penelitian bertopik konservasi sumberdaya genetik lokal,” kata Kepala LPTP Kepulauan Riau, Ir Dahono MSi.

Tidak hanya di Bintan, penanaman durian daun marak di Kalimantan. Masyarakat Kalimantan menyebut durian daun dengan nama kerantungan. Warga Loajanan, Kalimantan Timur, Kadir, memiliki 2 batang kerantungan yang berbuah dan belasan pohon yang baru berumur beberapa tahun. Petani pendatang dari Sulawesi yang hampir 40 tahun merantau ke Kalimantan itu menanam kerantungan dari biji pada 1991.

Ukuran durian daun yang kecil dan aroma yang lembut dapat disajikan di ruang tertutup tanpa menyebabkan kepala pening.
Ukuran durian daun yang kecil dan aroma yang lembut dapat disajikan di ruang tertutup tanpa menyebabkan kepala pening.

Ia mulai panen buah sejak 1998, atau setelah pohon berumur 8 tahun. Dari dua pohon yang tingginya sekitar 15 meter itu Kadir menjual 100 ikat. Seikat terdiri atas 3 buah. Sisanya ia bagi ke tetangga dan kerabat. Menurut Kadir sekarang banyak orang mencari kerantungan. Sekali datang, mereka langsung memborong semua yang ada. Ia menjualnya dengan Rp10.000—Rp20.000 per ikat. Setiap panen ia mendapat Rp1-juta—Rp2-juta.

Kerantungan dapat menjadi pilihan lain penggemar durian pada masa depan. Selain rasanya lezat,, penyebarannya juga luas. Selain di Kepulauan Riau, Sumatera, kerantungan juga tersebar di Kalimantan. Saat musim buah mudah didapatkan di kios-kios tepi jalan atau di pasar tradisional. Tinggal mendapatkan varietas yang unggul untuk menarik minat orang membudidayakannya.

Dengan demikian, ia bisa dikembangkan seperti halnya lai D. kutejensis, kerabat dekatnya yang lebih dahulu berkembang di Kalimantan Timur. Pada 2006 selain penduduk asli, belum banyak orang yang mengenalnya. Sekarang sebagian besar masyarakat mengenal durian berdaging kuning emas itu. Buah yang oleh sebagian penduduk Kalimantan Selatan disebut dengan nama mahrawin itu lebih beragam di wilayah timur Kalimantan.

Durian daun dijajakan di kedai pinggir jalan di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Durian daun dijajakan di kedai pinggir jalan di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari segi bobot buah, dapat ditemukan mulai ukuran sangat kecil, kurang dari 300 gram, sampai yang berbobot ekstra lebih dari 1 kg. Empat tahun lalu salah satu penggemar durian, Nodi Fajar di Kalimantan Utara, pernah menemukan buah kerantungan yang cukup besar, berdiameter sekitar 22 cm dengan bobot 1,5 kg, atau seukuran durian biasa. Keterangan itu dibenarkan oleh Zulkifli pegawai Dinas Pertanian Berau, Kalimantan Utara.

Menurut Nodi kerantungan cukup bervariasi, sehingga mempunyai prospek untuk mendapatkan jenis unggul. Ia pernah menemukan biji kempis dan berdaging cukup tebal. Warnanya pun bervariasi, mulai kuning muda sampai kuning cerah. Demikian juga rasanya. Namun, buah mahrawin itu hanya ditemuinya tanpa tahu keberadaan pohonnya, karena buah-buah itu dijumpai di kios tepi jalan, yang menerima buah dari petani dari pedalaman. (Dr Panca Jarot Santoso, peneliti durian di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Balitbang Kementerian Pertanian RI)


Artikel Terbaru

Pakan Ayam Probiotik dan Antikoksi Buatan IPB: Bebas Bau, Bobot Cepat Naik

Upaya hilirisasi riset di bidang pertanian dan peternakan terus mendapat dorongan kuat dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman....

More Articles Like This